- Rata-rata total biaya pejalan kaki paling tinggi, 30.958 dolar Kanada per orang dalam setahun sesudah cedera.
- Pengendara motor kehilangan produktivitas paling besar, rata-rata 4.741 dolar, yang menurut tim sebagian besar karena lebih banyak di antara mereka yang bekerja.
- Makin tinggi skor keparahan cedera, makin besar rata-rata total biaya di kelima kelompok pengguna jalan.
- Pada pesepeda, tiap tambahan satu penyakit penyerta diperkirakan menaikkan rata-rata total biaya 47 persen.
Daftar Isi
Di Kanada, jumlah pesepeda dan pejalan kaki yang cedera terus bertambah seiring makin lazimnya bersepeda dan berjalan kaki. Data Transport Canada dan perkiraan layanan kesehatan mencatat cedera pesepeda naik 20 sampai 25 persen dari 2012 ke 2022. Setiap tahun, tabrakan di jalan raya negeri itu merenggut sekitar 1.900 nyawa dan melukai sekitar 150.000 orang, sedangkan biaya tahunan cedera lalu lintas pada 2018 diperkirakan mencapai 3,6 miliar dolar.
Menurut tim, belum ada studi di Kanada yang melaporkan biaya jangka panjang cedera lalu lintas menurut jenis pengguna jalan. Celah itulah yang diisi Somayeh Momenyan dan rekan dari Departemen Kedokteran Gawat Darurat, University of British Columbia, Vancouver. Laporan mereka berjudul The economic burden of road trauma injuries in Canada: a comparison of road user types dan terbit di jurnal BMC Public Health volume 26 pada 2026.
Tim mengikuti 1.372 penyintas cedera lalu lintas berusia 16 tahun ke atas yang datang ke tiga instalasi gawat darurat di British Columbia antara Juli 2018 dan Maret 2020. Selama setahun, biaya berobat mereka dihitung dari catatan kesehatan provinsi, sementara waktu kerja yang hilang ditanyakan pada bulan kedua, keempat, keenam, dan kedua belas.
Sebelum Studi Ini, Biaya Jarang Dipecah per Pengguna Jalan
Menurut tinjauan tim, gambaran biaya cedera lalu lintas per orang masih tipis. Hanya segelintir studi yang menghitung biaya pada tingkat individu, dan informasi tentang beban jangka panjangnya pun minim. Banyak di antaranya hanya menghitung biaya langsung, lalu melewatkan kerugian karena orang tak bisa bekerja.
Hanya sedikit penelitian yang memisahkan biaya kesehatan dan produktivitas menurut jenis pengguna jalan, dan hasilnya menunjukkan selisih yang besar antarkelompok. Menurut pengetahuan tim, belum ada yang memakai analisis multivariabel untuk mencari faktor yang mendorong biaya pada tiap jenis pengguna jalan. Tim juga mencatat penurunan cedera tidak fatal dalam beberapa tahun terakhir tak setajam penurunan cedera fatal.
Pesertanya terbagi dalam lima kelompok. Pengemudi menjadi kelompok terbesar dengan 629 orang atau 45,8 persen, disusul pejalan kaki 265 orang, penumpang 203 orang, pesepeda 167 orang, dan pengendara motor 108 orang. Usia rata-rata berkisar dari 39,8 tahun pada pesepeda sampai 46,6 tahun pada pejalan kaki. Sebanyak 83,3 persen pengendara motor adalah laki-laki, sedangkan penumpang satu-satunya kelompok yang didominasi perempuan, 67,0 persen. Luka paling berat dialami pengendara motor dan pejalan kaki, masing-masing dengan skor keparahan cedera rata-rata 10,0, sementara pengemudi paling ringan dengan rata-rata 5,6.
Setahun Sesudah Tabrakan, Pejalan Kaki Paling Mahal
Dalam dua belas bulan sesudah cedera, rata-rata total biaya pejalan kaki paling tinggi, 30.958 dolar Kanada per orang. Di bawahnya ada pengendara motor dengan 28.904 dolar, penumpang 22.513 dolar, pengemudi 20.373 dolar, dan pesepeda 18.836 dolar. Semua angka sudah disesuaikan ke nilai dolar Kanada 2023. Sebagian terbesar biaya itu berasal dari layanan kesehatan. Rata-rata biaya kesehatan pejalan kaki mencapai 27.369 dolar, tertinggi di antara lima kelompok, disusul pengendara motor 24.163 dolar, penumpang 18.809 dolar, dan pengemudi 16.363 dolar. Pesepeda berada di urutan paling bawah dengan 14.840 dolar.
