- Biaya pernapasan akibat PM2.5 di Chiang Mai 14.119 sampai 460.122 dolar setahun, tergantung skenario
- Tiap kenaikan satu mikrogram PM2.5 menambah biaya 403 sampai 13.159 dolar di seluruh provinsi
- PPOK dan asma menyerap dua pertiga total, tetapi per kasus infeksi 3,6 kali lebih mahal
- Simpul Chiang Mai City 36,73 persen beban; musim kabut tidak menaikkan biaya per kasus
Daftar Isi
Udara kotor Chiang Mai menelan biaya pengobatan sampai 460 ribu dolar. Angka persisnya 460.122,58 dolar Amerika untuk satu tahun fiskal, dan semuanya biaya penyakit pernapasan yang dikaitkan dengan partikel halus PM2.5. Angka itu baru skenario tertinggi, sebab skenario terendahnya hanya 14.119,75 dolar.
Hitungan itu ditulis Pheerasak Assavanopakun, Kannika Jarernwong, Sate Sampattagul, dan Jinjuta Panumasvivat dalam Treatment costs and determinants in PM2.5-attributable respiratory diseases: evidence from Northern Thailand, terbit di BMC Public Health volume 26 nomor artikel 842, tahun 2026. Keempatnya bekerja di Chiang Mai University, Thailand.
Udara Tiga Kali Batas
Chiang Mai berada di Thailand utara. Kadar PM2.5 di sana termasuk yang tertinggi di dunia, sebagian karena asap lintas batas yang tidak terhindarkan. Selama tahun fiskal 2023, rerata tahunannya 42,59 mikrogram per meter kubik.
Pedoman WHO menetapkan batas 5 mikrogram per meter kubik. Standar Thailand sendiri 15, tiga kali lipat batas WHO, dan rerata Chiang Mai tahun itu hampir sembilan kali batas WHO. Pada musim kabut asap, kadarnya bisa lebih dari 60 mikrogram per meter kubik.
Musim polusi tinggi berlangsung Desember sampai Mei, dengan rerata sepuluh tahun 42,91 mikrogram per meter kubik. Musim rendah Juni sampai November, reratanya 12,14. Selisih keduanya dipakai peneliti untuk membedakan dua musim.
Data biaya berasal dari rumah sakit pemerintah di 25 distrik, tercatat 10.455 kasus rawat jalan dan 601 kasus rawat inap. Rumah sakit swasta dan rumah sakit pendidikan tidak dihitung. Hanya biaya medis langsung yang masuk: rawat inap, laboratorium, tindakan, dan obat.
Penyakit yang dihitung ada enam kelompok: influenza, faringitis, pneumonia, bronkitis akut, PPOK, dan asma. PPOK dan asma digolongkan non-infeksi, empat sisanya infeksi. Pembagian itu mengikuti sistem pembayaran rumah sakit Thailand.
PPOK mendominasi rawat jalan dengan porsi 74,01 persen dari seluruh kasus, disusul asma 13,96 persen. Di rawat inap, PPOK 55,24 persen dan asma 33,94 persen. Usia rerata pasien 32,04 tahun di rawat jalan dan 44,05 tahun di rawat inap.
Biaya rerata satu kunjungan rawat jalan 17,16 dolar, dengan median 9,63 dolar. Biaya rerata satu kasus rawat inap 376,47 dolar, dengan lama rawat rerata 3,34 hari. Kasus rawat inap termahal mencapai 10.521,43 dolar dan terlama 39 hari.
Baca juga Ketika Kepercayaan pada Dokter Dalam Negeri Retak
Tiga Skenario Biaya
Peneliti tidak memberi satu angka saja. Mereka membagi biaya ke tiga skenario, yaitu minimum, medium, dan maksimum, mengikuti tingkat keparahan dan pemakaian layanan. Skenario minimum menghasilkan 14.119,75 dolar setahun, medium 93.951,95 dolar, dan maksimum 460.122,58 dolar.
