Cekricek.id — Institut Teknologi Bandung dan Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menandatangani Kesepakatan Bersama untuk kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, Bandung, pada Selasa (4/8/2026), dan keterangan resminya dirilis kampus pada Senin (10/8/2026).
Baca juga: Kabupaten Solok Distribusikan MBG untuk Siswa SMP Negeri Gunung Talang
Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menempatkan kerja sama dengan pemerintah daerah sebagai bagian dari mandat kedua kampusnya. "ITB itu punya dua misi. Yang pertama menjadi universitas kelas dunia yang unggul. Yang kedua, ITB itu harus berdampak terhadap pembangunan bangsa," katanya.
Menurut keterangan universitas, misi kedua itu tidak mungkin dikerjakan kampus sendirian, sehingga kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi jalan yang ditempuh. Tatacipta menegaskan kesepakatan yang baru diteken masih berupa pintu masuk, bukan hasil akhir. "Sesudah (Kesepakatan Bersama) ini ditandatangani mestinya tidak berhenti di situ, tapi kemudian justru nanti di detail-detail teknisnya," ujarnya.
Bentuk kerja samanya, masih menurut keterangan tersebut, dapat diwujudkan lewat penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan program pendidikan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kabupaten Solok disebut memiliki potensi di bidang pariwisata, lingkungan, dan pertanian yang bisa digarap bersama.
Masterplan Danau Singkarak dan Danau Kembar
Pariwisata menjadi bidang yang paling diharapkan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Solok berharap ITB mendukung penyusunan masterplan kawasan wisata, khususnya Danau Singkarak serta kawasan Danau Kembar dan wilayah di sekitarnya.
Baca juga: Mengungkap Potensi Tersembunyi: Transformasi Nagari Saniangbaka Menjadi Destinasi Wisata Hijau
Bupati Solok Jon Firman Pandu, S.H., menyatakan daerahnya membutuhkan sokongan akademik untuk mengolah apa yang sudah dimiliki. "Kabupaten Solok itu daerah yang sangat luas dengan potensi sumber daya alam yang melimpah," katanya. Potensi tersebut, menurutnya, memerlukan optimalisasi melalui kolaborasi dengan pihak yang punya kapasitas keilmuan.
Di luar pariwisata, prioritas kerja sama mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam, dan ketahanan bencana. Bupati menyinggung pengalaman daerahnya menghadapi dampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 sebagai salah satu alasan sinergi dengan perguruan tinggi dibutuhkan. Ia berharap kerja sama itu memperkuat pembangunan sekaligus kesejahteraan warganya.
Baca juga: Pemprov Riau Bentuk Satgas Siaga Hidrometeorologi untuk Penanganan Darurat Bencana
Jalur Studi bagi Putra-Putri Solok
ITB juga membuka peluang kemitraan di bidang pendidikan, termasuk skema untuk mendukung putra-putri daerah melanjutkan studi di kampus tersebut serta program peningkatan kapasitas bagi guru. Pemerintah Kabupaten Solok berharap jumlah pelajar asal daerahnya yang berkuliah di ITB bertambah.
Penguatan kerja sama pada bidang pendidikan itu ditempatkan pemerintah daerah sebagai bagian dari persiapan sumber daya manusia untuk jangka panjang, bukan program yang berhenti pada satu angkatan. Bupati menyatakan komitmennya menindaklanjuti aspek teknis kerja sama, termasuk mendukung program pendidikan bagi generasi muda daerahnya.
Kesepakatan Bersama tersebut, menurut keterangan universitas, menjadi langkah awal untuk membuka kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dokumen itu belum mengatur kegiatan secara rinci, dan justru pada penyusunan turunan teknisnyalah bentuk kerja sama akan ditentukan.
Dikutip dari Institut Teknologi Bandung, pembicaraan teknis lanjutan akan menyusul penandatanganan formal tersebut. Perjanjian kerja sama yang lebih rinci beserta jadwal pelaksanaannya belum diumumkan kedua pihak.


















