Biaya Stroke Hungaria Bisa Turun 99 Juta Euro Tanpa Kegemukan

A A

Ilustrasi sepasang kaki telanjang berdiri di atas timbangan badan analog berwarna putih [Foto: Frank C. Müller/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • Gabungan kelebihan berat badan dan obesitas mencapai 72,5 persen dari orang dewasa Hungaria.
  • Belanja kesehatan stroke Hungaria tahun 2022 tercatat 1,016 miliar euro.
  • Lima model internasional memberi taksiran penghematan 99 juta sampai 207 juta euro setahun.
  • Para penulis menyebut angka itu batas atas teoretis, bukan hasil kebijakan yang realistis.
  • Hungaria memerlukan registri stroke nasional untuk menguji penerapan model internasional.
Daftar Isi
  1. 1975 sampai 2022: Berat Badan Naik, Biaya Stroke Menumpuk
  2. Juni sampai Agustus 2022: Tujuh dari Sepuluh Orang Dewasa
  3. Tahap Berikutnya: Lima Model Risiko dari Luar Negeri
  4. Hitungan atas Biaya 2022: 99 Juta sampai 207 Juta Euro
  5. Sesudah Hitungan: Pajak Minuman, Sekolah, dan Alat Digital
  6. Yang Belum Tercatat: Batas Hitungan dan Pekerjaan Berikutnya

Pada 1 Juni 2022, penimbangan itu dimulai di Hungaria. Sampai 31 Agustus, relawan di 108 kotapraja naik ke alat ukur dalam program pemeriksaan kesehatan keliling bernama Helybe viszük a szűrővizsgálatokat, yang berarti membawa pemeriksaan ke tempat Anda. Dari catatan itu, 2.442 orang dewasa memiliki data berat dan tinggi badan yang lengkap.

Catatan tersebut kemudian diolah Tamas Jarecsny, Csilla Arvane Egri, Roland Kosik, Richard Schwab, Laszlo Mechtler, Gergo Jozsef Szollosi, Laszlo Schandl, Gyula Tomasics, Istvan Gyuricsko, Eszter Melinda Pazmandi, Ferenc Fazekas, dan Monika Fekete. Hasilnya terbit sebagai Economic burden of stroke attributable to excess body mass in Hungary: a population-attributable fraction analysis di BMC Public Health volume 26 tahun 2026. Jarecsny bekerja di Departemen Neurologi dan Stroke Saint John’s Central Hospital of North Buda, Budapest.

Hitungan mereka berujung pada satu angka uang. Bila seluruh orang dewasa Hungaria berbobot normal, belanja kesehatan untuk stroke secara teori bisa berkurang 99 juta sampai 207 juta euro setahun. Para penulis menyebut angka itu batas atas teoretis, bukan hasil kebijakan yang realistis.

1975 sampai 2022: Berat Badan Naik, Biaya Stroke Menumpuk

Latar yang dicatat naskah itu dimulai jauh sebelum penimbangan. Antara 1975 dan 2016, angka kelebihan berat badan dan obesitas di kawasan Eropa naik lebih dari dua kali, dari 10 persen menjadi 23 persen. Pada 2022, lebih dari 2,5 miliar orang dewasa di dunia kelebihan berat badan dan 890 juta hidup dengan obesitas.

Stroke punya catatan biayanya sendiri. Pada 2017, penyakit itu menelan 60 miliar euro di 32 negara Eropa, dan 27 miliar euro di antaranya biaya layanan kesehatan langsung. Para penulis mengaitkan naiknya biaya itu dengan penduduk yang menua serta makin banyaknya faktor risiko yang bisa diubah, seperti obesitas, hipertensi, dan gula darah tinggi.

Obesitas, tulis mereka, tidak hanya menjadi faktor risiko stroke secara langsung. Ia juga membuka jalan bagi penyakit penyerta yang masing-masing menaikkan risiko stroke, dan kerap muncul bersama faktor risiko lain. Proyeksi World Obesity Federation yang mereka kutip menyebut lebih dari 4 miliar orang, atau 51 persen umat manusia, akan hidup dengan berat badan berlebih pada 2035.

