Atlet Futsal Remaja Karawang Berlari 2.216 Meter dalam 12 Menit

A A

Ilustrasi lapangan futsal rumput sintetis berpagar kawat dengan pepohonan tropis di sekelilingnya. [Foto: Pexels]

  • Rata-rata jarak tempuh 10 atlet futsal remaja dalam tes lari 12 menit tercatat 2.216 meter.
  • Indeks massa tubuh rata-rata 18,94 kilogram per meter persegi digolongkan normal atau ideal.
  • Sprint 20 meter rata-rata 3,32 detik dan lompat tegak 42,20 sentimeter masuk kategori sedang.
  • Wall sit 76,40 detik dan sit up 29,30 ulangan masuk kategori baik.
  • Sampel kecil dan komposisi tubuh yang hanya diukur lewat indeks massa tubuh membatasi temuan ini.
Daftar Isi
  1. 10 Atlet Futsal Remaja Diuji dalam Satu Hari di Batujaya
  2. Berat 44–66 Kg, Tinggi 160–174 Cm, IMT 18,94
  3. Simpangan Baku Sprint 20 Meter Hanya 0,07 Detik
  4. Lompat Tegak 42,20 Cm Berhenti di Kategori Sedang
  5. Wall Sit 76,40 Detik dan Sit Up 29,30 Kali Berkategori Baik
  6. Push Up 26,40 Kali Hanya Sampai Kategori Sedang
  7. Tes Cooper 2.216 Meter dan Kapasitas Aerobik yang Belum Optimal
  8. 10 Subjek dan 1 Ukuran Komposisi Tubuh Membatasi Temuan

Cekricek.id — 2.216 meter adalah rata-rata jarak tempuh 10 atlet futsal remaja dalam tes lari 12 menit. Kategorinya sedang. Jarak terpendek 2.100 meter, terjauh 2.280 meter. Simpangan bakunya 55,35 meter. Sepuluh atlet itu berusia 14 sampai 16 tahun.

Tes 12 menit itu hanya satu pos. Pos lainnya berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, perhitungan indeks massa tubuh, sprint 20 meter, lompat tegak, wall sit, push up, dan sit up. Semua diambil pada 30 April 2026. Instrumennya alat ukur standar untuk tes dan pengukuran olahraga.

Hasilnya dimuat dalam artikel Anthropometric Profile and Physical Condition of Young Futsal Athletes Reviewed from a Sports Physiology Perspective. Artikel itu terbit di JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Volume 11 Nomor 1, Juni 2026, halaman 238–250. Tanggal terbitnya 2 Juni 2026.

Penulisnya tujuh orang dari Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia. Mereka adalah Irana Mery Alviana, Qorry Armen Gemael, Rafa Dinnantra Limastyningrum, Muhammad Lutfanpadil, Irfan Marhandika, Muhammad Rifky Arifin, dan Ajri Nurli Almuhtadi. Irana Mery Alviana tercatat sebagai penulis korespondensi.

Catatan tanggal di naskah tidak berurutan. Naskah tercatat diterima pada 8 Mei 2026. Tanggal revisi yang tercantum justru sesudahnya, 16 Mei 2026. Data lapangannya sendiri diambil lebih dulu, 30 April 2026. Baris penerimaan, revisi, dan terbit itu tercetak di bawah nama penulis dan afiliasinya.

10 Atlet Futsal Remaja Diuji dalam Satu Hari di Batujaya

Sepuluh atlet futsal remaja itu siswa peserta ekstrakurikuler futsal di sebuah madrasah tsanawiyah di Batujaya, Karawang. Teknik pengambilan sampelnya total sampling, yakni seluruh anggota populasi dipakai karena populasinya kecil. Usia mereka 14 sampai 16 tahun, rata-rata 14,6 tahun, simpangan baku 0,69.

Desainnya potong lintang. Pendekatannya kuantitatif dengan metode deskriptif, tanpa perlakuan apa pun terhadap subjek. Menurut paper, rentang usia yang sempit membuat kelompok sampel tergolong cukup homogen. Peneliti lebih dulu meminta izin sekolah sebelum data diambil, dan kerahasiaan data responden dijaga.

Alat ukurnya standar. Berat badan diukur dengan timbangan dalam kilogram. Tinggi badan diukur dengan stadiometer dalam sentimeter. Kecepatan diukur lewat lari 20 meter dalam satuan detik. Daya ledak diukur lewat lompat tegak dalam sentimeter. Daya tahan diukur lewat tes Cooper 12 menit dalam satuan jarak.

Data diolah dengan statistik deskriptif: rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum, dan simpangan baku. Hasilnya lalu ditafsirkan ke dalam norma untuk kelompok usia 14–16 tahun. Bagian metode menyebut empat norma, yakni baik sekali, baik, cukup, dan kurang. Norma itu dipakai untuk menggambarkan tingkat kebugaran jasmani atlet.

