Cekricek.id — Reaktor terakhir yang masih menyala di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Cernavoda, Rumania, terancam dipadamkan karena muka air Sungai Danube terus menyusut. Kalau itu terjadi, satu-satunya pembangkit nuklir di negara tersebut berhenti beroperasi sepenuhnya.
Dikutip dari Anadolu, Selasa (11/8/2026), operator nuklir Rumania, Nuclearelectrica, menyatakan Unit 2 dapat dipadamkan secara terkendali pada Kamis (13/8/2026) pagi. Penyebabnya adalah penurunan tinggi muka air Danube yang tidak kunjung berhenti, sebagaimana dilaporkan penyiar Digi24.
Unit 1 pembangkit yang sama sudah lebih dulu dimatikan secara terkendali pada Selasa (28/7/2026) karena muka air Danube yang luar biasa rendah akibat kekeringan parah. Reaktor itu belum kembali beroperasi sampai sekarang.
“Belum Pernah Saya Temui Angka Serendah Ini”
Pengumuman operator itu keluar tak lama setelah otoritas air nasional menyampaikan bahwa ambang kritis sudah terlewati. Wakil Direktur Jenderal Administrasi Nasional Perairan Rumania Sorin Rindasu mengatakan kepada Digi24 bahwa level kritis minus 230 sentimeter telah tercapai di Cernavoda dan, berdasarkan data yang tersedia, pemadaman Unit 2 tidak lagi bisa dihindari.
“Saya belum pernah menemui angka seperti ini, debit serendah ini,” kata Rindasu.
Ia memperingatkan keadaan masih bisa memburuk. “Saat ini, semua data mengarahkan kita pada periode yang sangat sulit dari sisi defisit curah hujan dan tinggi muka air yang akan tercatat pada waktu-waktu mendatang,” ujarnya. Menurut Rindasu, Unit 2 berpotensi berhenti beroperasi setidaknya selama dua pekan.
Pembangkit nuklir mengandalkan air sungai untuk mendinginkan sistemnya. Ketika debit turun terlalu jauh, air yang tersedia tidak lagi mencukupi kebutuhan pendinginan, dan reaktor harus diturunkan dayanya atau dimatikan sama sekali.
Bukan Hanya Rumania
Persoalan serupa muncul di sepanjang Eropa musim panas ini. Masih dikutip dari Anadolu, keluaran Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Paks di Hungaria anjlok dari 2.000 megawatt menjadi 240 megawatt akibat rendahnya muka air.
Jalur air untuk angkutan barang juga terganggu. Cekricek.id sebelumnya memberitakan debit Sungai Rhine anjlok ke rekor terendah sehingga pelayaran Eropa terancam lumpuh. Di seberang Selat Inggris, kekeringan sudah menjangkau 71,3 persen wilayah Inggris dan membuat 27 juta warga terkena pembatasan air.
Musim Panas Terpanas dan Tagihannya
Akar persoalannya sama: udara yang jauh lebih panas dan hujan yang tidak datang. Eropa Barat mencatat suhu rata-rata 21,62 derajat Celsius sepanjang Juni-Juli, tertinggi yang pernah tercatat. Cekricek.id sudah melaporkan bagaimana Eropa Barat mencatat Juni-Juli terpanas seiring menguatnya El Nino raksasa di Pasifik.
Hitungan kerugiannya mulai terlihat. Perekonomian Uni Eropa diperkirakan kehilangan sekitar satu persen produk domestik bruto, setara sekitar 180 miliar euro atau US$207,6 miliar dari pertumbuhan yang semula diproyeksikan. Panen di Inggris diperkirakan menjadi yang terburuk sepanjang sejarah pencatatan, dengan produksi gandum, jelai, dan oat berpotensi turun 2,5 juta ton dan kerugian petani sekitar 390 juta pound atau US$526,5 juta. Di Prancis, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tergerus 1,4 poin persentase.
Bagi Rumania, konsekuensi paling dekat bersifat teknis sekaligus politis: kehilangan pasokan listrik dasar dari Cernavoda pada puncak musim panas, ketika permintaan pendingin udara justru sedang tinggi.




