Hungaria, menurut naskah itu, memperlihatkan gejala tersebut dengan sangat jelas. Pada 2017, biaya stroke di negara itu diperkirakan 58 euro per penduduk. Pada 2022 angkanya menjadi 105 euro per penduduk, naik 81 persen, dengan total sekitar 1,02 miliar euro setahun.

Angka berat badannya juga menonjol. Data Eurostat 2019, yang bersumber dari laporan responden sendiri, mencatat 64,1 persen orang dewasa Hungaria kelebihan berat badan atau obesitas, sedangkan rata-rata Uni Eropa 51,6 persen. Data terukur OECD dan WHO untuk tahun yang sama menunjukkan sekitar 68 persen.

Yang belum tersedia adalah hitungan penghubung keduanya. Bukti tentang berapa bagian beban stroke Hungaria yang terkait berat badan berlebih, tulis para penulis, masih terbatas. Belum pernah pula ada model risiko berat badan dan stroke yang disusun atau diuji pada penduduk Hungaria sendiri.

Baca juga Satu dari Sepuluh Orang Dewasa Malaysia Gemuk dan Hipertensi

Juni sampai Agustus 2022: Tujuh dari Sepuluh Orang Dewasa

Penimbangan tiga bulan itu menyediakan data berat badannya. Dari 5.059 relawan, 2.442 orang dewasa masuk hitungan, terdiri atas 1.737 perempuan dan 705 laki-laki dengan usia rata-rata 52,9 tahun. Angkanya lalu disesuaikan menurut jenis kelamin dan umur agar sejalan dengan sensus Hungaria 2022.

Hasilnya, 40,3 persen tergolong obesitas dan 30,5 persen kelebihan berat badan. Hanya 27 persen yang berbobot normal, dan 2,3 persen berbobot kurang. Gabungan kelebihan berat badan dan obesitas, menurut naskah itu, mencapai 72,5 persen, kira-kira tujuh dari sepuluh orang dewasa.

Indeks massa tubuh, yaitu berat badan dibagi kuadrat tinggi badan, rata-rata 29,7 dengan nilai tengah 28,9. Sebelum penyesuaian, berat badan berlebih tercatat pada 77,2 persen perempuan dan 63,9 persen laki-laki. Para penulis menyebut pola itu sejalan dengan data internasional tentang obesitas yang lebih tinggi pada perempuan di negara berpendapatan tinggi.

Berat badan dan biaya stroke Hungaria, sekilasBerat badan dan biaya stroke Hungaria, sekilasBerat badan dan biaya stroke Hungaria, sekilasAngka pokok dari penimbangan dan hitungan biaya2.442orang dewasaditimbang pada202272,5%berat berlebihtermasukobesitas1,016miliar eurobiaya stroke202299-207juta eurotaksiran hematsetahunJalan risetnya108 kotaprajaJuni-Agustus 2022Lima model risiko
Sumber: Tamas Jarecsny, Csilla Arvane Egri, Roland Kosik, Richard Schwab, Laszlo Mechtler, Gergo Jozsef Szollosi, Laszlo Schandl, Gyula Tomasics, Istvan Gyuricsko, Eszter Melinda Pazmandi, Ferenc Fazekas, Monika Fekete, Economic burden of stroke attributable to excess body mass in Hungary: a population-attributable fraction analysis, BMC Public Health, 26, 2026. Grafik: Cekricek.id

Dibanding tetangganya, Hungaria berada di atas. Naskah itu mencatat Slowakia 59,2 persen dan Rumania 54,7 persen, selisih 13 sampai 18 poin persentase. Terhadap rata-rata Uni Eropa, angka Hungaria lebih tinggi 20,9 poin persentase.

Kenaikan 8,4 poin persentase antara 2019 dan 2022 juga mereka catat. Menurut para penulis, lonjakan itu mungkin mencerminkan dampak pandemi COVID-19, antara lain berkurangnya aktivitas fisik, berubahnya pola makan, dan terganggunya layanan pencegahan. Sebagian selisih, tulis mereka, juga lahir dari perbedaan antara data yang diukur dan data yang dilaporkan sendiri.