Bila dijumlahkan per kelompok, gambarannya bergeser karena jumlah orangnya berbeda. Total biaya 629 pengemudi mencapai 12.815.064 dolar, sedangkan 265 pejalan kaki menghabiskan 8.204.116 dolar. Menurut tim, pengemudi menyumbang 40,2 persen dari seluruh biaya kesehatan kohort, pejalan kaki 25,7 persen, dan penumpang 14,3 persen.
Baca juga Motor ATV Gurun di Emirat Paling Berbahaya Justru di Jalan Aspal
Kerja yang Hilang dalam Dua Belas Bulan
Biaya kedua datang dari waktu kerja yang hilang, baik karena absen, bekerja dengan tenaga berkurang, maupun berkurangnya pekerjaan tanpa upah seperti urusan rumah tangga. Di sini urutannya berbeda. Pengendara motor kehilangan rata-rata 4.741 dolar, disusul pengemudi 4.009 dolar, pesepeda 3.995 dolar, penumpang 3.704 dolar, dan pejalan kaki 3.589 dolar.
Tim menjelaskan selisih antara pengendara motor dan pejalan kaki itu sebagian besar dari status kerja. Sebanyak 80,2 persen pengendara motor dalam penelitian ini bekerja, sedangkan pejalan kaki yang bekerja hanya 56,0 persen. Kerugian kerja berbayar dihitung nol bagi peserta yang tidak punya pekerjaan berbayar, sedangkan bagi yang bekerja dihitung dari upah rata-rata per jam menurut kelompok usia dan jenis kelamin. Di kalangan pengemudi, pelajar mencatat total biaya lebih rendah dibanding pengemudi yang bekerja, dengan rasio 0,62 dalam model multivariabel. Alasannya, menurut tim, pelajar memang tidak menerima upah.
Momenyan dan Rekan Menimbang Beratnya Luka
Dari semua faktor yang diuji, satu hal muncul di kelima kelompok: makin tinggi skor keparahan cedera, makin besar rata-rata total biaya. Hubungan itu bermakna untuk pengemudi, penumpang, pengendara motor, pejalan kaki, dan pesepeda. Tim menilai temuan ini tidak mengejutkan dan sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya.
Kesehatan sebelum kecelakaan juga berhubungan dengan besarnya biaya. Pada pengemudi, tiap tambahan satu penyakit penyerta diperkirakan menaikkan rata-rata total biaya 17 persen. Pada penumpang kenaikannya 32 persen, dan pada pesepeda 47 persen. Pengemudi dengan mutu hidup lebih rendah sebelum cedera dan skor Skala Koma Glasgow lebih rendah juga mencatat biaya lebih tinggi.
Pada pejalan kaki, usia berhubungan dengan biaya. Tiap tambahan usia sepuluh tahun diperkirakan menaikkan rata-rata total biaya mereka 34 persen. Pada pengendara motor, kecenderungan membesar-besarkan rasa nyeri sebelum cedera, yang diukur dengan skala katastrofisasi nyeri, berhubungan dengan biaya lebih tinggi. Tim menyarankan pengendara motor seperti ini dikenali sejak awal dirawat.
Gambarannya berbeda bila pasien dibedakan menurut perawatannya. Di antara 344 pasien yang dirawat di rumah sakit, rata-rata total biaya tertinggi justru dialami pengemudi, 74.343 dolar, disusul penumpang 72.721 dolar, pejalan kaki 63.287 dolar, pengendara motor 57.821 dolar, dan pesepeda 46.805 dolar. Pada 1.026 pasien yang langsung pulang, rata-rata totalnya berkisar 7.450 sampai 10.314 dolar.
Penumpang mobil dan pengemudi memiliki skor keparahan cedera rata-rata terendah, yang menurut tim kemungkinan karena mereka lebih terlindung ketika tabrakan terjadi. Pejalan kaki yang relatif tidak terlindung mencatat skor keparahan rata-rata tertinggi, 10,0, dan itu tercermin dalam biaya kesehatan tertinggi. Pejalan kaki dalam sampel ini juga umumnya lebih tua, yang menurut tim membuat mereka lebih rentan cedera berat dan mungkin turut memperlambat pemulihan.
Dari Belanda sampai Belgia, Rantai Temuan yang Mirip
Momenyan dan rekan menempatkan hasil mereka di samping riset dari negara lain. Van der Vlegel dan rekan di Belanda, yang meneliti 1.024 penyintas yang dirawat inap, mendapati biaya kesehatan tertinggi pada pejalan kaki dan pesepeda terendah. Mereka juga menemukan pengendara motor kehilangan produktivitas paling besar, sama dengan temuan di British Columbia.
