Keracunan Pestisida di Zibo Naik, Herbisida Paling Mematikan

A A

Hamparan ladang gandum menguning di Laoling, Provinsi Shandong, Tiongkok, dengan jalur sempit di tengah [Foto: Suginami/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • Sampai 2023, rumah sakit dan klinik di berbagai tingkat melaporkan 762 kasus keracunan pestisida di Zibo.
  • Dari 762 orang itu, 134 meninggal, sehingga tingkat kematiannya 17,6 persen.
  • Dari 87 orang yang keracunan herbisida, 42 meninggal, atau 48,3 persen.
  • Pada 2023 tercatat 147 kasus, terbanyak dalam sepuluh tahun.
  • Kasus di tempat pengobatan tidak resmi tidak masuk sistem, sehingga angka kejadian mungkin lebih rendah daripada kenyataan.
Daftar Isi
  1. 2006–2007: pelaporan dimulai, 46 pestisida ditarik
  2. 2014: hitungan sepuluh tahun dibuka
  3. 2015: tahun paling sepi, lalu kurva menanjak
  4. Maret sampai Oktober: bulan-bulan yang ramai
  5. 2020: kasus melonjak pada tahun pandemi
  6. 2023: puncak kasus dan empat usulan

Juli 2006 menjadi awal pencatatan. Pada bulan itu pemerintah Tiongkok mewajibkan setiap kasus keracunan pestisida dilaporkan secara daring ke sistem informasi pengendalian penyakit nasional. Dari sistem itulah, bertahun-tahun kemudian, catatan sepuluh tahun Kota Zibo di Provinsi Shandong ditarik dan dihitung ulang.

Penghitungnya adalah Ning Li, Guangyong Liu, Huali Duan, Fengjiang Song, dan Yitang Liu. Laporan mereka berjudul Epidemiological analysis of pesticide poisoning cases in Zibo City, Shandong Province, China: a decade-long study (2014–2023) dan terbit di jurnal BMC Public Health tahun 2026. Empat penulis bekerja di Zibo Center for Disease Control and Prevention, satu lagi di Zibo First Hospital.

Hasilnya dua garis yang berlawanan arah. Kasus keracunan pestisida di Zibo terus bertambah sepanjang 2014 sampai 2023. Sebaliknya, bagian dari kasus itu yang berakhir dengan kematian berangsur mengecil. Di antara semua jenis racun, herbisida mencatat tingkat kematian tertinggi.

2006–2007: pelaporan dimulai, 46 pestisida ditarik

Tiongkok, menurut naskah itu, memakai sekitar 1,4 juta ton pestisida setiap tahun. Angka itu disebut yang tertinggi di dunia. Shandong sendiri menempati peringkat pertama di negeri itu dalam nilai hasil pertanian, kehutanan, peternakan, dan perikanan.

Setahun sesudah pelaporan wajib dimulai, langkah kedua menyusul. Sejak 2007 pemerintah menghapus secara bertahap 46 pestisida yang tergolong sangat berbahaya. Para penulis mencatat bahwa langkah itu mengurangi peredaran racun paling keras, tetapi kejadian keracunan tetap tinggi, terutama di perdesaan.

Zibo terletak di bagian tengah Shandong. Petaninya menanam gandum, jawawut, sayur, dan buah, yang semuanya memerlukan pestisida secara teratur. Kota ini dipilih karena pertanian tradisional dan modern berjalan berdampingan di sana, sementara sistem pemantauan keracunannya sudah lengkap.

Dari awal pelaporan sampai puncak kasusDari awal pelaporan sampai puncak kasusDari awal pelaporan sampai puncak kasusKeracunan pestisida di Kota Zibo, Shandong2006Pelaporan daring wajib dimulai pada Juli2007Penghapusan bertahap 46 pestisida sangat berbahayadimulai2014Awal masa yang dianalisis di Zibo2015Kasus paling sedikit: 302020Kasus naik 28,7 persen, tingkat kematian 13,9 persen2023Kasus paling banyak: 147Seluruhnya 762 kasus pada 2014-2023.
Sumber: Ning Li, Guangyong Liu, Huali Duan, Fengjiang Song, dan Yitang Liu, Epidemiological analysis of pesticide poisoning cases in Zibo City, Shandong Province, China: a decade-long study (2014–2023), BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

2014: hitungan sepuluh tahun dibuka

Masa yang dihitung dimulai pada 2014. Sampai 2023, rumah sakit dan klinik di berbagai tingkat melaporkan 762 kasus keracunan pestisida di Zibo. Laki-laki berjumlah 400 orang atau 52,5 persen. Rata-rata usia korban 55 tahun, dan setiap tahun ada 1,63 kasus untuk tiap 100.000 penduduk.

Dari 762 orang itu, 134 meninggal. Tingkat kematiannya 17,6 persen. Para penulis membandingkannya dengan laporan dari tempat lain di Tiongkok pada masa yang sama, yakni 5,3 persen di Provinsi Zhejiang, 5,5 persen di Provinsi Jiangsu, dan 11,8 persen di Kota Quzhou. Angka Zibo jauh di atas ketiganya.