Per kasus, ketiga skenario itu 1,28 dolar, 8,50 dolar, dan 41,62 dolar. Jarak antara skenario terendah dan tertinggi lebih dari 32 kali lipat. Peneliti sendiri menyebut angka minimum tidak sesuai harapan.
Sebabnya, sebagian biaya rawat jalan tercatat nol, dan itu mereka anggap tidak masuk akal. Biaya nol itu diduga soal administrasi. Rumah sakit bisa menagih biaya pasien jaminan kesehatan semesta ke kantor jaminan nasional belakangan, dan sebelum klaim diproses biayanya tercatat nol.
Peneliti juga menghitung tambahan biaya tiap kenaikan satu mikrogram PM2.5 per meter kubik. Hasilnya berkisar 403,84 sampai 13.159,87 dolar setahun untuk seluruh provinsi. Per kasus, tambahannya 0,04 sampai 1,19 dolar.
Angka itu memakai koefisien lokal Chiang Mai sebesar 0,00401 untuk penyakit pernapasan, dengan titik nol batas WHO 5 mikrogram per meter kubik. Semua biaya dikonversi dengan kurs 32,62 baht per dolar. Peneliti mengutip studi Amerika Serikat sebagai pembanding, tempat biaya pengobatan asma naik 15 sampai 93 dolar tiap kenaikan satu mikrogram PM2.5 bulanan.
PPOK dan Asma Termahal
Penyakit non-infeksi menelan biaya lebih besar. Pada skenario maksimum, PPOK dan asma menyerap 308.767,84 dolar, sedangkan penyakit infeksi 151.354,74 dolar, kira-kira setengahnya. Tambahan biaya tiap satu mikrogram juga lebih besar di non-infeksi: 8.831 dolar berbanding 4.328,87 dolar.
Per kasus, urutannya terbalik. Satu kasus infeksi berbiaya 114,49 dolar pada skenario maksimum, sedangkan satu kasus non-infeksi hanya 31,72 dolar. Jadi non-infeksi mahal karena jumlahnya banyak, dan infeksi mahal per orangnya tetapi kasusnya sedikit.
Kota Paling Mahal
Beban terberat ada di simpul layanan Chiang Mai City. Nilainya 168.997,99 dolar, atau 36,73 persen dari total provinsi. Distrik Mueang sendiri menyumbang 102.878,88 dolar setahun, disusul Mae Rim 66.119,12 dolar dan Omkoi 44.556,46 dolar.
Rumah sakit provinsi dan rumah sakit rujukan tersier berada di distrik kota. Pasien dirujuk dari unit terdekat ke rumah sakit dengan kemampuan lebih tinggi menurut keparahan penyakit. Rumah sakit besar itu memakai lebih banyak tindakan dan pemeriksaan.
Pola itu muncul lagi pada analisis faktor. Untuk rawat jalan, biaya di empat wilayah pinggiran lebih rendah 22,66 sampai 28,39 dolar dibanding kota. Untuk rawat inap, selisihnya 343,40 sampai 393,22 dolar.
Tingkat fasilitas juga berpengaruh pada rawat jalan. Rumah sakit sekunder lebih mahal 10,96 dolar dari layanan primer, dan tersier lebih mahal 8,93 dolar. Tiap tambahan satu tahun usia pasien menambah 0,22 dolar, sedangkan jenis kelamin tidak berpengaruh.
Baca juga Harga Rumah Diramal sebagai Rentang, Bukan Satu Angka
Musim Kabut Tak Terbaca
Satu dugaan peneliti tidak terbukti. Biaya per kasus pada musim polusi tinggi tidak berbeda bermakna dari musim rendah, dengan selisih 0,56 dolar untuk rawat jalan dan 37,95 dolar untuk rawat inap. Jumlah kunjungannya pun hampir sama: 51,71 persen di musim tinggi dan 48,29 persen di musim rendah.
Peneliti menduga volume layanan yang setara di kedua musim menjadi sebabnya. Ada penjelasan lain dari cara pencatatan. Petugas tidak selalu menandai apakah sakit pasien terkait polusi, dan kode diagnosis khusus paparan polusi udara, Y97 dan Z58.1, jarang dipakai.
