- Pada seluruh peserta, sisa umur 33,59 tahun terbagi menjadi 10,98 tahun sehat dan bekerja.
- Perempuan punya harapan hidup total 35,29 tahun, tetapi harapan hidup kerja sehatnya 9,82 tahun, sedangkan laki-laki 12,36 tahun.
- Peserta yang pernah stroke punya harapan hidup kerja sehat 5,49 tahun lebih pendek daripada yang tidak pernah stroke.
- Peserta di negara dengan partisipasi angkatan kerja tinggi punya harapan hidup kerja sehat 2,48 tahun lebih panjang.
Daftar Isi
- Harapan Hidup Kerja Sehat, Tahun Sehat yang Masih Diisi Bekerja
- Faktor Individu, Bekal yang Dibawa Tiap Orang
- Penyakit Kronis, Sakit Menahun yang Beriringan dengan Masa Kerja Lebih Pendek
- Indeks Gini, Ukuran Timpangnya Pendapatan Sebuah Negara
- Partisipasi Angkatan Kerja, Faktor dengan Selisih Paling Lebar
- Kesehatan Menurut Pengakuan Sendiri, Batas dari Angka Ini
Banyak negara mengusulkan kenaikan usia pensiun untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja akibat penuaan penduduk. Karena itu muncul pertanyaan: sejak umur 50, berapa tahun lagi seseorang bisa diharapkan tetap sehat dan tetap bekerja. Sekelompok peneliti di Shanghai menghitung jawabannya untuk 175.318 orang di 28 negara. Hasilnya, dari harapan hidup total 33,59 tahun pada usia 50, rata-rata 10,98 tahun dijalani dalam keadaan sehat dan bekerja.
Penelitian itu ditulis Jingjie Zhu dan rekan dari School of Public Health, Fudan University, dan Huadong Hospital, Fudan University, Shanghai, China. Laporan berjudul Country- and individual-level factors associated with healthy working life expectancy: A multinational longitudinal study itu terbit di jurnal PLOS Medicine volume 23 nomor 9 tahun 2026. Penulis korespondensinya adalah Junling Gao dari sekolah kesehatan masyarakat yang sama.
Zhu dan rekan memakai data enam kohor penuaan yang sudah diseragamkan, dari Amerika Serikat, Inggris, sejumlah negara Eropa, Korea Selatan, Meksiko, dan China, dengan masa pengamatan antara 1992 dan 2020. Pesertanya 79.833 laki-laki dan 95.485 perempuan berusia 50 tahun ke atas, rata-rata berumur 63,91 tahun di awal penelitian dan diikuti rata-rata 8,22 tahun.
Harapan Hidup Kerja Sehat, Tahun Sehat yang Masih Diisi Bekerja
Maksudnya begini. Istilah itu, dalam bahasa Inggris healthy working life expectancy, adalah rata-rata jumlah tahun yang bisa diharapkan seseorang untuk tetap sehat dan tetap bekerja sejak usia 50. Ukuran ini berbeda dari harapan hidup total, yaitu seluruh sisa umur sejak usia 50, entah dijalani dalam keadaan sehat atau sakit, bekerja atau tidak.
Dua kata kunci di dalamnya diukur dengan cara sederhana. Sehat berarti peserta menilai kesehatannya sendiri baik, sangat baik, atau sempurna, sedangkan jawaban lain dihitung tidak sehat. Bekerja berarti melakukan kerja berbayar atau berusaha sendiri dalam sebulan sebelum wawancara.
Dari dua ukuran itu lahir empat keadaan hidup. Seseorang bisa sehat dan bekerja, sehat tetapi tidak bekerja, tidak sehat tetapi tetap bekerja, atau tidak sehat dan tidak bekerja. Pada seluruh peserta, sisa umur 33,59 tahun terbagi menjadi 10,98 tahun sehat dan bekerja, 12,20 tahun sehat tanpa bekerja, 2,28 tahun bekerja dalam keadaan tidak sehat, dan 8,13 tahun tidak sehat dan tidak bekerja.
