Cekricek.id — Madonna akhirnya berbicara tentang William Orbit, produser yang menemaninya membuat salah satu album paling menentukan dalam kariernya. Orbit meninggal pada 23 Juli 2026 dalam usia 69 tahun, dan penyanyi itu menuliskan penghormatannya lewat unggahan panjang di media sosial.
Dikutip dari Rolling Stone UK, Senin (10/8/2026), Madonna menyebut pertemuannya dengan Orbit mengubah cara ia memandang musik. Keduanya bekerja sama untuk album Ray of Light yang terbit pada 1998, lalu berlanjut ke Music dan MDNA.
“Saya mengalami pencerahan ketika bertemu denganmu dan mulai bekerja denganmu. Saya sadar bahwa musik tidak harus masuk ke dalam kategori atau genre,” tulis Madonna.
“Kau Menekan Tombol Ajaib di Dalam Diriku”
Bagian lain tulisannya menggambarkan kerja sama itu sebagai pengalaman yang nyaris spiritual. “Kau menekan tombol ajaib di dalam diriku dan aku jatuh ke sebuah galaksi berisi mimpi-mimpi yang belum terwujud,” tulisnya.
Ia lalu menghubungkan album itu dengan periode paling personal dalam hidupnya. “Dalam banyak hal kau adalah Ray of Light-ku — begitu pula putriku Lola yang lahir sekitar masa itu,” kata Madonna. Ia juga menulis, “Aku merindukan masa-masa itu. Hanya kau yang bisa membuatku menulis lagu seperti Drowned World atau Swim.”
Baca juga: Endah N Rhesa Rilis “Terang Bulan”, Fase Setelah Kehilangan
Cara Kerja di Ruang Rekam
Madonna pernah menjelaskan bagaimana metode kerja mereka berjalan, dan penjelasan itu kembali dikutip menyusul kepergian Orbit. “Saya datang kepadanya dengan gagasan tentang ke mana saya ingin pergi secara musikal, menyenandungkan melodi atau membacakan lirik, lalu meninggalkannya sendirian di laboratorium. Kadang dia bergerak ke arah yang saya mau, kadang dia membelok ke tempat lain sama sekali. Kami berakhir dengan lagu-lagu trance sepanjang delapan menit, lalu terus menambah dan mengurangi sampai kami punya bait dan refrain yang sesungguhnya. Kami benar-benar membanting tulang,” ujarnya.
Bersama unggahannya, Madonna membagikan video saat ia dan Orbit menerima penghargaan Grammy untuk kategori Album Pop Terbaik pada 1999. Ia menutup tulisannya dengan sapaan yang hanya dipakai di antara mereka berdua. “Selamat tinggal Billy Bubbles. Aku sangat beruntung pernah mengenalmu dan ikut jatuh ke lubang kelinci bersamamu,” tulisnya.
Jejak di Luar Madonna
Kabar meninggalnya Orbit disampaikan keluarga dan sahabatnya. “Dia akan sangat dirindukan oleh kami dan oleh begitu banyak orang yang hidupnya ia sentuh lewat musik, persahabatan, dan kebaikannya,” demikian pernyataan keluarga dan kerabat dekatnya. Penyebab kematiannya tidak diungkapkan.
Baca juga: Dituduh Pakai Kloning di Konser MetLife, Usher Naik Pitam: AI Belum Secanggih Itu
Di luar Madonna, nama Orbit melekat pada album 13 milik Blur dan lagu “Pure Shores” milik All Saints yang menjadi nomor satu di Inggris. Ia juga pernah bekerja dengan Pink dan Britney Spears, sekaligus merilis sejumlah album solo — yang terakhir The Painter pada 2022.
Yang tersisa dari kerja panjang itu adalah rekaman-rekaman yang sampai sekarang masih diputar orang tanpa selalu tahu siapa yang meraciknya di balik meja. Produser jarang mendapat panggung; kalimat-kalimat Madonna pekan ini adalah salah satu dari sedikit kesempatan ketika nama itu diucapkan keras-keras.
Baca juga: Musisi Malang Abih RV Rilis Album Perdana “First Vault”




