Untuk rawat inap, faktor terkuat justru lama rawat. Tiap tambahan satu hari menambah 108,49 dolar. Model rawat inap menjelaskan 58 persen variasi biaya, model rawat jalan hanya 9 persen.
Melampaui Jatah Jaminan
Peneliti membandingkan hasilnya dengan anggaran jaminan kesehatan semesta Thailand. Rerata anggaran per kapita pada tahun fiskal yang sama 103,8 dolar. Satu kasus infeksi pada skenario maksimum, 114,49 dolar, sudah melampaui itu.
Untuk seluruh penyakit pernapasan, rerata biayanya bisa memakan sampai 40 persen jatah itu. Total biaya maksimum setara 0,0134 persen produk regional bruto Chiang Mai 2023, yang nilainya 8.507,76 juta dolar. Per kapita, biaya maksimumnya 0,025 persen dari 4.750,80 dolar.
Kesimpulan mereka soal anggaran ditulis tegas. “Alokasi anggaran yang diturunkan semata-mata dari hak pengobatan standar mungkin terbukti tidak memadai, terutama pada tahun-tahun yang ditandai kadar PM2.5 tinggi,” tulis Pheerasak Assavanopakun dan rekan-rekannya dalam naskah berbahasa Inggris. Kalimat aslinya berbunyi budget allocation derived exclusively from standard treatment entitlements may prove inadequate, particularly in years characterized by elevated PM2.5 levels.
Peneliti mengakui kelemahan pendekatannya. Studi ini retrospektif dan memakai data sekunder yang mereka sebut mengandung berbagai ketaksaan. Biaya per kunjungan juga tidak sebanding langsung dengan anggaran tahunan per kapita.
Hanya biaya medis langsung yang dihitung. Biaya transportasi, perawatan keluarga, dan hilangnya produktivitas tidak masuk, sehingga beban sebenarnya mungkin lebih besar. Keparahan penyakit dan penyakit penyerta juga tidak tersedia dalam data.
Data tidak bisa memastikan penyakit mana yang benar-benar akibat PM2.5. Sensor murah DustBoy dan data agregat provinsi membuka peluang kekeliruan ekologis. Kanker paru, yang butuh paparan bertahun-tahun, tidak dihitung sama sekali.
Baca juga RPJMD Rajin Menulis Target, Hemat Menulis Capaian Lalu
Angka yang Perlu Dicek
Beberapa hal dalam naskah bisa diperiksa pembaca. Tahun fiskal 2023 didefinisikan Oktober 2022 sampai September 2023. Namun bagian hasil dan judul Tabel 1 menulis Oktober 2022 sampai November 2023, empat belas bulan.
Tabel 1 membagi kasus rawat inap menurut musim: 657 di musim rendah dan 659 di musim tinggi. Jumlahnya 1.316, padahal total kasus rawat inap disebut 601. Naskah tidak menjelaskan selisih itu.
Teks hasil menyebut biaya rawat inap di wilayah pinggiran lebih rendah 343,40 sampai 393,22 dolar. Tabel 4 mencantumkan San Sai lebih rendah 398,21 dolar, di luar rentang itu. Batas bawah selang kepercayaan Chom Thong di tabel yang sama tertulis minus 5.713,09, jauh dari koefisiennya minus 337,94.
Abstrak menulis penyakit non-infeksi berbiaya sekitar dua kali penyakit infeksi. Itu benar untuk total provinsi. Per kasus, infeksi justru lebih mahal 3,6 kali.
Sisa Pertanyaan
Peneliti mengusulkan sistem pencatatan biaya yang lebih rapi dan pemakaian kode diagnosis polusi. Mereka juga menyebut pengalihan rumah sakit primer ke pemerintah daerah sebagai peluang menambal anggaran musim kabut. Keduanya berada di luar data studi ini.
Yang tersisa adalah satu rentang lebar. Antara 14 ribu dan 460 ribu dolar, angka mana yang paling dekat kenyataan belum bisa dijawab.