Tahap Berikutnya: Lima Model Risiko dari Luar Negeri

Langkah berikutnya adalah menghitung bagian kasus stroke yang terkait berat badan berlebih. Karena Hungaria tidak punya model sendiri, para penulis meminjam lima model internasional. Kelimanya adalah HUNT Study dari Norwegia, kohort laki-laki CHARLS dari Tiongkok, Physicians’ Health Study dari Amerika Serikat, sebuah meta-analisis internasional, dan INTERSTROKE dari 32 negara.

HUNT mengikuti 14.139 orang selama 12 tahun dan mendapati risiko stroke iskemik sekitar 30 persen lebih tinggi pada peserta yang kelebihan berat badan dan obesitas. Physicians’ Health Study, yang melibatkan 21.867 dokter laki-laki, mencatat risiko stroke hampir dua kali pada obesitas dibanding berat normal. Meta-analisis itu menggabungkan 24 penelitian dengan sekitar 5,8 juta peserta.

Dengan model HUNT, 9,7 persen kasus stroke terkait berat badan berlebih. CHARLS memberi angka 16,3 persen, INTERSTROKE 18,7 persen, meta-analisis 20,1 persen, dan Physicians’ Health Study 20,4 persen. Rata-rata kelimanya 17 persen, dan para penulis mencatat kecenderungan tengahnya berkumpul di rentang 10 sampai 20 persen.

Baca juga Pasien Stroke yang Makan Sehat Malah Rentan Multimorbiditas

Hitungan atas Biaya 2022: 99 Juta sampai 207 Juta Euro

Persentase itu lalu dikalikan dengan belanja kesehatan stroke Hungaria tahun 2022, yaitu 1,016 miliar euro menurut data asuransi kesehatan nasional. Model HUNT, yang paling hati-hati, menghasilkan penghematan 99 juta euro setahun. Physicians’ Health Study memberi angka tertinggi, 207 juta euro.

Tiga model lain berada di antaranya. CHARLS menghasilkan 166 juta euro, INTERSTROKE 190 juta euro, dan meta-analisis 204 juta euro. Rata-rata kelima model 173 juta euro setahun, yang menurut para penulis berarti kira-kira seperenam belanja stroke saat ini.

Taksiran hemat biaya stroke HungariaHUNT Study: Juta euro +99; CHARLS (laki-laki): Juta euro +166; INTERSTROKE: Juta euro +190; Meta-analisis: Juta euro +204; Physicians' Health: Juta euro +207.Taksiran hemat biaya stroke HungariaJuta euro setahun, menurut lima model risiko501001502002500HUNT Study99CHARLS (laki-laki)166INTERSTROKE190Meta-analisis204Physicians' Health207
Sumber: Tamas Jarecsny, Csilla Arvane Egri, Roland Kosik, Richard Schwab, Laszlo Mechtler, Gergo Jozsef Szollosi, Laszlo Schandl, Gyula Tomasics, Istvan Gyuricsko, Eszter Melinda Pazmandi, Ferenc Fazekas, Monika Fekete, Economic burden of stroke attributable to excess body mass in Hungary: a population-attributable fraction analysis, BMC Public Health, 26, 2026. Grafik: Cekricek.id

Tiap angka membawa rentang ketidakpastian. Untuk HUNT rentangnya 75 juta sampai 127 juta euro, dan untuk Physicians’ Health Study 145 juta sampai 265 juta euro. Rentang terlebar ada pada meta-analisis, 35 juta sampai 362 juta euro, yang oleh para penulis dikaitkan dengan beragamnya penelitian di dalamnya.

Semua angka itu berlaku pada satu skenario, yaitu seluruh orang dewasa mencapai berat normal. “Penurunan indeks massa tubuh di tingkat populasi dapat mengurangi belanja kesehatan tahunan Hungaria terkait stroke setidaknya 99 juta euro, yang merupakan potensi penghematan yang besar,” tulis Tamas Jarecsny dari Departemen Neurologi dan Stroke Saint John’s Central Hospital of North Buda bersama sebelas rekannya, dalam naskah yang aslinya berbahasa Inggris.

