Novak Djokovic Berhasil Kunci Gelar Juara Wimbledon 2022, Kini Samai Rekor Pete Sampras

A A

Novak Djokovic. [Instagram]

Cekricek.id - Petenis Serbia, Novak Djokovic berhasil menjuarai ajang tenis Wimbledon 2022. Di partai final kemarin, Minggu (10/7), Djokovic berhasil mengalahkan petenis Australia, Nick Kyrgios dengan skor 4-6, 6-3, 6-4, 7-6(3).

Gelar ini adalah gelar Wimbledon ke 7 yang pernah dimenangkan pria yang tinggal di Monaco, Prancis tersebut. Gelar ini sekaligus mengukuhkan dominasi Djokovic di ajang Wimbledon karena empat tahun terakhir ia selalu keluar sebagai juara.
 
Prestasi ini membuat Djokovic kini menyamai torehan legenda tenis Amerika Serikat, Pete Sampras yang juga mengoleksi 7 gelar Wimbledon.

Sementara rekor Wimbledon untuk tenis pria dipegang legenda asal Swiss, Roger Federer dengan koleksi 8 Wimbledon.

Petenis Serbia, Novak Djokovic menjuarai ajang tenis Wimbledon 2022. Pada final, Ia berhasil mengalahkan petenis Australia, Nick Kyrgios
Novak Djokovic. [Instagram]

"Saya kehilangan kata-kata tentang apa arti turnamen ini dan trofi ini bagi saya. Itu selalu dan akan menjadi yang paling istimewa di hati saya. Itu memotivasi saya untuk bermain di resor pegunungan kecil saya dan saya melihat Pete Sampras menang pada tahun 1992 dan saya meminta ibu dan ayah saya untuk membelikan saya raket," ucap Djokovic.

Djokovic yang sudah berusia 35 tahun kerap kalah di beberapa kejuaraan tahun ini. Tapi di ajang Wimbledon, pria berdarah Kosovo ini membuktikan kalau dirinya belum habis.

Baca juga: Qatar Batasi Konsumsi Alkohol Selama Helatan Piala Dunia 2022

Diketahui dalam peringkat ATP dunia, Djokovic kini berada di peringkat 7 dunia. Ia berada di belakang Daniil Medvedev, Alexander Zverev, Rafael Nadal, Stefanos Tsitsipas, Casper Ruud, dan Carlos Alcaraz.

Bagikan

Baca Juga

Olahraga Luar Ruang Spanyol Pascalockdown Naik ke 53,4 Persen
Atlet Muda Estonia Tetap Bisa Kegemukan meski Rajin Berlatih
Pelatih Pribadi di Gym China Kini Lebih Sibuk Menjual Kelas
Program Ayah dan Anak Perempuan Australia Membekas 3-8 Tahun
Literasi Fisik Anak Prasekolah Swedia: Bergerak karena Senang
Kurang Kemauan Jadi Hambatan Gerak Mahasiswa Farmasi Malaya