Cekricek.id — Serangan Amerika Serikat ke sejumlah wilayah Iran dan balasan rudal Iran ke pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk menewaskan sedikitnya 18 orang di berbagai kota Iran. Empat di antaranya tewas ketika sebuah pesta pernikahan di Kuhestak, Kabupaten Sirik, dihantam serangan.
Lebih dari 68 orang terluka di Kuhestak, termasuk perempuan dan anak-anak, menurut laporan Al Jazeera, Rabu (02/09/2026). Tujuh orang lain tewas dan delapan terluka di tiga lokasi di Provinsi Khuzestan.
Baca juga Rusia Gempur Kyiv Semalaman, 12 Tewas dan 21 Terluka
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyoroti posisi negaranya di Selat Hormuz lewat media sosialnya.
“Saya jauh lebih menyukai posisi kita sekarang, dengan kendali hampir penuh atas Selat Hormuz, dan ekonomi mereka runtuh total,” katanya.
Baca juga Venezuela Serahkan Kendali Seperlima Ladang Minyak ke AS
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menempatkan serangan itu dalam rangkaian panjang.
“Kekejaman ini tidak bisa dipisahkan dari rantai kekejaman yang mendahuluinya,” katanya. Ia menambahkan, “Iran akan menanggapi kejahatan biadab ini dengan tegas.”
Baca juga Imbal Hasil Obligasi Jepang 3 Persen, Pertama Sejak 1996
Iran membalas dengan menyasar Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain, Pangkalan Prince Hassan di Yordania, Pangkalan Ali Al Salem di Kuwait, dan Provinsi Erbil di Irak utara. Yordania menyatakan mencegat 10 dari 13 rudal balistik, sementara tiga sisanya jatuh di area terpencil tanpa korban.
Belum ada keterangan resmi dari Gedung Putih mengenai jumlah korban sipil di Kuhestak maupun sasaran militer yang diklaim ada di lokasi itu.