Bedanya terasa bila dibayangkan dua orang berumur 50 yang sama-sama sehat, tetapi hanya satu yang masih bekerja. Menurut hitungan Zhu dan rekan, orang yang sehat dan bekerja pada usia 50 punya harapan hidup kerja sehat 12,19 tahun, atau 36,1 persen dari harapan hidup totalnya yang 33,73 tahun. Orang yang sehat tetapi tidak bekerja hanya punya 7,54 tahun, setara 22,5 persen dari sisa umurnya.
Dua keadaan lainnya punya cerita sendiri. Mereka yang tidak sehat tetapi masih bekerja pada usia 50 punya harapan hidup kerja sehat 8,79 tahun, atau 26,5 persen dari harapan hidup total 33,17 tahun. Yang tidak sehat dan tidak bekerja hanya 5,53 tahun, atau 17,0 persen dari sisa umur 32,49 tahun.
Faktor Individu, Bekal yang Dibawa Tiap Orang
Faktor tingkat individu adalah ciri yang melekat pada tiap orang, mulai dari jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, kebiasaan hidup, sampai penyakit. Jenis kelamin memberi contoh paling jelas bahwa panjang umur tidak sama dengan panjang masa kerja sehat. Perempuan punya harapan hidup total 35,29 tahun, lebih panjang daripada laki-laki yang 31,72 tahun, tetapi harapan hidup kerja sehatnya 9,82 tahun, sedangkan laki-laki 12,36 tahun.
Zhu dan rekan mencatat pola itu sejalan dengan penelitian terdahulu. Menurut mereka, perbedaan tersebut sebagian bisa dijelaskan oleh usia pensiun perempuan yang lebih awal di banyak negara dan oleh faktor gender yang membatasi kesempatan perempuan untuk tetap bekerja. Perempuan juga tercatat menjalani 13,87 tahun dalam keadaan sehat tanpa bekerja, lebih lama daripada laki-laki yang 10,29 tahun.
Baca juga Lansia China yang Tetap Bekerja Lebih Jarang Merasa Tak Berguna
Status perkawinan dan pendidikan memperlihatkan pola serupa. Peserta yang menikah punya harapan hidup kerja sehat 11,19 tahun, lebih panjang daripada yang tidak menikah dengan 10,12 tahun. Pendidikan membentuk tangga yang naik: 9,69 tahun pada pendidikan rendah, 10,14 tahun pada pendidikan menengah, dan 13,11 tahun pada pendidikan tinggi.
Kebiasaan sehari-hari juga beriringan dengan panjangnya masa kerja sehat. Peserta yang aktif secara fisik punya harapan hidup kerja sehat 1,93 tahun lebih panjang daripada yang tidak aktif. Peminum alkohol dan bukan peminum hampir sama harapan hidup totalnya, 33,54 dan 33,58 tahun, tetapi minum alkohol berkaitan dengan harapan hidup kerja sehat 2,00 tahun lebih pendek.
Rokok memberi gambaran yang berbeda lagi. Dibandingkan perokok aktif, bekas perokok punya harapan hidup total 4,69 tahun lebih panjang dan orang yang tidak pernah merokok 7,70 tahun lebih panjang. Pada harapan hidup kerja sehat, selisihnya 1,84 tahun untuk bekas perokok dan 1,67 tahun untuk yang tidak pernah merokok.
Penyakit Kronis, Sakit Menahun yang Beriringan dengan Masa Kerja Lebih Pendek
Penyakit kronis di sini berarti penyakit yang menurut pengakuan peserta pernah didiagnosis dokter saat mereka pertama kali ikut penelitian. Tujuh penyakit dihitung, yaitu hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru, masalah jantung, stroke, dan artritis. Masalah jantung mencakup serangan jantung, penyakit jantung koroner, angina, dan gangguan jantung lain.
