Harga Minyak Lebih Peka saat Bunga The Fed Turun di Luar Dugaan

A A

Pompa angguk sumur minyak di Cekungan Permian dekat Monahans, Texas, Amerika Serikat [Foto: Quintin Soloviev/Wikimedia Commons, CC BY 4.0]

  • Bunga yang naik 100 basis poin di luar perkiraan diikuti turunnya harga minyak sekitar 6 basis poin dalam lima menit.
  • Untuk tiap 100 basis poin pelonggaran yang tidak diperkirakan, harga kontrak minyak naik sekitar 10 basis poin.
  • Kejutan bunga dari bank sentral Eropa nyaris tidak menggerakkan harga kontrak minyak sepanjang 2007 sampai 2020.
  • Lompatan harga lima menit terbesar sepanjang masa yang diteliti, yaitu 7,6 persen, terjadi pada masa Covid-19.
Daftar Isi
  1. Lima menit setelah bank sentral Amerika mengumumkan bunga
  2. Lima menit setelah bank sentral Eropa mengumumkan bunga
  3. Ketika bunga turun lebih dalam daripada dugaan
  4. Ketika bunga naik lebih tinggi daripada dugaan
  5. Krisis keuangan 2008 yang lewat tanpa jejak
  6. Tahun pandemi yang penuh lonjakan

Pengumuman suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan harga kontrak minyak mentah di New York Mercantile Exchange tampak seperti dua urusan yang berjauhan. Yang pertama keluar pada jam yang sudah dijadwalkan, misalnya pukul 14.15 waktu bagian timur Amerika. Yang kedua bergerak hampir sepanjang pekan, sejak Senin pukul 17.00 sampai Jumat pukul 16.00. Lima menit setelah pengumuman itu, keduanya bertemu.

Pertemuan itu dicatat Syed Mujahid Hussain, Basel Awartani, Farrukh Javed, Iqbal Khadaroo, dan Nader Virk dalam artikel Oil Futures Reactions to Monetary Policy Surprises: A High-Frequency Analysis, yang terbit di Bulletin of Monetary Economics and Banking volume 29 nomor 2 tahun 2026. Hussain bekerja di Sultan Qaboos University, Oman. Awartani dan Khadaroo di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi. Javed di Lund University, Swedia, dan Virk di Manchester Metropolitan University Business School, Inggris.

Kelimanya menyandingkan dua bank sentral dengan satu komoditas. Di satu sisi ada 116 pengumuman suku bunga Federal Open Market Committee atau FOMC, komite penentu bunga Federal Reserve. Di sisi lain ada 145 pengumuman European Central Bank atau ECB. Keduanya dihadapkan pada harga kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate yang dicatat tiap lima menit, dari 2 Januari 2007 sampai 31 Desember 2020, seluruhnya 1.243.296 catatan.

Yang diukur bukan besarnya bunga, melainkan kejutannya. Kejutan adalah selisih antara bunga yang diumumkan dan rata-rata perkiraan para analis sebelum pengumuman. Selama masa yang diteliti, bunga FOMC rata-rata 1,07 persen, dengan titik terendah 0,25 dan tertinggi 5,25. Bunga ECB rata-rata 1,11 persen, dari nol sampai 4,25. Kebijakan kedua bank sentral itu, menurut para penulis, sebagian besar longgar sepanjang masa tersebut.

Lima menit setelah bank sentral Amerika mengumumkan bunga

Dari sisi Amerika, jawabannya tegas. Kejutan bunga FOMC berhubungan negatif dan bermakna dengan harga kontrak minyak. Bunga yang naik 100 basis poin di luar perkiraan diikuti turunnya harga minyak sekitar 6 basis poin, lima menit setelah pengumuman. Arah itu, menurut para penulis, sejalan dengan perkiraan teori dan kajian-kajian terdahulu.

Sesudah itu pengaruhnya lenyap. Pada menit kesepuluh, tanggapan harga tidak lagi berbeda dari nol secara statistik. Lima menit pertama sudah cukup bagi harga untuk menyerap kabar tersebut. Para penulis membaca hal ini sebagai tanda pasar minyak yang efisien terhadap kejutan kebijakan moneter. Mereka juga mencatat kepustakaan yang menyebut pasar itu umumnya efisien, dengan kantong-kantong ketidakefisienan pada krisis berat seperti 2008 dan 2020.

