Militer Iran Sebut AS Siap Lanjutkan Serangan dan Ancam Balasan

A A

Pasukan Garda Revolusi Iran dalam parade militer di Teheran [Foto: Al Jazeera]

  • Komando Khatam al-Anbiya sebut AS siap lanjutkan serangan dan ancam balasan.
  • Negara yang bantu AS dianggap terlibat dan bisa hadapi respons Iran.
  • Trump sebut dalam mode memutuskan opsi militer, ekonomi, atau kesepakatan.

Cekricek.id — Militer Iran sebut Amerika Serikat siap lanjutkan serangan dan ancam balasan terhadap pangkalan serta kepentingan AS di Timur Tengah.

Mengutip laporan Al Jazeera, Minggu (21/09/2026), Komando Pusat Khatam al-Anbiya yang membawahi angkatan bersenjata Iran mengatakan mendapat informasi AS bersiap melanjutkan serangan.

Komando memperingatkan negara yang mengizinkan wilayah atau fasilitasnya mendukung serangan AS akan “dianggap terlibat” dan dapat menghadapi respons Iran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News pada Minggu bahwa ia berada dalam “mode memutuskan” soal Iran dan opsinya mencakup aksi militer lanjutan, tekanan ekonomi, atau kesepakatan.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan kepada anggota parlemen pada Minggu bahwa Teheran harus memakai kekuatan militer untuk mendorong lawan sebelum beralih ke diplomasi.

Trump dalam Mode Memutuskan Opsi Iran

Trump juga menyatakan terbuka bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela Sidang Umum PBB di New York pekan ini. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertolak ke New York pada Minggu malam dengan singgah di Qatar.

Teheran mengatakan kepada mediator Qatar dan Pakistan bahwa syarat pembicaraan kembali mencakup penghentian perang dan serangan AS, pencairan dana Iran yang dibekukan, dan pencabutan blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran.

Baca juga Qatar dorong kerangka keamanan Teluk libatkan Iran pasca perang

Bagikan

Baca Juga

Mohsen Rezaei Temui Putin, Sampaikan Pesan Mojtaba Khamenei
Gubernur California Ringankan Hukuman 548 Terpidana Mati
Saham AI Anjlok Usai Kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS
Kongres Paraguay Tolak Pengunduran Diri Presiden Santiago Pena
Guinea-Bissau Hentikan Uji Vaksin Hepatitis B Dana AS pada Bayi
Mojtaba Khamenei: Kekalahan Trump Tak Akhiri Permusuhan AS