Kontes Batu Akik, Aquascape, dan Bonsai Meriahkan HUT Lubuk Basung ke-32

A A

Pemerintah Kabupaten Agam menggelar kontes batu akik, aquascape, dan bonsai yang berlangsung meriah di GOR Rang Agam, Sabtu (19/7/2025) (Foto: Ist)

Cekricek.id, Agam - Dalam rangka memperingati 32 tahun Lubuk Basung sebagai ibu kota Kabupaten Agam, Pemerintah Kabupaten Agam menggelar kontes batu akik, aquascape, dan bonsai yang berlangsung meriah di GOR Rang Agam, Sabtu (19/7/2025).

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal yang hadir bersama unsur Forkopimda, kepala OPD, Camat Lubuk Basung, panitia, dewan juri, serta ratusan peserta dari berbagai daerah. Kegiatan ini turut diramaikan oleh komunitas pecinta seni dan kerajinan alam, baik dari Sumatera Barat maupun luar provinsi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung penyelenggaraan acara. Ia menekankan bahwa ajang seperti ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bentuk kecintaan terhadap seni, budaya, dan alam Indonesia.

“Batu akik adalah warisan alam Nusantara yang memiliki nilai estetika dan ekonomi tinggi. Aquascape mengajarkan kita menjaga keseimbangan ekosistem air, dan bonsai menjadi lambang keindahan dalam kesederhanaan serta kesabaran,” ujar Iqbal.

Iqbal berharap kegiatan ini menjadi awal dari kebangkitan komunitas-komunitas kreatif di Agam. Ia menyebut bahwa ekonomi kreatif harus mendapatkan dukungan serius karena memiliki potensi besar sebagai penopang pembangunan daerah.

“Kita ingin Lubuk Basung tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai sentra seni dan ekonomi kreatif yang hidup dan berkembang. Ini langkah awal menuju hal itu,” tambahnya.

Baca Juga: Agam Peringati 117 Tahun Perlawanan Heroik Perang Manggopoh

Rangkaian acara yang dikemas dengan nuansa budaya ini juga menjadi ruang edukasi dan hiburan bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Diharapkan, melalui hobi dan minat seperti batu akik, aquascape, dan bonsai, lahir potensi ekonomi baru yang membanggakan daerah. (*)

Bagikan

Baca Juga

Mikoriza Lokal Tekan Kutu Kebul Cabai Kopay dari 30 Persen
Kentang Cingkariang, Planlet Tumbuh tapi Akarnya Menyusut
Baboi Mentawai, Ibu Adat yang Tak Satu Pun Disebut Namanya
Kutu Putih Pepaya dan Lapisan Lilin yang Menahan Racun
Kesesuaian Lahan Alpukat Taeh Bukik dan Kelas N yang Janggal
Nagari Sijunjung, Enam Unsur Adat dan Atap yang Berganti