Korban terbanyak berusia 65 sampai 75 tahun, yaitu 156 orang atau 20,5 persen. Kelompok 45 sampai 55 tahun hampir menyamainya dengan 155 orang. Kematian tercatat di semua kelompok usia mulai 15 tahun ke atas, dan tingkatnya cenderung naik seiring umur.

Anak di bawah 15 tahun hanya 31 orang, atau 4,1 persen dari seluruh kasus, dan tidak seorang pun meninggal. Namun porsi mereka membesar di antara kasus tertelan tidak sengaja, yakni 12,1 persen. Para penulis menyebut kelompok ini rentan terhadap racun yang tersimpan di rumah.

Baca juga Bibit Ginseng Jawa Ditanam di Salimpek, Pestisida Tetap Dipakai

2015: tahun paling sepi, lalu kurva menanjak

Tahun kedua justru menjadi titik terendah. Pada 2015 hanya 30 kasus yang dilaporkan. Secara keseluruhan, angka kejadian cenderung naik sepanjang 2014 sampai 2023. Kenaikan terutama datang dari dua kelompok, yaitu keracunan tidak sengaja dan keracunan yang disengaja.

Keracunan saat bekerja berbeda jalannya. Jumlahnya tetap rendah dan relatif stabil dari 2014 sampai 2023, seluruhnya 39 kasus atau 5,1 persen. Tidak satu pun dari pekerja itu meninggal. Tingkat kematian kelompok ini nol selama sepuluh tahun berturut-turut.

Kelompok tidak sengaja mencakup 198 kasus, atau 26 persen, dengan 10 kematian. Kelompok terbesar adalah mereka yang menelan pestisida dengan sengaja, 525 kasus atau 68,9 persen. Dari kelompok ini 124 orang meninggal, sehingga tingkat kematiannya 23,6 persen, tertinggi di antara ketiganya.

Sebaran usia kelompok terakhir itu mengikuti sebaran seluruh kasus. Keracunan saat bekerja terkumpul pada usia 35 sampai 75 tahun. Keracunan tidak sengaja muncul di dua ujung, yaitu pada orang berusia 45 tahun ke atas dan pada anak di bawah 15 tahun.

Maret sampai Oktober: bulan-bulan yang ramai

Setiap tahun polanya berulang. Sebagian besar kasus terjadi antara Maret dan Oktober. Keracunan saat bekerja paling banyak pada Juli dan Agustus. Keracunan yang disengaja menyerupai pola itu dan memuncak antara Juni dan Agustus, sedangkan kasus tidak sengaja terkumpul dari April sampai September.

Para penulis mengaitkan pola ini dengan musim sibuk pertanian. Pada bulan-bulan itu pemakaian pestisida meningkat. Suhu tinggi juga membuat pestisida lebih mudah menguap. Keduanya, tulis mereka, bersama-sama menaikkan risiko terpapar dan memberi arah yang jelas bagi pencegahan musiman.

Peta wilayahnya tidak seragam. Kasus terbanyak dilaporkan dari Distrik Linzi, disusul Zichuan dan Gaoqing. Tingkat kematian yang lebih tinggi justru tercatat di Huantai, Yiyuan, dan Boshan. Dua daftar itu tidak sepenuhnya bertumpang-tindih.

Untuk Linzi dan Zichuan, para penulis menunjuk struktur ekonomi yang bertumpu pada pertanian dan warga yang sering bersentuhan dengan pestisida. Untuk Huantai dan Yiyuan, mereka menduga kondisi ekonomi setempat dan sumber daya medis yang terbatas membuat pertolongan terlambat. Mereka juga mengingatkan bahwa kasus di beberapa wilayah sangat sedikit sehingga angkanya mudah berubah.

Dari situ lahir satu kalimat tegas. “Karena itu, perlu disusun strategi pencegahan dan pengobatan yang berbeda-beda berdasarkan ciri industri dan keadaan medis tiap wilayah,” tulis Ning Li dan rekan-rekannya dalam naskah yang aslinya berbahasa Inggris.

Baca juga Petani Sedulur Sikep di Pati Mulai Memakai Pupuk Kimia

2020: kasus melonjak pada tahun pandemi

Tahun 2020 dicatat sebagai penyimpangan. Kasus yang dilaporkan naik 28,7 persen, sementara jumlah kematian tetap. Akibatnya tingkat kematian turun sementara ke 13,9 persen. Para penulis mengaitkannya dengan gangguan selama pandemi, antara lain pemantauan kesehatan yang lebih ketat dan perubahan cara orang mencari pengobatan.

Pada masa yang sama, jenis racunnya ikut bergeser. Insektisida masih mendominasi dengan 596 kasus atau 78,2 persen. Herbisida menyusul dengan 87 kasus atau 11,4 persen, lalu rodentisida 5,8 persen. Di dalam kelompok insektisida, senyawa organofosfat menyumbang 84,3 persen, dan tiga perempatnya adalah diklorvos.

