Defisit Perdagangan Amerika Serikat Susut 34 Persen hingga Mei

A A

Derek dan tumpukan peti kemas di Pelabuhan Long Beach, California, Amerika Serikat. [Foto: biofriendly/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)]

  • Defisit perdagangan Amerika Serikat susut 34 persen menjadi 400 miliar dolar AS pada Januari–Mei 2026.
  • Tanpa barang yang ditimbun pada 2025, defisit hanya menyempit 4,1 persen menjadi 436 miliar dolar AS.
  • Pangsa China dalam impor Amerika Serikat turun 2,7 poin persentase, sedangkan pangsa ASEAN naik 4,6 poin persentase.

Cekricek.id — Defisit perdagangan Amerika Serikat susut 34 persen menjadi 400 miliar dolar AS pada Januari–Mei 2026. Setahun sebelumnya, defisit pada periode yang sama tercatat 606 miliar dolar AS.

Berdasarkan pembaruan regional laporan perdagangan global McKinsey Global Institute (MGI) yang dirilis Selasa (08/09/2026), sebagian besar penyusutan itu bersifat sementara. Impor Amerika Serikat turun 4,8 persen menjadi 1.429 miliar dolar AS, sedangkan ekspor naik 15 persen menjadi 1.029 miliar dolar AS.

Pada awal 2025, perusahaan Amerika Serikat menimbun barang impor sebelum tarif yang sudah diantisipasi berlaku. Barang yang ditimbun terutama bahan kimia, produk farmasi, dan emas dari Eropa. Penimbunan itu berbalik arah pada lima bulan pertama 2026. Impor ketiga jenis barang tersebut anjlok dan menekan total impor sekitar 5 persen.

Jika barang-barang yang ditimbun pada 2025 dikeluarkan dari hitungan, defisit perdagangan Amerika Serikat hanya menyempit 4,1 persen, dari 454 miliar dolar AS menjadi 436 miliar dolar AS. Dengan hitungan yang sama, impor justru naik 6,3 persen, sementara ekspor tumbuh 12 persen.

Baca juga AS kenakan tarif hingga 100 persen bagi drone impor

Defisit Perdagangan Amerika Serikat Menyempit Berkat Ekspor Energi

MGI mencatat penyempitan defisit itu datang dari ekspor yang lebih kuat, terutama energi, sementara impor terus tumbuh karena permintaan AI. Ekspor energi naik 40 miliar dolar AS atau 32 persen. Pembeli di Eropa dan Asia beralih ke pasokan Amerika Serikat di tengah gangguan di Selat Hormuz. Pelepasan cadangan minyak strategis Amerika Serikat ikut menambah ekspor minyak mentah.

Komposisi mitra dagang juga bergeser. Pangsa Eropa dalam impor Amerika Serikat turun 8,1 poin persentase, penurunan terbesar di antara semua mitra. Penurunan itu sebagian besar karena berbaliknya lonjakan impor emas dari Swiss dan produk farmasi dari Irlandia. Namun, penurunan juga merembet ke kategori lain, termasuk mobil.

Pangsa China dalam impor Amerika Serikat turun 2,7 poin persentase. Sebaliknya, pangsa negara-negara ASEAN naik 4,6 poin persentase dan pemasok Asia lainnya naik 3,7 poin persentase. Ketegangan dagang Amerika Serikat dan China mendorong perusahaan membeli lebih banyak dari produsen ASEAN dan Asia lainnya, terutama laptop, telepon pintar, dan elektronik lain.

Baca juga Pembicaraan Selat Hormuz ditunda karena situasi Yaman

Ketua MGI Shubham Singhal, dalam The McKinsey Podcast yang tayang Kamis (04/06/2026), menjelaskan arah pergeseran perdagangan tersebut. “Perdagangan justru menempuh jarak geografis yang lebih jauh. Perdagangan tidak sedang melokal atau meregional. Perdagangan sedang tertata ulang ke arah jarak geopolitik yang lebih pendek, yaitu keselarasan antara negara-negara dan kebijakan luar negeri mereka,” kata Singhal.

Singhal menyebut contoh terbesarnya adalah perdagangan langsung Amerika Serikat dan China. MGI, kata dia, menilai perdagangan dari tiga sisi: apakah barangnya kritis, apakah produksinya terkonsentrasi, dan apakah berasal dari negara yang tidak selaras secara geostrategis.

“Jika Anda mengambil impor Amerika Serikat dan menerapkan ketiga faktor itu, 5 persen impor Amerika Serikat akan masuk kategori sangat kritis, kemungkinan sensitif bagi keamanan nasional, terkonsentrasi, dan berasal dari negara yang tidak selaras secara geostrategis,” ujarnya.

Baca juga Suku bunga The Fed diprediksi naik 50 basis poin

Bagikan

Baca Juga

AS Halangi Kepala Nuklir Iran Hadiri Konferensi IAEA di Wina
Ekspor Barang Antara China Naik 27 Persen pada Semester I 2026
Impor Barang AI Amerika Serikat Melonjak Jadi 260 Miliar Dolar
China Kecam Narasi Ancaman dalam Tata Kelola AI Global
Kesiapan Digital, Negara Kaya dan Miskin Menuai Hasil Berbeda
Sukuk Korporasi Mengikuti Ukuran Perusahaan, Bukan Laba