- Vaksinasi Ebola untuk tenaga kesehatan dimulai Sabtu di Bunia, episentrum wabah Ebola RD Kongo.
- Sekitar 50.000 tenaga kesehatan dan garis depan akan disuntik vaksin Ervebo.
- Steve Ahuka mengakui belum diketahui efektivitas vaksin terhadap galur Bundibugyo.
- Wabah telah menewaskan 3.639 orang dan menginfeksi 7.541 orang sejak Mei.
Cekricek.id — Tenaga kesehatan di sebagian wilayah Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) mulai menerima vaksin yang diharapkan memberi perlindungan terhadap virus Ebola.
Vaksinasi dimulai Sabtu di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri di timur laut RD Kongo, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Minggu (20/9/2026). Ituri merupakan episentrum wabah Ebola dengan laju penyebaran tercepat dalam sejarah.
Lima Puluh Ribu Tenaga Digarap Vaksin Ervebo
Gubernur provinsi, Mayor Jenderal Gaby Kasongo Mulumba, mengatakan tenaga kesehatan di sana “sangat terpapar dan sangat terlibat dalam respons” penanganan wabah. Operasi yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dokter Lintas Batas atau MSF ini juga akan menyasar Kivu Utara, tempat kasus melonjak tajam.
Sekitar 50.000 tenaga kesehatan dan garis depan lain akan disuntik vaksin Ervebo, yang awalnya dikembangkan untuk galur Zaire yang lebih umum. Efektivitasnya terhadap galur Bundibugyo yang menyebabkan wabah Ebola saat ini akan dipantau pada 20.000 penerima selama satu tahun ke depan. Uji klinis masih berlangsung untuk menemukan vaksin berlisensi bagi wabah terbaru ini, yang belum memiliki vaksin berlisensi atau pengobatan terbukti.
“Kami tidak tahu sejauh mana efektivitasnya terhadap galur Bundibugyo,” kata Steve Ahuka, pejabat Kongo yang tergabung dalam satuan tugas kesehatan penanganan wabah Ebola.
Tenaga Kesehatan Sebut Vaksin Tak Terelakkan
Dr Jeannot Elua di sebuah fasilitas kesehatan di Bunia menyebut vaksin itu “bermanfaat”. “Kami tenaga kesehatan sebenarnya tidak punya pilihan. Kami akan menerimanya,” katanya kepada kantor berita Associated Press. “Sebagian orang di sini sudah menerima vaksin sebelumnya. Saya sendiri menerimanya, karena itu wajib.”
Para ahli WHO menyebut data awal soal vaksin Ervebo, terutama dari uji coba hewan, mengindikasikan vaksin ini bisa memberi sejumlah perlindungan dalam wabah saat ini. Virus ini telah menewaskan sedikitnya 3.639 orang dan menginfeksi sekitar 7.541 orang sejak Mei, dengan 1.823 orang dinyatakan sembuh menurut data terbaru otoritas setempat.
WHO menyebut pada Agustus bahwa 70.000 dosis Ervebo telah disetujui untuk digunakan di RD Kongo. Vaksin ini dipakai lewat program penggunaan berbasis belas kasihan (compassionate-use), yang mengizinkan produk medis dipakai dalam situasi penyakit serius meski belum disetujui khusus untuk kegunaan tersebut. Sementara sejumlah pejabat WHO menyebut ada “tanda-tanda menggembirakan” soal perlambatan penularan, MSF memperingatkan pada Jumat bahwa belum ada bukti jelas wabah ini sudah terkendali.















