Elon Musk Tuding Militer Ukraina Langgar Aturan Pakai Starlink

A A

Warga Kupiansk, Ukraina, mengakses internet lewat antena Starlink setelah pertempuran pada 2022. [Foto: Vitalii Nosach/RBC-Ukraine via Wikimedia Commons, CC BY 4.0]

  • Elon Musk menuding militer Ukraina memakai Starlink untuk serangan drone ofensif.
  • Musk menyebut celah itu sudah ditutup pekan lalu.
  • Pejabat Ukraina menegaskan misi ofensif memakai Starshield, bukan Starlink komersial.
  • Layanan Starlink dan Starshield untuk Ukraina dinyatakan pulih sepenuhnya.

Cekricek.id — Elon Musk tuding militer Ukraina melanggar ketentuan layanan Starlink dengan memakai jaringan internet satelit itu untuk serangan drone ofensif, tuduhan yang langsung dibantah pejabat Ukraina.

Melansir laporan The Verge, Selasa (27/10/2026), pernyataan itu disampaikan Musk terkait pembatasan layanan Starlink bagi Ukraina yang sempat terjadi belakangan ini, sebagaimana lebih dulu dilaporkan Ars Technica.

“Militer Ukraina melanggar ketentuan layanan Starlink dan menggunakannya untuk serangan drone ofensif guna membunuh orang. Celah itu sudah ditutup pekan lalu,” tulis Musk.

Pernyataan tersebut muncul hampir dua pekan setelah pejabat Ukraina menuding SpaceX membatasi layanan internet satelit untuk militer sehingga mengganggu misi dan operasi drone mereka.

Baca juga Trump Sebut Elon Musk Sudah Pulihkan Akses Starlink Ukraina

Ukraina Bantah Tuduhan Musk

Ukraina menyatakan memakai Starlink untuk komunikasi, logistik, dan pertahanan dari drone musuh. Untuk misi ofensif, pejabat Ukraina menyebut mereka menggunakan Starshield, varian Starlink yang dikendalikan militer AS.

Musk merujuk unggahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang menyebut Ukraina memakai Starlink untuk serangan jarak menengah terhadap sasaran militer musuh. Namun, penasihat teknologi pertahanan Zelenskyy, Serhii Beskrestnov, membantahnya lewat Telegram.

Menurut Beskrestnov, sistem Starlink hanya bisa terhubung dengan perangkat yang bergerak pada kecepatan 70 hingga 90 kilometer per jam dan tidak berfungsi di wilayah Rusia. “Karena itu, secara fisik kami tidak bisa menggunakan Starlink komersial untuk serangan jarak jauh maupun jarak menengah,” tulisnya.

Serhii Sternenko, mantan penasihat pemerintah Ukraina, menjelaskan bahwa terminal yang bergerak harus didaftarkan dalam daftar khusus dan terhubung ke sistem militer Starshield. “Dengan kata lain, menggunakan Starlink sipil untuk misi drone secara teknis mustahil,” tulisnya.

Baca juga SpaceX Incar 80.000 Menara demi Jadi Operator Seluler di AS

Layanan Sudah Pulih

Zelenskyy menyatakan pada Sabtu (24/10/2026) bahwa layanan Starlink dan Starshield telah pulih sepenuhnya. Mengutip Kyiv Independent, setelah pembatasan dicabut, militer Ukraina kini dapat menghubungkan perangkat yang melaju lebih dari 400 kilometer per jam.

Musk awalnya melimpahkan kesalahan atas pembatasan itu kepada pemerintah AS. Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya tidak terlibat dan tidak tahu siapa yang membatasi layanan SpaceX. Laporan The Wall Street Journal kemudian menyebut Trump meminta Musk mencabut pembatasan untuk Ukraina.

Baca juga Grok Rilis Tujuh Menit Awal The Odyssey Versi AI Janji Elon Musk

Bagikan

Baca Juga

OpenAI Klaim Terobosan Matematika, Ilmuwan Protes Akses Dibatasi
Menkes AS Kennedy Sebut Bangsa Arab Tak Hasilkan Sains, Dikecam
Bursa Tiongkok Hilang 2,4 Triliun Dolar AS Imbas Persaingan AI
Startup AS Ingin Terangi Malam dengan 50.000 Cermin di Orbit
Nvidia Suntik Meta 3 Miliar Dolar AS, Kemitraan AI Makin Erat
Overdosis dan Jatuh Jadi Cedera Termahal di Amerika Serikat