- Pemerintah Finlandia memberi izin operasi Onkalo, penyimpanan bawah tanah permanen pertama di dunia untuk bahan bakar nuklir bekas.
- Onkalo berkapasitas 6.500 ton uranium dan akan menampung bahan bakar bekas dari lima reaktor nuklir Finlandia.
- Tanggal pasti mulai beroperasi belum ditetapkan, 22 tahun setelah pembangunannya dimulai.
- Biaya pembangunan Onkalo diperkirakan mencapai 1,16 miliar dolar AS.
Cekricek.id — Finlandia memberikan izin operasi bagi fasilitas penyimpanan limbah nuklir bawah tanah permanen pertama di dunia, yang akan menampung bahan bakar nuklir bekas.
Pemerintah menyerahkan izin itu kepada Onkalo di Finlandia barat pada Kamis (22/10/2026), kata perusahaan pengelola limbah Posiva, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Jumat (23/10/2026).
Izin itu belum membuat fasilitas tersebut langsung dibuka, tetapi Onkalo diperkirakan segera beroperasi. Namun, 22 tahun setelah pembangunannya dimulai, tanggal pastinya belum ditetapkan.
“Ini hari yang besar dan bersejarah bagi Posiva dan Finlandia,” kata CEO Posiva Ilkka Poikolainen dalam pernyataannya.
“Sebelum pembuangan akhir dimulai, Posiva akan menuntaskan tahap komisioning dengan menjalankan uji dan inspeksi yang juga perlu diverifikasi dan disetujui STUK,” ujar Poikolainen, merujuk pada Otoritas Keselamatan Radiasi dan Nuklir Finlandia.
Dengan kapasitas 6.500 ton uranium, Onkalo, yang dalam bahasa Finlandia berarti gua, akan menjadi tempat penyimpanan permanen bahan bakar bekas dari lima reaktor nuklir Finlandia.
Bahan bakar itu akan dibungkus tabung tembaga yang sangat tahan korosi, lalu diturunkan ke lubang yang dibor di batuan dasar. Lubang itu kemudian diisi lempung bentonit dan ditutup sumbat beton bertulang baja.
Limbah itu akan tetap sangat radioaktif selama puluhan ribu tahun. Menurut Posiva, setelah sekitar 100.000 tahun, tingkat radiasinya kurang lebih sama dengan bijih uranium yang menjadi bahan baku bahan bakar itu.
Negara-negara bergulat dengan cara menangani produk sampingan nuklir yang berbahaya sejak pembangkit nuklir pertama dibangun pada 1950-an. Saat ini, sebagian besar limbah itu masih berada di penyimpanan sementara.
Fasilitas serupa sedang dibangun di negara lain, termasuk Swedia dan Prancis, tetapi Finlandia diperkirakan menjadi yang pertama membuka fasilitasnya. Biaya pembangunan Onkalo diperkirakan mencapai 1,16 miliar dolar AS.