Ketujuhnya berkaitan dengan harapan hidup total dan harapan hidup kerja sehat yang lebih pendek, dengan stroke di urutan teratas. Peserta yang pernah stroke punya harapan hidup total 7,14 tahun lebih pendek dan harapan hidup kerja sehat 5,49 tahun lebih pendek daripada yang tidak pernah stroke. Urutan berikutnya penyakit paru kronis, diabetes, kanker, penyakit jantung, hipertensi, lalu artritis.
Angka mentahnya memperlihatkan seberapa jauh jarak itu. Harapan hidup kerja sehat peserta dengan stroke tercatat 5,57 tahun, dengan penyakit paru kronis 6,38 tahun, dan dengan diabetes 6,97 tahun. Sebagai pembanding, peserta tanpa stroke tercatat 11,07 tahun, tanpa penyakit paru kronis 11,15 tahun, dan tanpa diabetes 11,33 tahun.
Indeks Gini, Ukuran Timpangnya Pendapatan Sebuah Negara
Zhu dan rekan juga menelaah faktor tingkat negara, yaitu keadaan negara tempat peserta tinggal. Ada dua belas indikator yang diambil dari Bank Dunia, mulai dari PDB per kapita, belanja kesehatan, pendapatan pajak, sampai mutu pemerintahan. Tiap indikator dibelah di titik tengah sebaran nilainya menjadi kelompok tinggi dan kelompok rendah.
Indeks Gini salah satunya, ukuran yang menurut paper mencerminkan tingkat ketimpangan dalam pembagian pendapatan atau konsumsi. Peserta di negara dengan indeks Gini tinggi punya harapan hidup kerja sehat 0,48 tahun lebih pendek daripada di negara dengan indeks Gini rendah. Pada harapan hidup total, tidak ada perbedaan yang bermakna.
Indikator ekonomi lain bergerak ke arah sebaliknya. Belanja kesehatan yang tinggi berkaitan dengan harapan hidup total 3,61 tahun lebih panjang dan harapan hidup kerja sehat 0,48 tahun lebih panjang. PDB per kapita tinggi berkaitan dengan selisih 2,46 tahun dan 0,84 tahun, sedangkan pendapatan pajak tinggi dengan selisih 0,49 tahun dan 1,16 tahun.
Zhu dan rekan memberi perhatian khusus pada pendapatan pajak. Menurut mereka, pendapatan pajak muncul sebagai faktor tersendiri yang lebih dekat kaitannya dengan terjaganya tenaga kerja yang sehat, sehingga cara dana publik dihimpun dan dibagi ikut berperan, bukan hanya besarnya keluaran ekonomi. Peserta di negara dengan peringkat kemudahan berusaha tinggi juga punya harapan hidup kerja sehat 0,85 tahun lebih panjang.
Mutu pemerintahan diukur lewat efektivitas pemerintah, pengendalian korupsi, dan stabilitas politik. Nilai tinggi pada ketiganya berkaitan dengan harapan hidup kerja sehat yang lebih panjang, masing-masing 0,54 tahun, 0,51 tahun, dan 0,77 tahun. Pada harapan hidup total, selisihnya 1,19 tahun, 1,17 tahun, dan 2,67 tahun.
Baca juga Pensiunan Eropa Tidur Lebih Lama dan Bergerak Lebih Sedikit
Partisipasi Angkatan Kerja, Faktor dengan Selisih Paling Lebar
Partisipasi angkatan kerja dalam penelitian ini diukur sebagai persentase dari penduduk dewasa. Bersama pengaturan kerja fleksibel, kesetaraan kesempatan kerja, serta praktik perekrutan dan pemberhentian, indikator ini membentuk kelompok faktor ketenagakerjaan. Keempatnya, menurut Zhu dan rekan, secara konsisten berkaitan dengan harapan hidup kerja sehat yang lebih panjang.
