- Jaksa agung dari delapan negara bagian AS menggugat OpenAI di berbagai pengadilan.
- Gugatan menuduh ChatGPT memperkuat delusi, mendorong perilaku berbahaya, dan membantu merencanakan kekerasan.
- Negara bagian meminta OpenAI mengubah cara kerja ChatGPT secara substansial.
- OpenAI menyatakan telah membangun perlindungan khusus usia dan akan menambah pengaman.
Cekricek.id — Delapan negara bagian Amerika Serikat menggugat OpenAI dengan tuduhan ChatGPT membahayakan warga mereka, termasuk mengarahkan pengguna remaja untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Jaksa agung Iowa, Kansas, Arizona, Arkansas, Idaho, Montana, Nebraska, dan Virginia Barat pada Rabu menyatakan telah menggugat OpenAI di berbagai pengadilan, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Kamis (15/10/2026). Ini merupakan langkah terkoordinasi negara bagian yang paling signifikan terhadap OpenAI, saat perusahaan itu bersiap melantai di bursa.
Florida lebih dulu mengajukan gugatan pada Juni. Gugatan itu merujuk penembakan di Florida State University pada April 2025. Menurut gugatan tersebut, pelaku bertanya kepada ChatGPT tentang jenis senjata dan amunisi yang digunakan serta waktu kampus paling ramai.
Jaksa Agung Iowa Brenna Bird menyatakan OpenAI “menyakiti anak-anak dan berbohong kepada warga Iowa”. “OpenAI mengklaim ChatGPT aman padahal memberikan nasihat medis berbahaya, mendorong orang menyakiti orang lain, dan mengarahkan orang untuk bunuh diri, sambil berpura-pura menjadi teman palsu mereka,” ujar Bird.
Jaksa Agung Virginia Barat JB McCuskey menilai chatbot itu tidak memiliki pengaman memadai untuk percakapan sensitif yang menyangkut bunuh diri, penembakan sekolah, dan menyakiti diri. “Kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk melindungi anak-anak,” kata McCuskey.
Gugatan itu menuduh ChatGPT dirancang “menyenangkan dan memikat untuk mendapatkan kepercayaan pengguna”, sehingga memperkuat delusi, mendorong perilaku berbahaya, dan membantu pengguna merencanakan kekerasan seperti penembakan massal. OpenAI juga dituduh melanggar undang-undang perlindungan konsumen dengan menyesatkan pengguna soal keamanan alatnya.
Negara-negara bagian itu meminta perintah pengadilan agar OpenAI mengubah cara kerja ChatGPT secara substansial, serta melarang perusahaan mengembangkan model AI yang dapat memperbaiki dirinya sendiri sampai model itu dipastikan selaras dengan nilai-nilai manusia. Jaksa Agung Nebraska Mike Hilgers menyebut gugatan itu “hanya menerapkan standar yang sama kepada OpenAI berdasarkan hukum Nebraska seperti perusahaan lain”.
Juru bicara OpenAI Drew Pusateri mengatakan perusahaan telah “membangun perlindungan khusus usia terdepan di industri ke dalam produk kami yang tidak dimiliki banyak produk AI lain”. “Meski tidak ada sistem yang sempurna, kami akan terus bekerja dengan para ahli untuk menyempurnakan kerja kami dan membangun pengaman tambahan, seperti kontrol orang tua, pengingat istirahat, dan perlindungan model sesuai usia yang ada saat ini,” kata Pusateri.
OpenAI juga menghadapi puluhan gugatan dari penggugat perorangan. Provinsi British Columbia, Kanada, menggugat OpenAI di pengadilan California pada September terkait penembakan massal di Tumbler Ridge, dengan tuduhan perusahaan gagal memberi tahu pihak berwenang soal interaksi pengguna yang mengkhawatirkan di ChatGPT.