Kategori yang muncul di Tabel 1 tidak seluruhnya termasuk empat norma itu. Label sedang dipakai untuk sprint 20 meter, lompat tegak, push up, dan tes Cooper. Label baik dipakai untuk wall sit dan sit up. Indeks massa tubuh diberi label normal atau ideal.

Baca juga Self-Talk Positif dan Keputusan Atlet Futsal Remaja

Berat 44–66 Kg, Tinggi 160–174 Cm, IMT 18,94

Berat badan berkisar 44 sampai 66 kilogram. Rata-ratanya 53,30 kilogram dengan simpangan baku 6,12. Tinggi badan berkisar 160 sampai 174 sentimeter. Rata-ratanya 167,70 sentimeter dengan simpangan baku 4,65. Angka usia dan angka tubuh itu diambil pada hari yang sama.

Indeks massa tubuh rata-rata 18,94 kilogram per meter persegi. Rentangnya 16,36 sampai 22,66 dengan simpangan baku 2,09. Paper menggolongkannya normal atau ideal. Menurut paper, nilai itu menunjukkan komposisi tubuh yang proporsional antara massa lemak dan massa bebas lemak.

Menurut paper, komposisi tubuh yang seimbang menopang kelincahan, kecepatan perubahan arah, dan efisiensi metabolik atlet futsal remaja selama pertandingan. Persentase lemak tubuh yang berlebih disebut cenderung menurunkan kemampuan akselerasi dan menambah beban mekanis gerakan. Massa otot yang optimal disebut menyumbang pada produksi tenaga.

Gawang futsal berdiri di lapangan berubin kosong dengan tembok biru di belakangnya
Ilustrasi gawang futsal di lapangan berubin kosong dengan tembok biru di belakangnya. [Foto: Pexels]

Simpangan Baku Sprint 20 Meter Hanya 0,07 Detik

Sprint 20 meter menghasilkan catatan tercepat 3,22 detik dan terlambat 3,48 detik. Rata-ratanya 3,32 detik dengan simpangan baku 0,07 detik. Paper menggolongkan kemampuan kecepatan itu ke kategori sedang, bukan baik dan bukan kurang. Menurut paper, futsal menuntut kecepatan tinggi yang dilakukan berulang-ulang.

Label sedang itu diberi penjelasan di halaman yang sama. “Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan akselerasi atlet cukup baik, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam konteks tuntutan futsal akan kecepatan tinggi yang berulang,” tulis Irana Mery Alviana dan kawan-kawan di halaman 241.

Menurut paper, catatan sprint 20 meter kategori sedang mencerminkan dominasi sistem energi anaerobik alaktasid atau ATP-PC pada aktivitas eksplosif. Pemulihan antarsprint disebut bergantung besar pada sistem aerobik. Paper menempatkan sprint pendek berulang sebagai komponen dominan pertandingan futsal.

Lompat Tegak 42,20 Cm Berhenti di Kategori Sedang

Lompat tegak menghasilkan nilai terendah 39 sentimeter dan tertinggi 46 sentimeter. Rata-ratanya 42,20 sentimeter dengan simpangan baku 2,56. Paper menggolongkannya sedang. Menurut paper, daya ledak otot tungkai atlet futsal remaja itu cukup baik, tetapi masih perlu ditingkatkan.

Menurut paper, daya ledak otot berkaitan dengan kemampuan sistem saraf merekrut unit motorik secara cepat dan efisien. Kapasitas daya ledak yang belum optimal disebut dapat dipengaruhi frekuensi latihan, mutu program kondisi fisik, dan pengalaman berlatih. Di futsal, daya ledak dipakai untuk menembak, melompat, sprint awal, dan berbalik arah.

Baca juga Rahasia Lompatan Pemadam Kebakaran Ada di Belakang Paha

Wall Sit 76,40 Detik dan Sit Up 29,30 Kali Berkategori Baik

Wall sit menghasilkan rata-rata 76,40 detik. Rentangnya 68 sampai 85 detik dengan simpangan baku 4,92. Sit up menghasilkan rata-rata 29,30 ulangan. Rentangnya 25 sampai 33 ulangan dengan simpangan baku 2,53. Keduanya masuk kategori baik. Kedua tes itu dipakai untuk mengukur kekuatan sekaligus daya tahan otot.

Menurut paper, nilai baik pada wall sit dan sit up menandakan adaptasi positif pada sistem otot, terutama otot inti. Kekuatan otot inti disebut menjaga stabilitas tubuh dan menaikkan efisiensi transfer energi saat gerakan dinamis berlangsung. Secara keseluruhan, paper menilai kekuatan dan daya tahan otot atlet relatif baik, terutama pada otot inti dan otot statis.

Menurut paper, kekuatan otot inti yang baik juga menjaga postur saat kontak fisik, menggiring bola, dan berbalik arah cepat pada atlet futsal remaja. Stabilitas inti disebut menyalurkan gaya dari tungkai ke tubuh bagian atas. Paper menyebutnya faktor pelindung terhadap cedera muskuloskeletal akibat beban gerak berulang.

