Kontingen Taekwondo USU Bawa Pulang Emas dan Perunggu dari Thailand

A A

Kontingen taekwondo USU di The 9th Heroes Taekwondo International Champion 2026, Pattaya, Thailand. [Foto: Dok. USU]

Cekricek.id — Kontingen taekwondo Universitas Sumatera Utara (USU) pulang membawa medali emas dan perunggu dari The 9th Heroes Taekwondo International Champion 2026 di Eastern National Sports Training Center, Pattaya, Chonburi, Thailand. Kejuaraan yang digelar 30 Juli hingga 4 Agustus 2026 itu diikuti sekitar 3.900 peserta dari 35 negara.

Dikutip dari laman resmi Universitas Sumatera Utara, usu.ac.id, Jumat (7/8/2026), Feldicio Haganta Ginting — mahasiswa Program Studi Hukum angkatan 2025 — turun di dua kategori sekaligus, yakni Kyorugi Senior O-87 kg dan Speed Punch, dan berhasil menembus persaingan atlet berbagai negara.

Latihan Sampai Sehari Jelang Bertanding

Kesuksesan itu ditempa lewat persiapan sekitar sebulan penuh. Menjelang kompetisi, durasi latihan hariannya naik dari dua jam menjadi tiga jam, dan dua pekan terakhir menjadi periode paling intensif — sembari menjaga berat badan tetap di batas kelas yang didaftarkan.

“Persiapan kejuaraan yang saya dan team ikuti di Thailand, hingga H-1 pun saya tetap latihan untuk mencapai target saya yaitu juara 1,” tutur Feldicio.

Prestasi adalah Proses, Bukan Keberuntungan

Bagi Feldicio, medali bukan hasil instan. Perjalanan atletnya juga diwarnai cedera, kelelahan, dan tekanan pertandingan yang justru ia jadikan bahan evaluasi.

“Medali yang saya raih merupakan hasil dari latihan yang rutin, doa, serta dukungan dari pelatih, keluarga, dan orang-orang di sekitar saya. Prestasi adalah hasil dari proses, bukan keberuntungan,” ujarnya.

Capaian ini melengkapi rentetan prestasi mahasiswa USU di panggung internasional pekan ini, menyusul kemenangan tim FKG USU di kompetisi poster internasional.

Baca juga: Singapura vs Indonesia 1-1, Gol Ilhan Fandi Kandaskan Langkah Garuda

Tag:
Bagikan

Baca Juga

Pengetahuan dan Praktik Higiene Menstruasi Siswi Sri Lanka
Kekayaan Luruh, Desa dan Kota Tetap Beda soal Pencernaan
Kesenjangan SES Perlebar Risiko Disabilitas Lansia Kota
Sekolah Filipina Tutup 29 Bulan, Murid Lupa Wajah Teman Sekelas
Tongkonan Toraja sebagai Kurikulum Hidup Tanpa Suara Warga
Siswa Laki-laki Merokok 34 Persen, Perempuan Hanya 1,5 Persen