Cekricek.id — Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) meraih juara II pada cabang Scientific Poster Competition ajang WORLD (Global Student Awards for Health) X GALAXY 3.0. Karya yang mereka bawa membandingkan lima jenis terapi untuk gangguan stres pascatrauma pada pengungsi.
Dikutip dari laman resmi Universitas Syiah Kuala, usk.ac.id, Senin (10/8/2026), tim terdiri atas Achmad Fayyadh sebagai ketua bersama Nayla Zafira Kamaruddin dan Tazkiya Ratu Mafaza. Karya ilmiah mereka berjudul Which Psychosocial Intervention Reigns Supreme for Refugee PTSD? A Comparative Network Meta-Analysis of NET, CBT, EMDR, PM+, and SH+.
Menimbang Lima Terapi Sekaligus
Penelitian itu berangkat dari kerentanan pengungsi dan pencari suaka mengalami gangguan stres pascatrauma akibat konflik serta pengalaman traumatis. Tim memakai metode meta-analisis jaringan pembanding, pendekatan yang memungkinkan sejumlah terapi ditimbang berdampingan meski tidak semuanya pernah diuji langsung satu lawan satu.
Analisis dilakukan terhadap 13 uji klinis acak yang melibatkan 2.248 partisipan. Hasilnya menempatkan terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy sebagai intervensi paling efektif menurunkan gejala pada pengungsi. Metode EMDR dan NET juga menunjukkan efektivitas tinggi, sementara PM+ dan SH+ dinilai sebagai alternatif yang memadai dan lebih mudah diterapkan di wilayah dengan keterbatasan sumber daya
Baca juga: Tim Mahasiswa FKG USU Raih Juara I Kompetisi Poster Internasional 2026
.
Ketua tim, Achmad Fayyadh, mengatakan riset itu lahir dari kepedulian terhadap persoalan kesehatan jiwa pengungsi yang masih membutuhkan penanganan berbasis bukti.
“Kesehatan mental para pengungsi membutuhkan penanganan yang tepat dan berbasis bukti. Melalui riset ini, kami ingin memberikan rekomendasi mengenai intervensi psikososial yang efektif dan realistis diterapkan dalam berbagai kondisi pengungsian,” ungkapnya.
Ia berharap hasilnya menjadi rujukan tenaga medis, pembuat kebijakan, dan lembaga kemanusiaan
Baca juga: Kebakaran Spokane Mereda, Puluhan Ribu Pengungsi Mulai Pulang
dalam merancang program pemulihan trauma yang lebih efektif dan inklusif bagi kelompok rentan.
Bersaing dengan Kampus Dunia
Wakil Rektor USK Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH., menilai capaian itu menunjukkan kemampuan mahasiswa bersaing di tingkat global sekaligus menghadirkan solusi ilmiah atas persoalan kesehatan dan kemanusiaan.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Syiah Kuala tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka dan inovatif dalam menghadirkan solusi kesehatan global. Kami berharap capaian ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berani tampil di forum internasional,” ujarnya.
Ajang WORLD X GALAXY 3.0 mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dunia untuk mempresentasikan inovasi dan hasil penelitian di bidang kesehatan
Baca juga: Dosen Unand Gagas Penguatan Layanan Kesehatan Primer Berbasis Masyarakat di ICHS 2026
. Menurut keterangan universitas, capaian juara II tersebut memperkuat komitmen USK membangun budaya riset di kalangan mahasiswa sekaligus mendorong mereka menghasilkan karya ilmiah yang berdampak bagi masyarakat luas, tidak berhenti pada tuntutan akademik di dalam kelas.



















