- Wamendag Roro bertemu wakil menteri dari Yunani, Rusia, dan Myanmar di sela TEI ke-41.
- Peritel Rusia X5 Retail Group berminat memperluas hubungan dengan pemasok makanan olahan, mi, buah, dan perikanan dari Indonesia.
- Indonesia meminta bantuan Myanmar menyelesaikan kendala izin impor perusahaan Indonesia di sana.
Cekricek.id — Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menjajaki peluang kerja sama perdagangan dengan Yunani, Rusia, dan Myanmar dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan bilateral itu membahas perluasan akses pasar produk Indonesia, penguatan hubungan antarpelaku usaha, dan fasilitasi perdagangan, menurut keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Jumat (16/10/2026). “Pertemuan dengan ketiga negara tersebut mencerminkan upaya Kementerian Perdagangan untuk memperluas jaringan perdagangan Indonesia di pasar internasional,” ujar Wamendag Roro.
Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Yunani Theoharis Theoharis, Wamendag Roro mendorong penjajakan produk makanan dan minuman, pertanian, furnitur, kerajinan, serta manufaktur Indonesia ke pasar Yunani. Theoharis menyambut baik rencana penandatanganan Indonesia–EU CEPA dalam waktu dekat.
Bersama Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia A.V. Gruzdev, Wamendag Roro membahas perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia–Eurasian Economic Union (EAEU FTA) serta peluang kerja sama ritel, logistik, sistem pembayaran, dan teknologi digital. Regional GR Director X5 Retail Group A.B. Dryakin menyampaikan minat memperluas hubungan dengan pemasok Indonesia untuk makanan olahan, mi, buah-buahan, dan produk perikanan.
Indonesia juga menyampaikan perhatian terhadap akses pasar produk perikanan nasional di Rusia, termasuk persyaratan inspeksi dan sertifikasi.
Dengan Wakil Menteri Perdagangan Myanmar U Minn Minn, Wamendag Roro membahas penguatan hubungan bisnis, komoditas pertanian, karet, kerja sama industri, serta Pameran Indonesia Expo 2026 pada 30–31 Oktober di Yangon. Myanmar menyampaikan peluang perdagangan beras khusus dan kacang-kacangan, termasuk kacang hijau. Wamendag Roro menegaskan penjajakan itu perlu memperhatikan prioritas ketahanan pangan dan swasembada Indonesia.
Wamendag Roro juga meminta dukungan Myanmar menyelesaikan kendala izin impor yang dihadapi perusahaan Indonesia di sana, yakni untuk bahan baku, suku cadang, peralatan, dan bahan kemasan. Minn menyatakan bersedia membantu koordinasi dengan instansi terkait, termasuk melalui KBRI di Yangon.