Urutan itu terbalik ketika yang dihitung adalah kematian. Dari 87 orang yang keracunan herbisida, 42 meninggal, atau 48,3 persen. Pada insektisida angkanya 14,6 persen. Untuk bahan tertentu, parakuat mencatat tingkat kematian 71,7 persen, herbisida lain 22 persen, dan diklorvos 17,9 persen.

Herbisida paling sering berakhir fatalHerbisida (87 kasus): Persen kasus yang meninggal +48,3%; Insektisida (596 kasus): Persen kasus yang meninggal +14,6%; Pestisida biokimia (16 kasus): Persen kasus yang meninggal +12,5%; Jenis lain (19 kasus): Persen kasus yang meninggal +10,5%; Rodentisida (44 kasus): Persen kasus yang meninggal +2,3%.Herbisida paling sering berakhir fatalTingkat kematian kasus menurut jenis pestisida, Zibo 2014-202320%40%60%0Herbisida (87 kasus)48,3%Insektisida (596 kasus)14,6%Pestisida biokimia (16 kasus)12,5%Jenis lain (19 kasus)10,5%Rodentisida (44 kasus)2,3%
Sumber: Ning Li, Guangyong Liu, Huali Duan, Fengjiang Song, dan Yitang Liu, Epidemiological analysis of pesticide poisoning cases in Zibo City, Shandong Province, China: a decade-long study (2014–2023), BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Para penulis lalu menyandingkan dasawarsa ini dengan masa 2006 sampai 2013. Susunan jenis racunnya berbeda secara bermakna. Porsi keracunan organofosfat menurun. Sebaliknya, keracunan herbisida dan pestisida jenis lain cenderung bertambah.

Empat hal ternyata berkaitan dengan risiko meninggal di rumah sakit. Usia adalah yang pertama, dengan risiko yang makin tinggi pada kelompok 55 tahun ke atas dibanding mereka yang di bawah 25 tahun. Tiga lainnya adalah jenis kelamin perempuan, paparan herbisida, dan menelan pestisida dengan sengaja.

Besarnya berbeda-beda. Risiko perempuan 1,69 kali risiko laki-laki. Herbisida membawa risiko 1,79 kali insektisida. Mereka yang sengaja menelan pestisida menanggung risiko 2,71 kali kelompok yang keracunan saat bekerja. Soal herbisida, para penulis menyebut mekanisme racunnya dan sulitnya pengobatan sebagai kemungkinan penjelasan.

Baca juga Tiga Peran Penyuluh Pertanian Padang Masih Setengah Jalan

2023: puncak kasus dan empat usulan

Tahun terakhir adalah tahun tertinggi. Pada 2023 tercatat 147 kasus, terbanyak dalam sepuluh tahun. Tingkat kematian berangsur menurun sepanjang masa pencatatan itu. Untuk kelompok yang sengaja menelan pestisida, tingkat itu masih tinggi tetapi jelas menurun.

Menurut para penulis, turunnya tingkat kematian mengisyaratkan penanganan gawat darurat yang membaik. Kasus yang terus bertambah menandakan hal sebaliknya di sisi pencegahan. Mereka menyebut tiga celah, yaitu aturan akses terhadap pestisida, cara penyimpanan yang aman, dan penyuluhan kesehatan di tingkat warga.

Empat usulan mereka ajukan. Pertama, penyuluhan dan pelatihan rutin pada musim tanam serta anjuran memakai pestisida berdaya racun rendah. Kedua, pengawasan pasar yang lebih ketat atas pestisida sangat beracun. Ketiga, pendidikan dan konseling psikologis bagi lansia, anak, dan orang dewasa muda. Keempat, penguatan layanan gawat darurat di fasilitas kesehatan dasar.

Catatan ini punya batas yang diakui penulisnya. Kasus yang ditangani di tempat pengobatan tidak resmi tidak masuk sistem, sehingga angka kejadian mungkin lebih rendah daripada kenyataan. Beberapa kelompok juga berjumlah kecil. Angka kejadian per distrik tidak dapat dihitung karena data penduduk hanya tersedia untuk tingkat kota.

Batas berikutnya menyangkut tempat. “Penelitian ini terbatas pada Kota Zibo; karena itu, hasilnya tidak dapat langsung diterapkan pada wilayah lain,” tulis Ning Li dan rekan-rekannya. Kelima penulis meminta riset berikutnya memperluas cakupan data.

Satu pekerjaan lain mereka tinggalkan untuk masa depan. Para penulis menyatakan perlu penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas langkah-langkah yang mereka usulkan.

Bagikan

Baca Juga

Murid SD Malaysia Cakap Menjaga Diri, Sikap Positif Belum Separuh
Foto Makanan Sehat yang Menggoda Lebih Diminati Remaja India
Penyakit Jantung Keshan Masih Berkumpul di Utara Tiongkok
Hampir Separuh Pekerja Tiongkok di Uganda Pernah Kena Malaria
Unggahan Vaksin Flu di Weibo Tiongkok Mayoritas Bernada Positif
Patah Tulang Panggul Lebih Mengintai Lansia Arab di Israel