Cekricek.id — Bank Indonesia menegaskan kedaulatan rupiah tidak berhenti pada uang kertas dan logam, melainkan juga berlaku sebagai satuan nilai di dalam ekosistem pembayaran digital. Penegasan itu disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali saat membuka Festival Rupiah Berdaulat Indonesia atau FERBI 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Di setiap lembar dan keping uang yang beredar, Rupiah telah menjadi simbol persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak hanya di uang tunai, Rupiah juga berdaulat sebagai satuan nilai dalam ekosistem pembayaran digital,” kata Ricky, dikutip dari siaran pers Bank Indonesia bernomor 28/157/DKom.
Festival tersebut berlangsung tiga hari, 14 sampai 16 Agustus 2026, dan hari ini merupakan hari terakhirnya. Ini gelaran kelima sejak FERBI pertama diselenggarakan.
Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah
Ricky mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai penguat komitmen pada tiga sikap yang selama ini dikampanyekan bank sentral. Cinta Rupiah diwujudkan dengan merawat dan menjaga fisik uang, Bangga Rupiah dengan memakainya dalam setiap transaksi, dan Paham Rupiah dengan mengerti peran mata uang itu dalam perekonomian serta memakainya secara bijak.
Menurut dia, rupiah bukan sekadar alat pembayaran, melainkan instrumen strategis yang menggerakkan perekonomian sekaligus menjaga persatuan dan kedaulatan negara. Karena itu Bank Indonesia menyatakan komitmennya menjaga kualitas, kepercayaan, dan ketersediaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia di tengah cepatnya perkembangan pembayaran digital.
Baca juga: BI Dorong Negara BRICS Jadi Inovator AI, Bukan Sekadar Pengguna
Limbah Racik Uang Raih Penghargaan Internasional
Pada kesempatan yang sama Ricky menyampaikan apresiasi kepada para mitra atas dukungan terhadap program pengelolaan limbah racik uang. Program itu meraih penghargaan Best New Environmental Project dari International Association of Currency Affairs Award 2026.
Lewat program tersebut Bank Indonesia bekerja sama dengan industri yang membutuhkan tambahan pasokan energi, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang mengolah kembali limbah uang menjadi produk bernilai ekonomi.
FERBI 2026 melibatkan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan, Kementerian Perhubungan, Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu, perbankan, dan sejumlah asosiasi.
Penghormatan bagi Keluarga Pahlawan di Uang Rupiah
Bank Indonesia juga memberikan penghormatan kepada keluarga para pahlawan nasional yang wajahnya diabadikan dalam desain uang rupiah. Penghargaan diterima oleh Meutia Hatta, Noorwati Djuanda, Radian Ratulangie Sugandi, Anastasia Dian Kaisiepo, Ety Sulastri, dan Diennaryati Tjokro.
Selama tiga hari, festival ini mengisi acaranya dengan rangkaian bincang-bincang bertema perjalanan rupiah, pengelolaan uang yang ramah lingkungan, dan literasi keuangan, ditambah Pameran Rupiah yang menampilkan teknologi dan infrastruktur pengelolaan uang. Pengunjung juga bisa mengikuti kegiatan edukatif interaktif, kompetisi mendongeng, mural, cerdas cermat, dan lomba kreator konten.
Siaran pers Bank Indonesia soal FERBI tidak menyinggung nilai tukar rupiah maupun kebijakan moneter, dua hal yang belakangan menjadi bahan pembahasan di Senayan, termasuk saran anggota DPR agar pelemahan rupiah dijawab lewat pariwisata dan hilirisasi. Di sisi lain, minat masyarakat pada instrumen simpanan nonrupiah juga sedang digarap pelaku usaha, seperti kerja sama Kadin dan Pegadaian yang mendorong emas sebagai instrumen tabungan.

