Selisih terbesar ada pada partisipasi angkatan kerja. Peserta di negara dengan partisipasi tinggi punya harapan hidup kerja sehat 2,48 tahun lebih panjang dan masa tidak sehat tanpa bekerja 2,30 tahun lebih pendek. Pengaturan kerja fleksibel berkaitan dengan selisih 1,86 tahun, kesetaraan kesempatan kerja 1,62 tahun, serta praktik perekrutan dan pemberhentian 1,54 tahun.
Ada satu angka yang mudah disalahpahami. Keempat faktor ketenagakerjaan itu juga berkaitan dengan masa bekerja dalam keadaan tidak sehat yang lebih panjang, misalnya 0,91 tahun lebih lama di negara dengan pengaturan kerja fleksibel tinggi. Sekilas, bisa bekerja lebih lama terdengar seperti kabar baik.
Zhu dan rekan justru mengingatkan agar angka itu tidak dibaca begitu saja. “Namun, nHWLE yang lebih panjang tidak serta-merta dapat ditafsirkan sebagai hasil yang menguntungkan,” tulis mereka, dalam terjemahan dari bahasa Inggris, tentang masa bekerja dalam keadaan tidak sehat. Angka itu bisa mencerminkan kelonggaran kerja yang memungkinkan orang dengan keterbatasan kesehatan tetap bekerja, tetapi bisa juga menandakan tekanan keuangan, perlindungan pensiun yang kurang memadai, atau pekerja yang tetap bekerja dalam keadaan sakit.
Baca juga Pekerja Malam Bristol: 85 Persen Tetap Masuk Kerja saat Sakit
Paper ini juga memberi satu contoh dari Amerika Serikat. Di sana, harapan hidup kerja sehat dalam penelitian ini 10,69 tahun, sementara usia pensiun penuh dalam sistem jaminan sosial adalah 67 tahun bagi mereka yang lahir pada 1960 atau sesudahnya. Zhu dan rekan menegaskan perbandingan itu hanya ilustrasi, tetapi menurut mereka menyoroti risiko sebagian orang tua diharapkan tetap bekerja lebih lama daripada yang dimungkinkan kemampuan kerja sehatnya.
Kesehatan Menurut Pengakuan Sendiri, Batas dari Angka Ini
Ukuran sehat dalam penelitian ini berasal dari penilaian peserta sendiri, dan Zhu dan rekan mengakui bahwa ukuran semacam itu rentan terhadap kesalahan pengukuran. Definisi bekerja juga longgar, karena tidak membedakan pekerja penuh waktu dari pekerja paruh waktu. Ada pula orang yang merasa sehat tetapi kemampuan kerjanya terbatas, dan menurut tim, hal itu bisa membuat perkiraan meleset.
Keterbatasan lain datang dari datanya. Masa awal dan lama pengamatan tiap kohor berbeda, sampel di sebagian negara relatif kecil, dan pesertanya bukan sampel global. Data penyakit hanya dicatat di awal tanpa diperbarui, sementara harapan hidup total dan harapan hidup kerja sehat beberapa negara, terutama Swiss dan Austria, lebih tinggi daripada perkiraan statistik resmi nasional.
Karena itu, tim meminta temuan ini dibaca sebagai gambaran hubungan antara faktor individu, faktor negara, dan masa kerja sehat, bukan sebagai peringkat pasti negara. Saran mereka mencakup pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis, terutama diabetes, stroke, dan penyakit paru kronis, gaya hidup yang lebih sehat, lingkungan kerja yang lebih setara dan fleksibel, serta investasi sistem kesehatan dan tata kelola pemerintahan yang lebih kuat.
Jadi, harapan hidup kerja sehat bukan janji bahwa setiap orang berusia 50 masih bisa bekerja dalam keadaan sehat selama 10,98 tahun. Angka itu rata-rata dari 175.318 peserta di 28 negara, dan menurut Zhu dan rekan semestinya dibaca bersama tiga keadaan lain: sehat tanpa bekerja, bekerja dalam keadaan tidak sehat, serta tidak sehat dan tidak bekerja.