Gejolak harga bercerita lain. Kejutan bunga FOMC menaikkan risiko intrahari di pasar kontrak minyak, dan kenaikan itu tetap bermakna baik pada menit kelima maupun menit kesepuluh. Harga cepat menemukan tempat barunya, sedangkan kegelisahan di sekitarnya bertahan lebih lama. Para penulis menyebut pola ini sejalan dengan kajian lain tentang kabar ekonomi makro, yang cepat masuk ke harga tetapi meninggalkan gejolak lebih panjang.

Minyak dan bunga dalam hitungan menitMinyak dan bunga dalam hitungan menitMinyak dan bunga dalam hitungan menitKontrak berjangka minyak WTI di NYMEX, 2007-20205menit percatatanharga minyak WTI116pengumumanFOMCAmerika Serikat145pengumumanECBkawasan euro6 bpharga turunper kejutan naik100 bpJalan risetnyaBunga diumumkanHarga bergeser 5 menitGejolak 10 menit
Sumber: Syed Mujahid Hussain, Basel Awartani, Farrukh Javed, Iqbal Khadaroo, dan Nader Virk, Oil Futures Reactions to Monetary Policy Surprises: A High-Frequency Analysis, Bulletin of Monetary Economics and Banking, 29(2), 2026. Grafik: Cekricek.id

Baca juga Harga Rumah Diramal sebagai Rentang, Bukan Satu Angka

Lima menit setelah bank sentral Eropa mengumumkan bunga

Di sisi lain, kejutan dari ECB nyaris tidak menggerakkan harga. Arah tanggapannya memang negatif, seperti yang diperkirakan teori. Namun, angkanya tidak bermakna secara statistik dan tidak berbeda dari nol, baik pada menit kelima maupun kesepuluh. Sepanjang 2007 sampai 2020, pengaruh kejutan bunga Eropa terhadap harga kontrak minyak disebut para penulis dapat diabaikan.

Penjelasan yang mereka tawarkan terletak pada mata uang. Minyak dihargai dalam dolar Amerika. Kebijakan ECB yang lebih ketat atau lebih longgar daripada perkiraan akan memengaruhi euro, bukan dolar, sehingga pengaruhnya pada harga minyak dalam dolar kecil. Para penulis menyebut hasil itu secara umum sejalan dengan kajian lain tentang India, yang menemukan kejutan moneter Amerika lebih kuat menekan mata uang negara itu daripada kejutan dari kawasan euro.

Gejolak harga kembali memberi gambaran berbeda. Kejutan bunga ECB tetap menaikkan gejolak pada menit kelima dan kesepuluh, walau pengaruhnya sedang saja. Kejutan sebesar 100 basis poin hanya menambah gejolak 0,03 basis poin pada menit kelima dan 0,02 basis poin pada menit kesepuluh. Pengaruh yang pertama bermakna pada taraf lima persen, yang kedua hanya pada taraf sepuluh persen.

Kedua sisi itu dirangkum para penulis dalam satu kalimat simpulan. “Kejutan suku bunga Amerika Serikat merupakan kabar fundamental yang lebih kuat bagi kontrak berjangka minyak mentah di semua periode,” tulis Hussain dan keempat rekannya dalam naskah yang aslinya berbahasa Inggris. Kejutan ECB, menurut mereka, melemahkan atau menguatkan euro dengan pengaruh kecil pada harga minyak dalam dolar.

Ketika bunga turun lebih dalam daripada dugaan

Perbandingan kedua terjadi di dalam pengumuman FOMC sendiri. Para penulis memisahkan kejutan yang melonggarkan dari kejutan yang mengetatkan. Untuk tiap 100 basis poin pelonggaran yang tidak diperkirakan, harga kontrak minyak naik sekitar 10 basis poin. Pada arah sebaliknya, pengetatan 100 basis poin di luar dugaan hanya menurunkan harga sekitar 5,7 basis poin.

