Saham Alphabet Anjlok 10 Persen, Meleset dari Target Wall Street

A A

Papan nama kantor Google di Charleston Road, Mountain View, California. [Foto: Dietmar Rabich/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • Saham Alphabet anjlok lebih dari 10 persen usai rilis kinerja kuartal ketiga.
  • Pendapatan dan laba Alphabet meleset dari perkiraan untuk pertama kali dalam hampir empat tahun.
  • Arus kas bebas Alphabet minus 9,07 miliar dolar AS.
  • Aplikasi Gemini mencapai 1 miliar pengguna.

Cekricek.id — Saham Alphabet, induk usaha Google, anjlok lebih dari 10 persen dalam perdagangan setelah jam bursa pada Rabu (28/10/2026) waktu setempat, setelah kinerja kuartal ketiganya meleset dari perkiraan Wall Street.

Melansir laporan CNBC, Rabu (28/10/2026), ini merupakan pertama kalinya dalam hampir empat tahun pendapatan dan laba Alphabet sama-sama meleset dari perkiraan analis. Pendapatan Alphabet tercatat 127,58 miliar dolar AS, sedikit di bawah perkiraan 128,22 miliar dolar AS, meski tumbuh 25 persen dibandingkan tahun lalu.

Laba per saham yang disesuaikan sebesar 2,67 dolar AS, jauh di bawah perkiraan 3,02 dolar AS. Laba bersih turun menjadi 26,17 miliar dolar AS dari 34,98 miliar dolar AS setahun sebelumnya.

Baca juga Microsoft Tawarkan Pesangon Sukarela kepada 60.000 Karyawan

Arus Kas Bebas Minus 9 Miliar Dolar

Alphabet melaporkan arus kas bebas negatif sebesar 9,07 miliar dolar AS, jauh lebih dalam dari perkiraan analis sebesar 2,70 miliar dolar AS. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal mengkhawatirkan bagi investor di tengah besarnya belanja untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Belanja modal Alphabet pada kuartal ketiga mencapai 51,36 miliar dolar AS. Perusahaan mempertahankan proyeksi belanja modal setahun penuh di kisaran 195 miliar hingga 205 miliar dolar AS, dan memperkirakan angkanya melampaui 300 miliar dolar AS pada 2027. Utang jangka panjangnya pun melonjak menjadi 125,1 miliar dolar AS dari 21,6 miliar dolar AS setahun sebelumnya.

“Kami terus memperkirakan belanja modal kami meningkat signifikan pada 2027, dan akan memberikan rincian lebih lanjut dalam paparan kuartal keempat,” kata Kepala Keuangan Alphabet Anat Ashkenazi kepada para analis.

Baca juga Nvidia Suntik Meta 3 Miliar Dolar AS, Kemitraan AI Makin Erat

Google Cloud Melesat, Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna

Di tengah kinerja yang mengecewakan, bisnis komputasi awan Google justru melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 30,7 miliar dolar AS, melampaui perkiraan 28,7 miliar dolar AS.

“Kami melihat permintaan yang luar biasa dan pertumbuhan yang kuat dari laboratorium AI, pasar modal, lembaga jasa keuangan, dan perusahaan,” kata CEO Google Cloud Thomas Kurian dalam paparan kinerja perdananya.

Google juga mengumumkan aplikasi Gemini telah mencapai 1 miliar pengguna, menjadikannya produk dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan. Sementara itu, pendapatan dari mesin pencari naik 12 persen menjadi 63,35 miliar dolar AS, tetapi masih di bawah perkiraan 64,96 miliar dolar AS.

Analis Jefferies Brent Thill menilai hanya bisnis awan yang mencatat hasil di atas perkiraan, itu pun tipis. “Bisnis awan adalah satu-satunya bisnis yang melampaui perkiraan dengan pertumbuhan 103 persen,” katanya kepada CNBC.

Baca juga Anthropic Resmi Ajukan IPO, Pendapatan Tembus 16 Miliar Dolar

Bagikan

Baca Juga

The Fed Tahan Suku Bunga Jelang Pemilu Sela AS Meski Inflasi Naik
Aplikasi Ponsel di Thailand Saring Remaja Berisiko Seks Pranikah
Free Fire Kembali ke India Empat Tahun Setelah Diblokir
Apple Rilis MacBook Layar Sentuh Pertama, Harga Mulai 2.899 Dolar
Orang Tua Gugat OpenAI, ChatGPT Dituding Sarankan Setop Obat
Australia Akan Larang Chatbot AI yang Bangun Keintiman Emosional