Esai Child Grooming Mahasiswa UNAIR Juara 1 di EDUFEST 2026

A A

Ilustrasi pion permainan papan. Tim UNAIR merancang board game berbasis lagu Soleram untuk pendidikan body safety anak. [Foto: Pexels]

  • Tim Ayanokoji FIB UNAIR meraih juara 1 esai internasional EDUFEST 2026 yang digelar UNS.
  • Esai mereka menawarkan board game berbasis lagu Soleram untuk pendidikan seksual dan body safety anak.
  • Tim menilai pendidikan seksual anak masih tabu, padahal kasus kekerasan seksual terhadap anak sudah banyak.

Cekricek.id — Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR) meraih juara 1 lomba esai internasional EDUFEST 2026 lewat gagasan board game berbasis lagu Soleram untuk mencegah child grooming.

Mengutip keterangan tertulis Universitas Airlangga, Senin (14/09/2026), Tim Ayanokoji terdiri atas Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin, Keysa Azka Najhan, dan Qurrotul Ain. EDUFEST 2026 diselenggarakan Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Rabu (9/9/2026).

Esai mereka berjudul Reclaiming Soleram: A Board Game Model for Inclusive Body-Safety. Gagasannya berupa permainan papan yang memadukan lagu tradisional Soleram dengan pendidikan seksual dan body safety bagi anak.

Child Grooming sebagai Titik Awal

Isu child grooming menjadi pijakan awal tim. Mereka lalu mencari cara agar anak memahami pendidikan seksual dan keamanan tubuh lewat pendekatan yang dekat dengan keseharian.

Menurut Irsyad, pendidikan seksual bagi anak masih dianggap tabu di Indonesia. Padahal, kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak perlu mendapat perhatian.

“Pendidikan seksual untuk anak itu cukup tabu di Indonesia, padahal, udah banyak kasus pelecehan/kekerasan seksual ke anak. Oleh karena itu biar gak terlalu tabu kami membungkusnya dalam bentuk board game,” tutur Irsyad.

“Board game ini juga ekonomis (murah) dan mobile ya (bisa dibawa kemana-mana) dan ini juga mengenalkan kembali lagu tradisional ke anak anak,” lanjutnya.

Baca juga Dosen terduga kekerasan seksual UIN Walisongo diperiksa Itjen

Dirancang dalam Dua Minggu

Tim menyiapkan esai selama kurang lebih dua minggu. Prosesnya mencakup pencarian data kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak serta analisis lagu tradisional yang sesuai. Setelah itu, tim merancang konsep dan mekanisme permainan.

Tantangan terbesar muncul saat merancang mekanisme permainan. Permainan harus sederhana agar mudah dipahami anak, tetapi tetap memuat unsur pendidikan seksual dan lagu tradisional.

Untuk menemukan konsep yang tepat, tim melakukan riset ke sebuah kafe yang menyediakan banyak permainan papan. Dari sana, mereka mendapat gambaran untuk mengembangkan mekanisme permainan.

Baca juga Mahasiswa UNAIR olah kulit buah naga jadi teh celup

Child grooming adalah upaya pelaku membangun kedekatan dan kepercayaan dengan anak untuk tujuan eksploitasi seksual. Adapun Soleram dikenal sebagai lagu anak tradisional dari Riau.

Baca juga Mahasiswa UNY ajak siswa SMK hapus stigma pada ODHIV

Bagikan

Baca Juga

Asap Karhutla Sampai Malaysia, Ini Penjelasan Dosen UNAIR
Gaji ASN Lewat Kopdes, Guru Besar UNAIR: Sistem Bisa Rusak Semua
Surabaya Tembus 38 Derajat, Pakar UNAIR: Warga Mudah Tersulut
Kematian Naik 5 Persen saat Gelombang Panas, Pakar Soroti Risiko
Pakar UNAIR Sebut DPD Dewan Perjuangan karena Kewenangan Terbatas
Dosen UNAIR: Pusat Data AI Menyedot Air Bersih Lewat Tiga Jalur