- Perdana Menteri Albania Edi Rama menolak tuntutan mundur saat protes memasuki hari ketiga.
- Demonstran menuduh korupsi dan memprotes penjualan pesisir selatan untuk resor yang didukung Jared Kushner.
- Polisi menangkap 65 orang dan rumah sakit di Tirana merawat 89 orang, termasuk 61 polisi.
Cekricek.id — Perdana Menteri Albania Edi Rama menolak tuntutan mundur ketika ribuan demonstran bentrok dengan polisi antihuru-hara di ibu kota Tirana selama tiga hari berturut-turut hingga merusak gedung-gedung pemerintah.
“Tanggung jawab saya adalah mendengar, menanggapi keprihatinan yang sah, dan membawa Albania terus maju,” kata Rama dalam pernyataan tertulis kepada kantor berita Reuters, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Kamis (15/10/2026).
Rama mengatakan rakyat Albania memberinya mandat kuat untuk menuntaskan perundingan keanggotaan Uni Eropa. “Alternatifnya adalah pengkhianatan terhadap rakyat Albania,” ujarnya.
Polisi antihuru-hara menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah demonstran di Tirana. Para demonstran menuduh pejabat korupsi dan mengabaikan pendidikan, serta marah atas penjualan sebagian pesisir selatan Albania untuk pengembangan resor mewah yang didukung menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner.
Jalanan Tirana dipenuhi tong sampah terbakar, halte bus hancur, dan lampu lalu lintas rusak. Di Lapangan Skanderbeg, polisi memukul demonstran yang melarikan diri dengan pentungan, disaksikan para turis. Protes pada Kamis juga menyebar ke sejumlah kota yang lebih kecil saat mahasiswa ikut memboikot kampus.
Rama, yang pemerintahannya membantah tuduhan korupsi, menyatakan siap membahas kenaikan biaya pendidikan, tetapi menolak mundur. “Mungkin ada kekuatan, di dalam dan luar negeri, yang tidak ingin Albania berhasil sebagai pelopor keanggotaan UE. Namun, saya tidak akan membiarkan kekerasan menggagalkan masa depan Eropa Albania,” kata Rama.
Rama sebelumnya mengunggah video di Facebook yang memperlihatkan dirinya meninjau sisa kantor yang terbakar di sebuah kampus di Tirana. “Sampai kemarin, ini adalah kantor College of Europe, sekolah Eropa yang bersatu,” katanya dalam video itu. “Setiap orang bertanggung jawab di hadapan hukum, dan siapa pun yang ikut andil dalam kekacauan ini pasti akan membayar.”
Para demonstran menyebarkan ultimatum agar Rama mundur paling lambat pukul 13.00 (11.00 GMT) pada Kamis. Namun, sebelum tenggat lewat, mereka sudah bentrok dengan polisi, membangun barikade darurat, dan membakar tong sampah.
Polisi menyatakan 65 orang ditangkap dalam protes Rabu karena diduga menyerang polisi, institusi, serta properti publik dan pribadi. Kementerian Kesehatan menyebut rumah sakit di Tirana merawat 89 orang pada Rabu, termasuk 61 polisi. Empat polisi dan dua demonstran masih dirawat.
“Menyerang institusi, merusak properti publik, dan mengancam keselamatan publik tidak ada hubungannya dengan tuntutan sah mahasiswa,” kata Rama.















