Putin: Kami Tidak Bernegosiasi dengan Teroris

A A

Petugas penyelamat Ukraina memadamkan api di lokasi serangan udara di wilayah Dnipro, 2 September 2026. [Foto: Ukrainian Emergency Service/AFP via Al Jazeera]

Cekricek.id — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tidak berunding dengan pihak yang ia sebut teroris, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan wilayah udara Rusia akan tertutup bagi penerbangan. Kedua pernyataan itu muncul saat serangan bertubi-tubi menghantam kedua negara, Rabu (02/09/2026).

Rusia menembakkan 174 drone penyerang, dua rudal balistik, dan dua rudal luncur pesawat, menurut laporan Al Jazeera, Rabu (02/09/2026). Pertahanan udara Rusia menyatakan menghancurkan 130 drone Ukraina pada periode yang sama.

Baca juga Rusia Gempur Kyiv Semalaman, 12 Tewas dan 21 Terluka

Putin menutup pintu perundingan dengan pernyataan singkat.

“Kami tidak bernegosiasi dengan teroris,” katanya.

Baca juga Iran dan AS Saling Serang, 18 Tewas di Berbagai Kota

Ia menolak menjelaskan rencana militernya terhadap Inggris dan menyebut hal itu sebagai rahasia militer.

Sedikitnya satu orang tewas dan lebih dari selusin terluka dalam serangan Rusia. Delapan korban luka jatuh di Odesa, termasuk seorang anak, dan dua orang terluka di wilayah Kyiv.

Baca juga Hichilema Dilantik Lagi, Rival Ditahan Tuduhan Makar

Di sisi Rusia, dua orang tewas dan 16 terluka di Wilayah Belgorod, yang menurut pihak Rusia diserang 140 kali dalam 24 jam. Serangan ke Kyiv berlangsung tujuh hari berturut-turut, sementara 11 wilayah Rusia menjadi sasaran.

Belum ada keterangan dari kedua pihak mengenai kemungkinan kembali ke meja perundingan maupun jumlah kerusakan infrastruktur energi.

Bagikan

Baca Juga

Survei: Sepertiga Pekerja Tiongkok di Afrika Kena Penyakit Tropis
Oposisi Venezuela Kembali Tegaskan Machado sebagai Pemimpin
Trump Beri Dukungan Penuh untuk Netanyahu Jelang Pemilu Israel
Trump Bela Pelonggaran Sanksi Rusia dan Kecam Zelenskyy
Penyintas Kanker Lebanon Kurang Vitamin meski Minim Ultra-Olahan
Negara Makin Inovatif Belum Tentu Makin Dekat ke Target SDGs