Gejolak harga memperlihatkan jarak yang lebih lebar. Penurunan bunga 100 basis poin di luar perkiraan menaikkan gejolak sebesar 24 basis poin. Pengumuman yang lebih ketat dengan ukuran yang sama hanya menaikkannya 4 basis poin. Tanggapan gejolak, tulis para penulis, juga tidak simetris, sama seperti tanggapan harga terhadap dua arah kejutan itu.

Temuan inilah yang mereka sebut sebagai sumbangan baru. “Dalam makalah ini, kami menyajikan bukti baru bahwa pengaruh kebijakan moneter Amerika Serikat terhadap pasar minyak bersifat asimetris,” tulis kelima peneliti itu pada bagian simpulan, juga dalam bahasa Inggris. Pengumuman FOMC yang melonggarkan di luar dugaan memicu tanggapan harga dan gejolak yang lebih tinggi daripada pengumuman yang mengetatkan.

Turun mendadak lebih terasa daripada naikTurun mendadak lebih terasa daripada naikTurun mendadak lebih terasa daripada naikReaksi 5 menit atas kejutan bunga FOMC 100 basis poinBunga naikBunga turunturunnaikArah harga minyak5,7 bp10 bpBesar gerak harga4 bp24 bpTambahan gejolak
Sumber: Syed Mujahid Hussain, Basel Awartani, Farrukh Javed, Iqbal Khadaroo, dan Nader Virk, Oil Futures Reactions to Monetary Policy Surprises: A High-Frequency Analysis, Bulletin of Monetary Economics and Banking, 29(2), 2026. Grafik: Cekricek.id

Baca juga Ekspor Sumatera Utara Harus Dibuat Dua Kali Permintaannya

Ketika bunga naik lebih tinggi daripada dugaan

Pada kasus kedua, yakni kejutan yang mengetatkan, pasar bereaksi lebih tenang. Para penulis mengaitkan perbedaan itu dengan kabar sampingan yang ikut terbawa dalam setiap pengumuman. Pengumuman Federal Reserve, tulis mereka, memuat pandangan tersirat tentang masa depan ekonomi dan inflasi. Kebijakan yang lebih ketat daripada dugaan tidak menimbulkan keraguan terhadap ekonomi, sehingga penurunan harga dan kenaikan gejolaknya kurang menonjol.

Kebijakan yang lebih longgar membawa pesan lain. Menurut para penulis, pelonggaran dapat menjadi isyarat bahwa ekonomi Amerika lebih rapuh daripada perkiraan semula. Otoritas moneter berharap tambahan likuiditas dipakai untuk saham dan obligasi berisiko tinggi, yang membiayai perluasan usaha. Bila pelaku ekonomi menangkap isyarat kerapuhan itu, mereka bisa menahan diri dan memilih membeli komoditas, termasuk minyak, untuk mengejar imbal hasil.

Naskah itu juga mengingatkan jalur-jalur lama yang menghubungkan bunga dengan minyak. Bunga yang dipangkas dan dolar yang melemah menurunkan harga riil minyak, sehingga produsen meminta harga lebih tinggi dan konsumen menambah permintaan. Bunga rendah juga memurahkan biaya menyimpan persediaan minyak dan mendorong produsen menunda pengambilan minyak dari perut bumi. Semua jalur tersebut, tulis para penulis, mendorong harga minyak ke atas.

Krisis keuangan 2008 yang lewat tanpa jejak

Perbandingan ketiga menyangkut masa-masa genting. Pada krisis keuangan global, yang dalam naskah dihitung dari 2 Desember 2007 sampai 30 Juni 2009, kejutan bunga FOMC tidak meninggalkan bekas yang bermakna. Baik tanggapan harga maupun tanggapan gejolak pada masa itu tidak berbeda dari nol. Kejutan bunga ECB pada masa yang sama pun tidak bermakna bagi harga kontrak minyak.

Para penulis menawarkan satu kemungkinan penjelasan, yaitu pendorong utama pasar minyak saat itu berada di tempat lain. Setelah krisis 2008, permintaan minyak dari Tiongkok, India, dan Timur Tengah naik di luar dugaan. Permintaan dari Eropa Barat dan Amerika Serikat, sebaliknya, agak surut sejak saat itu. Pada krisis yang berbeda, tulis mereka, pola tanggapan minyak terhadap kebijakan moneter memang tidak sama.