Sesudah Hitungan: Pajak Minuman, Sekolah, dan Alat Digital

Sesudah angka penghematan berdiri, naskah itu beralih ke cara menurunkan berat badan penduduk. Pajak minuman berpemanis, menurut penelitian yang mereka kutip, menurunkan indeks massa tubuh 0,3 sampai 0,8 kilogram per meter persegi. Program berbasis sekolah menunjukkan imbal hasil 6 sampai 55 dolar untuk tiap satu dolar yang ditanam.

Program kesehatan di tempat kerja yang menjangkau 15 sampai 20 persen karyawan menghasilkan penurunan 1,8 sampai 2,1 kilogram per meter persegi. Para penulis juga menyebut alat digital, seperti pelacak aktivitas yang dikenakan di badan, timbangan tersambung, dan aplikasi pemantau makanan. Alat semacam itu biasanya menurunkan berat badan 1 sampai 2 kilogram dalam 6 sampai 12 bulan dibanding perawatan standar saja.

Usul itu mereka kaitkan dengan keadaan Hungaria. Pemantauan klinis berkelanjutan masih terbatas di daerah perdesaan dan daerah yang kurang terlayani. Pemantauan dari rumah dengan alat tersambung, tulis mereka, dapat membantu menutup celah itu dan mengenali lebih dini orang yang paling berisiko stroke.

Naskah itu juga mencatat faktor risiko stroke lain yang menumpuk di Hungaria, yaitu hipertensi 35,2 persen, gangguan lemak darah 55,2 persen, dan merokok 29,6 persen. Sebanyak 59 persen orang dewasa tercatat kurang aktif secara fisik. Karena itu, para penulis menilai penanganannya memerlukan pendekatan menyeluruh lintas sektor.

Baca juga PM2.5 Chiang Mai Telan Biaya Pernapasan Sampai 460 Ribu Dolar

Yang Belum Tercatat: Batas Hitungan dan Pekerjaan Berikutnya

Para penulis mencatat sejumlah keterbatasan. Peserta datang secara sukarela, sehingga bias seleksi mungkin terjadi, dan penyesuaian hanya mencakup umur serta jenis kelamin. Keterwakilan menurut wilayah, status sosial ekonomi, dan pendidikan tetap tidak pasti.

Model risiko dari luar negeri mungkin tidak sepenuhnya menangkap ciri penduduk Hungaria. Hitungan biaya pun mengandaikan belanja stroke turun sebanding dengan turunnya jumlah kasus. Dalam kenyataan, tulis mereka, penghematan yang sebenarnya bisa sedikit lebih tinggi atau lebih rendah daripada taksiran itu.

Pekerjaan berikutnya sudah mereka sebut. Hungaria memerlukan registri stroke nasional untuk menguji penerapan model internasional dan mencatat pola kejadian stroke yang sebenarnya. Penelitian yang mengikuti berat badan, gaya hidup, dan kesehatan penduduk dari waktu ke waktu akan memberi taksiran risiko yang lebih tepat.

Analisis biaya mendatang, menurut mereka, perlu memasukkan produktivitas dan biaya perawatan oleh keluarga. Potensi penghematan paling sedikit 99 juta euro setahun itu, tulis mereka, menjadi bukti kuat bagi tindakan kebijakan yang segera dan investasi berkelanjutan pada intervensi kesehatan penduduk.

Bagikan

Baca Juga

Separuh Lebih Keluarga Suku di India Tanpa Jaminan Kesehatan
Keracunan Pestisida di Zibo Naik, Herbisida Paling Mematikan
Perang Iran Ancam Ketahanan Pangan Afrika, Harga Pupuk Melonjak
Murid SD Malaysia Cakap Menjaga Diri, Sikap Positif Belum Separuh
Foto Makanan Sehat yang Menggoda Lebih Diminati Remaja India
Penyakit Jantung Keshan Masih Berkumpul di Utara Tiongkok