UNS Meter Pangkas Waktu Pendataan UMKM Lintas Provinsi

A A

Ilustrasi pedagang pasar mencatat penjualan harian di kiosnya [Foto: Pexels]

  • UNS Fintech Center memakai platform digital UNS Meter untuk survei UMKM lintas wilayah.
  • Enumerator di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah menilai sistemnya sederhana dan stabil.
  • Jawaban responden tetap terekam otomatis meskipun tab peramban tertutup tanpa sengaja.

Cekricek.id — Pendataan UMKM biasanya berjalan dua arah: cepat di lapangan tetapi berantakan di meja, atau rapi di meja tetapi lambat di lapangan. UNS Fintech Center mencoba menutup jarak itu lewat platform digital UNS Meter.

Mengutip keterangan tertulis Universitas Sebelas Maret, Rabu (16/09/2026), platform tersebut dipakai untuk survei Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah lintas wilayah. Data yang dihimpun petugas lapangan tersinkronisasi secara real-time.

Tanggapan datang dari enumerator di tiga provinsi. Mereka menyoroti tiga hal yang sama: navigasi yang sederhana, sistem yang stabil, dan formulir yang bisa dibuka dari berbagai perangkat.

Tiga Enumerator, Tiga Wilayah

Enumerator wilayah Jawa Timur, Bagus, menyebut sistemnya mudah dipahami bahkan oleh surveyor pemula.

“Platform UNS Meter sangat membantu operasional saya sebagai enumerator di lapangan. Sistemnya mudah digunakan, memiliki navigasi yang sederhana, serta tidak membutuhkan waktu lama untuk dipahami oleh saya yang notabene pengguna baru sebagai surveyor,” ungkap Bagus, mengutip keterangan tertulis Universitas Sebelas Maret.

Enumerator wilayah Jawa Barat, Gibran, menyoroti sisi lain. Baginya, formulir digital itu intuitif dan fleksibel.

“Penggunaan aplikasi UNS Meter sangat membantu dan mempermudah proses pendataan UMKM di lapangan. Formulir digital yang disediakan sangat intuitif serta fleksibel karena dapat diakses secara optimal dari berbagai perangkat smartphone,” jelas Gibran.

Menurut Gibran, sistem itu berjalan stabil selama survei. Responden pun dapat menuntaskan kuesioner lebih cepat.

Baca juga Ekonom UGM urai selisih angka kemiskinan Bank Dunia dan BPS

Pendataan UMKM Tak Terhenti Saat Tab Tertutup

Enumerator dari Jawa Tengah, Tiara Nanda, menyoroti satu fitur kecil yang berdampak besar. Jawaban responden tetap terekam meski tab peramban tertutup tanpa sengaja.

“UNS Meter ini bagus sekali dan sangat memudahkan pekerjaan kami di lapangan. Salah satu fitur yang paling membantu adalah jawaban responden tetap terekam secara otomatis meskipun tab peramban tidak sengaja tertutup. Fitur ini membuat responden tidak perlu mengulang pengisian dari awal, sehingga proses survei berjalan jauh lebih cepat, responsif, dan efisien,” tutur Tiara.

Di sisi pengelolaan, sistem itu mendorong standar pendataan yang seragam antardaerah. Data dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah masuk dalam format yang sama.

Baca juga UMM dampingi Desa Tukum Lumajang jadi kampung zero waste

Keseragaman itu penting. Basis data UMKM kerap terpecah antarinstansi dan antardaerah. Integrasi lintas wilayah diharapkan menghasilkan gambaran yang lebih utuh untuk analisis dan pengambilan keputusan.

Baca juga Nugget ikan rucah UTU ramaikan Festival Nipah Aceh Barat

Enumerator adalah petugas yang mendatangi responden untuk mengisi kuesioner survei. Kualitas kerja mereka menentukan keandalan angka yang dipakai untuk merancang kebijakan. Karena itu, kecepatan pendataan UMKM di lapangan tidak bisa dipisahkan dari ketertiban datanya.

Bagikan

Baca Juga

UNAIR Jadi Tuan Rumah Yudisium Sertifikasi Dosen Nasional
ITPLN Beri Gelar Profesor Emeritus untuk Tiga Guru Besar
Pendidikan Tinggi Menekan Pengangguran, Lebih Kuat Jangka Panjang
Alumni UIN Bandung Salurkan Rp41,4 Juta ke Korban Gempa NTT
35 Mahasiswa Asing dari 10 Negara Kuliah di Unib Bengkulu
UI GreenMetric 2026: UNDIP Peringkat 2 Tujuh Kali Beruntun