Cekricek.id — FKG UNAIR menggelar pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan sepuluh mahasiswa dan dua staf dari lima negara di SMP Negeri 1 Surabaya.
Kegiatan itu berlangsung Kamis, 27 Agustus 2026, dan dilaporkan lewat keterangan resmi Universitas Airlangga, Senin (07/09/2026).
Program tersebut bertajuk Peningkatan Literasi Estetika Gigi dan Pemanfaatan Media Sosial yang Bijak pada Siswa SMP Negeri 1 Surabaya.
Kegiatan dimotori tiga dosen Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR, yaitu Nadia Kartikasari, Dini Setyowati, dan Sisca Meida Wati.
Sepuluh mahasiswa internasional yang terlibat berasal dari University of Jordan, Altamash Institute of Dental Medicine, Qatar University, Bharati Vidyapeeth University, dan Universiti Sains Malaysia.
Adapun dua staf internasional berasal dari Universiti Sains Islam Malaysia dan Bharati Vidyapeeth University.
Baca juga pertemuan mahasiswa internasional dari empat negara di kampus
Kelima kampus itu berada di Yordania, Pakistan, Qatar, India, dan Malaysia.
Selain memperoleh edukasi estetika gigi dan pemanfaatan media sosial secara bijak, siswa mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Keterangan UNAIR menyebut interaksi itu memperluas wawasan siswa mengenai keberagaman budaya dan perspektif global.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan, dengan peserta aktif mengikuti materi dan berinteraksi bersama mahasiswa internasional yang hadir.
Kepala SMP Negeri 1 Surabaya, Eko Widayani, menyambut baik pelaksanaan program tersebut.
Baca juga program pendampingan literasi di sekolah daerah terpencil
“Kehadiran teman-teman dari luar negeri memberikan pengalaman yang sangat baik bagi anak-anak,” katanya.
“Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga dapat berinteraksi, berkomunikasi, dan mengenal budaya dari negara lain,” ujarnya.
Keterangan tersebut menempatkan program ini sebagai bentuk nyata internasionalisasi FKG UNAIR yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Kegiatan itu disebut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tujuan ketiga tentang kesehatan dan kesejahteraan melalui peningkatan literasi kesehatan gigi.
Program ini juga dikaitkan dengan tujuan keempat tentang pendidikan bermutu lewat edukasi dan pengalaman pembelajaran lintas budaya.
Selain itu, kegiatan dikaitkan dengan tujuan kesepuluh dan ketujuh belas melalui penguatan akses wawasan global serta kemitraan dengan institusi pendidikan internasional.
Baca juga mesin daur ulang plastik buatan mahasiswa untuk warga kampung
Keterangan UNAIR menyebut mobilitas internasional dijadikan sarana membangun keterlibatan masyarakat lintas negara sekaligus memperkuat jejaring akademik global.
Inbound merujuk pada mahasiswa dan staf yang datang ke kampus tujuan dalam program pertukaran atau kunjungan akademik.