Krisis utang Eropa pada 2011 sampai 2013 menjadi pengecualian bagi ECB. Hanya pada masa itulah kejutan bunga Eropa bermakna bagi harga kontrak minyak. Besarnya tetap kecil, sekitar 1 basis poin untuk tiap 100 basis poin kejutan, dan selesai dalam lima menit pertama. Gejolak harga bertambah sekitar 0,4 basis poin. Para penulis menyebut pengaruh itu bermakna tetapi dapat diabaikan.

Baca juga Distres Psikologis Naikkan Peluang Sulit Bayar Tagihan

Tahun pandemi yang penuh lonjakan

Di sisi lain, tahun 2020 memperlihatkan pasar yang jauh lebih peka. Rata-rata pengaruh kejutan bunga FOMC terhadap harga kontrak minyak pada masa pandemi Covid-19 jauh lebih besar daripada pada krisis keuangan global. Koefisien tanggapannya pada menit kelima tercatat minus 0,4, sedangkan pada sampel penuh hanya minus 0,061. Tanggapan gejolak harga terhadap kejutan itu juga kuat.

Polanya pun berubah. Pada sampel penuh, harga selesai menyesuaikan diri dalam lima menit. Pada 2020, para penulis menemukan tanda reaksi berlebihan pada lima menit pertama, disusul pembalikan yang bermakna pada lima menit berikutnya, dengan koefisien 0,3 ke arah berlawanan. Kejutan bunga ECB pada tahun yang sama tetap tidak bermakna, baik bagi harga maupun gejolaknya.

Tahun itu juga menyimpan dua catatan ekstrem. Lompatan harga lima menit terbesar sepanjang masa yang diteliti, yaitu 7,6 persen, dan kejatuhan terdalam, 4,76 persen, sama-sama terjadi pada masa Covid-19. Sebagai pembanding, simpangan baku pergerakan lima menitan hanya sekitar 0,13 persen. Karena kontrak minyak memakai daya ungkit, tulis para penulis, gerak satu atau dua simpangan baku sudah dapat berarti untung atau rugi besar.

Dua masa genting itu membawa para penulis pada saran untuk bank sentral. Otoritas moneter, menurut mereka, perlu menimbang dampak pengumuman bunga terhadap pasar energi, terutama pada masa krisis. Tanggapan yang tidak simetris juga perlu masuk hitungan saat kebijakan diambil. Mereka menyarankan bank sentral mengomunikasikan langkahnya dan memperkuat panduan arah kebijakan agar pasar tidak bereaksi berlebihan.

Penelitian ini memiliki keterbatasan yang diakui penulisnya. Kejutan diukur dari perkiraan para analis, yang mungkin tidak mencerminkan dugaan pasar yang sebenarnya menjelang pengumuman. Harga kontrak berjangka dana federal bisa menjadi pilihan lain, tetapi ukuran itu pun terganggu premi risiko. Para penulis menyebut menarik untuk melihat apakah hasilnya berubah bila ukuran tersebut dipakai pada penelitian mendatang.

Pengumuman bunga dan harga minyak, dua urusan yang tampak berjauhan itu, bertemu dalam hitungan menit. Dari Amerika, kejutan bunga sampai ke harga dalam lima menit pertama, dan lebih keras saat bunga turun daripada saat naik. Dari Eropa, kejutan yang sama hampir tidak terasa pada harga. Di kedua sisi, menurut simpulan naskah, gejolak butuh waktu lebih dari lima menit untuk terserap sepenuhnya.

Bagikan

Baca Juga

Ibu yang Melahirkan Caesar di Bangladesh Lebih Sering Kegemukan
Pemakai Rokok Elektrik Korea Turun Setelah Imbauan Tahun 2019
Banyak Ibu Hamil Vietnam Periksa di Luar Jadwal Vaksin RSV
Trump Desak Zelenskyy Mau Buat Kesepakatan Damai dengan Rusia
Nigeria Temukan Kasus Ebola Pertama, Kenya Catat Kasus Kesembilan
Angka Kelahiran Negara Maju Makin Mirip, Eropa Timur Malah Naik