Cekricek.id — Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan warga Eropa menghadapi kenyataan pahit bahwa insiden drone Rusia kini menjadi hal yang lumrah. Pernyataan itu menyusul kesimpulan pemerintah Jerman bahwa Rusia bertanggung jawab atas sabotase drone di Bandara Leipzig pada 4 Agustus 2026.
Von der Leyen berbicara dalam jumpa pers bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Brussels, Belgia, menurut laporan Euronews, Rabu (02/09/2026).
Baca juga Putin: Kami Tidak Bernegosiasi dengan Teroris
Ia menempatkan insiden Leipzig sebagai bagian dari pola yang lebih luas.
“Leipzig menandai eskalasi baru di atas tanah Uni Eropa yang secara langsung dikaitkan dengan Rusia, tetapi itu bagian dari pola yang lebih luas berupa insiden-insiden yang makin berbahaya,” katanya.
Baca juga Uni Eropa Beri Tenggat Oktober untuk China soal Dagang
Menurut von der Leyen, situasi itu sudah menjadi keadaan sehari-hari. “Warga Eropa menghadapi kenyataan pahit, bahwa inilah kenormalan yang baru,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kita berada dalam era baru keamanan Eropa.”
Rutte menilai Rusia makin tidak berhati-hati seiring invasinya ke Ukraina. “Bahaya yang ditimbulkan Rusia sudah jelas,” katanya, lalu menegaskan, “Persatuan kami tidak tergoyahkan.”
Baca juga Iran dan AS Saling Serang, 18 Tewas di Berbagai Kota
Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, menyatakan kesimpulan pemerintahnya. “Pemerintah Jerman karena itu menyimpulkan bahwa Rusia bertanggung jawab atas serangan hibrida di Leipzig pada 4 Agustus,” katanya.
Uni Eropa mengadopsi paket sanksi ke-21 terhadap Rusia pada akhir Juli. Belum ada tanggapan resmi dari Moskow atas tudingan pemerintah Jerman tersebut.