Olesen dan rekan di Denmark mencatat pejalan kaki dan pengendara motor menelan biaya rumah sakit tertinggi, sedangkan pesepeda terendah. Polinder dan rekan, juga di Belanda, melaporkan biaya kesehatan tertinggi pada pejalan kaki dan pengendara motor. Di Amerika Serikat, Nauman dan rekan mendapati biaya tertinggi pada pengendara motor dan terendah pada pesepeda.
Satu mata rantai tidak sejalan. Devos dan rekan di Belgia justru menemukan biaya tertinggi pada penumpang mobil dan terendah pada pesepeda. Momenyan dan rekan menduga bedanya berasal dari komposisi lalu lintas, terutama volume lalu lintas di jalan bebas hambatan yang lebih tinggi. Ketidaksamaan lain antarstudi, menurut mereka, kemungkinan berkaitan dengan perbedaan populasi sasaran dan porsi pasien yang bekerja.
Baca juga Kecelakaan Motor di Ghana: 23 Tahun, Hampir Seperempat Fatal
“Karena sebagian besar biaya medis tidak dibayar oleh pasien, melainkan oleh asuransi kesehatan publik di BC, meningkatkan keselamatan lalu lintas merupakan kesempatan untuk mengurangi porsi yang berarti dari pengeluaran pemerintah,” tulis Momenyan dan rekan dalam bahasa Inggris, yang di sini diterjemahkan.
Mereka mengusulkan langkah yang disesuaikan per kelompok. Untuk pejalan kaki, trotoar yang dirancang baik, waktu sinyal penyeberangan lebih lama, polisi tidur, dan batas kecepatan kota lebih rendah. Untuk pengendara motor, helm, perlengkapan pelindung, dan pelatihan berkendara lanjutan. Bagi pesepeda, jalur sepeda khusus disertai aturan wajib helm disebut sebagai langkah hemat biaya yang dapat melindungi mereka dari cedera berat.
Namun, tim juga mencatat pendekatan sistem keselamatan jalan seperti Vision Zero menilai rancangan lingkungan dan kebijakan yang membuat sistem lebih aman akan lebih efektif daripada strategi per moda. Menurut mereka, cara paling menyeluruh kemungkinan berupa penurunan kecepatan dan pengurangan prioritas kendaraan bermotor, beralih ke sepeda, jalan kaki, dan angkutan umum.
Jeffrey Brubacher dan Tim Mengakui Batas Hitungan
Tim, dengan Jeffrey R. Brubacher sebagai penulis korespondensi, mengakui beberapa batas. Angka biaya mereka kemungkinan lebih kecil dari beban sebenarnya, karena biaya kesehatan swasta, biaya hukum, kerusakan harta benda, tahun hidup yang hilang, dan ganti rugi atas rasa sakit serta penderitaan tidak dihitung. Biaya sesudah tahun pertama juga tidak dinilai.
Sebagian data berasal dari kuesioner yang diisi sendiri, sehingga bisa terpengaruh salah tafsir pertanyaan dan ingatan yang keliru. Lansia dan orang yang sangat kesakitan mungkin kurang bersedia ikut. Kerugian produktivitas dihitung dengan upah per jam nasional, bukan upah asli peserta, dan temuan soal penyakit penyerta perlu dibaca hati-hati karena skalanya belum divalidasi.
Baca juga Chiang Mai Buang Tahun Pandemi, Ramalan Kecelakaan Malah Meleset
Dalam simpulannya, tim menegaskan lebih dari separuh total biaya berasal dari cedera pengemudi dan pejalan kaki. Usia lebih tua, mutu hidup lebih rendah sebelum cedera, kecenderungan membesar-besarkan nyeri, lebih banyak penyakit penyerta, cedera lebih parah, dan skor Skala Koma Glasgow lebih rendah berhubungan dengan biaya lebih tinggi pada berbagai kelompok pengguna jalan.
Menurut tim, studi ini yang pertama di Kanada yang melaporkan biaya jangka panjang cedera lalu lintas, termasuk biaya kesehatan dan produktivitas yang hilang, menurut jenis pengguna jalan, dan hasilnya sebagian besar sejalan dengan riset di negara lain. Tim menyebut temuan ini penting bagi pembuat kebijakan untuk merancang intervensi atau kebijakan yang menyasar kelompok pengguna jalan tertentu.















