Aleema Khan Ditangkap Jelang Pawai PTI Desak Bebaskan Imran Khan

A A

Aleema Khan ditangkap polisi di Lahore jelang pawai PTI menuntut pembebasan Imran Khan [Foto: Al Jazeera]

  • Aleema Khan ditangkap di rumahnya di Lahore seminggu sebelum pawai PTI 27 September menuntut pembebasan Imran Khan.
  • Penahanan 30 hari dijatuhkan lewat MPO Punjab tanpa rincian kasus dan lokasi tahanan yang jelas.
  • PTI mengecam penangkapan sebagai ilegal dan menyebut Aleema ditahan karena menolak diam soal kondisi Imran Khan.

Cekricek.id — Aleema Khan ditangkap polisi Pakistan di rumahnya di Lahore, seminggu sebelum pawai besar Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) pada 27 September menuntut pembebasan mantan perdana menteri Imran Khan.

Mengutip laporan Al Jazeera, Minggu (20/09/2026), polisi Lahore mengamankan saudara perempuan Imran Khan itu pada Minggu pagi saat ia keluar rumah bersama sopir, lalu membawanya ke lokasi yang belum diungkap.

Perintah penahanan 30 hari diterbitkan wakil komisaris Lahore berdasarkan Maintenance of Public Order (MPO) Punjab, aturan yang memungkinkan penahanan preventif demi ketertiban umum.

Kuasa hukum Aleema Khan, Rana Mudassar Umer, mengatakan kliennya sudah mengantongi jaminan untuk semua perkara di Lahore dan penahanannya tidak jelas dasarnya. “Aleema Khan meninggalkan rumah pada pagi hari bersama sopir ketika polisi menangkapnya secara ilegal dan membawanya ke lokasi yang tidak diketahui,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Aleema Khan memiliki jaminan dalam semua kasusnya di Lahore. Belum diketahui dalam kasus apa, lokasi, atau kantor polisi mana ia ditahan.”

Juru bicara PTI, Sheikh Waqas Akram, mengecam keras penangkapan tersebut. “Ini bukan hukum. Ini penangkapan ilegal. Ini pengecut dan upaya sengaja memperburuk situasi,” katanya, sebagaimana dilansir dari laporan Al Jazeera, Minggu (20/09/2026).

Sheikh Waqas Akram juga menyebut, “Seorang perempuan lanjut usia, saudara perempuan mantan perdana menteri yang dipenjara, telah ditangkap secara ilegal dari ambang pintunya karena ia menolak diam tentang penahanan ilegal saudaranya, pengurungan terpisah, dan penolakan perawatan medis.”

Penahanan 30 Hari di Bawah MPO Punjab

Seorang pejabat senior kepolisian Lahore yang meminta anonimitas membenarkan penangkapan tersebut namun tidak memberi rincian lebih jauh. Salinan perintah penahanan yang dilihat Al Jazeera menyebut masa penahanan 30 hari di bawah MPO.

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, sehari sebelumnya menegaskan pemerintah akan melakukan segala cara untuk menghentikan pawai PTI, menurut laporan Reuters yang dikutip Al Jazeera pada Minggu (20/09/2026).

PTI menjadwalkan pawai pada 27 September untuk menuntut pembebasan Imran Khan, yang dipenjara sejak Agustus 2023 atas rangkaian vonis yang disebut partainya bermotif politik dan sebagian besar telah ditangguhkan atau dibatalkan pada tingkat banding.

Baca juga PTI adukan pemerintah Pakistan soal perawatan Imran Khan

Kekhawatiran Kesehatan Imran Khan Memicu Pawai

Kekhawatiran atas kesehatan Imran Khan, 73 tahun, ikut mendorong kampanye tersebut, terutama kondisi mata kanannya yang membutuhkan perawatan spesialis berbulan-bulan.

Putra-putranya, Sulaiman dan Kasim Khan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ayah mereka terlihat gelisah dan mengalami kecemasan berat.

Bulan lalu Mahkamah Agung Pakistan memerintahkan pemindahan Imran Khan ke Rumah Sakit Shifa International di Islamabad untuk perawatan hingga sidang berikutnya, namun aparat justru membawanya ke Pakistan Institute of Medical Sciences untuk pemeriksaan singkat sebelum mengembalikannya ke penjara tanpa akses dokter pribadi, langkah yang disebut PTI melanggar perintah pengadilan.

Bagikan

Baca Juga

Rusia dan China Veto Panel Pengawas Sanksi Iran di PBB
Qatar Dorong Kerangka Keamanan Teluk Libatkan Iran Pasca Perang
Turkiye Siap Penuhi Kebutuhan Pertahanan Arab Saudi Hadapi Houthi
Bank Jepang Naikkan Suku Bunga ke 1,25 Persen Tertinggi 31 Tahun
Kelambu Kamar Tidur dan Lansia Pesisir Surat Thani yang Jatuh
Amerika Serikat Cabut Sanksi terhadap Eritrea