Push Up 26,40 Kali Hanya Sampai Kategori Sedang

Push up menghasilkan rata-rata 26,40 ulangan. Rentangnya 21 sampai 32 ulangan dengan simpangan baku 3,14. Paper menggolongkannya sedang, berbeda dari wall sit dan sit up yang berkategori baik. Ketiga tes itu sama-sama dipakai untuk mengukur kekuatan otot.

Penyebutan alat ukurnya tidak konsisten. Bagian metode menulis kekuatan otot diukur memakai uji dorong. Kalimat sesudahnya menyebut kinerja atlet diukur lewat push up, sit up, dan wall sit, yang dinyatakan dalam ulangan dan satuan waktu. Acuan instrumennya standar pengukuran kebugaran jasmani dari American College of Sports Medicine.

Tes Cooper 2.216 Meter dan Kapasitas Aerobik yang Belum Optimal

Tes Cooper 12 menit menghasilkan jarak terpendek 2.100 meter dan terjauh 2.280 meter. Rata-ratanya 2.216 meter dengan simpangan baku 55,35. Paper menggolongkannya sedang. “Skor daya tahan kardiorespirasi kategori sedang menunjukkan bahwa kapasitas aerobik atlet sudah cukup, tetapi belum optimal,” tulis tim itu di halaman 246.

Menurut paper, VO2maks berperan penting dalam pemulihan. Individu dengan VO2maks tinggi disebut memiliki kapiler otot lebih rapat, mitokondria lebih banyak, dan efisiensi pengantaran oksigen lebih baik. Kondisi itu disebut mempercepat regenerasi fosfokreatin pada masa istirahat dan menekan penumpukan laktat saat aktivitas berulang.

Lambang itu tercetak tidak utuh di naskah. Beberapa kali paper menulisnya VOmax, tanpa angka 2, baik di bagian pendahuluan maupun di pembahasan. Judul berjalan di kepala halaman juga tertulis Antropometric, berbeda dari judul artikel yang tertulis Anthropometric. Tabel 1 juga memuat kolom kriteria yang dikosongkan untuk variabel usia.

Baca juga 156 Atlet Sepak Takraw Pelajar dan Dua Angka yang Berbeda

Menurut paper, kapasitas aerobik kategori sedang masih menyisakan ruang perbaikan lewat program aerobik terstruktur seperti latihan interval atau permainan sisi kecil. Di futsal, pemain dituntut menjaga intensitas tinggi sepanjang pertandingan dengan waktu pemulihan pendek. Kapasitas aerobik yang baik disebut juga mempercepat pemulihan antarsprint berulang.

10 Subjek dan 1 Ukuran Komposisi Tubuh Membatasi Temuan

Keterbatasan ditulis di halaman 247. “Penelitian ini dibatasi oleh ukuran sampel yang relatif kecil, penggunaan pendekatan deskriptif tanpa analisis hubungan antarvariabel, dan penggunaan pengukuran komposisi tubuh yang hanya memakai indeks massa tubuh,” tulis Irana Mery Alviana dan rekan-rekannya.

Tim menyarankan penelitian berikutnya memakai sampel lebih besar, metode pengukuran komposisi tubuh yang lebih akurat, dan analisis statistik inferensial. Kepada pelatih, tim menyarankan program latihan yang menyasar daya tahan aerobik dan daya ledak otot, yakni latihan interval intensitas tinggi dan pliometrik.

“Variasi data yang relatif kecil pada semua variabel juga menunjukkan bahwa tingkat kemampuan fisik antaratlet cukup homogen,” tulis tim itu di halaman 242. Simpangan baku pada tes Cooper tercatat 55,35 meter, pada wall sit 4,92 detik, pada push up 3,14 ulangan, dan pada sprint 20 meter 0,07 detik.

Kesimpulan paper menempatkan profil kondisi fisik atlet futsal remaja usia 14–16 tahun itu pada kategori sedang sampai baik. Komponen kekuatan otot berada di kategori baik. Kecepatan, daya ledak, dan daya tahan kardiorespirasi masih di kategori sedang, sehingga dinyatakan belum optimal.

Angka terakhir studi ini adalah 10, yakni jumlah atlet futsal remaja yang diukur. Paper tidak mengukur ulang kesepuluh anak itu setelah program latihan yang disarankannya dijalankan.

Bagikan

Baca Juga

Keterampilan Hidup Atlet Muda Naik di Kompetisi Terintegrasi
Tes Keterampilan Bola Tangan Memakai Dinding Selama 30 Detik
Waktu Reaksi Pemain Bulu Tangkis Ganda 0,026 Detik Lebih Cepat
Self-Talk Positif dan Keputusan Atlet Futsal Remaja
Genggaman Timpang Atlet Anggar Kursi Roda Elite
Dinding Tiga Meter dan Ketepatan Smash Bola Voli