Panas Kering Isfahan Mengirim Lebih Banyak Pasien Jantung ke RS

A A

Ilustrasi Lapangan Naqsh-e Jahan dengan taman, kolam, dan kubah masjid pada siang cerah di Isfahan, Iran [Foto: Arad/Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0]

  • Rentetan panas yang berlangsung lima hari atau lebih berkaitan dengan 42 persen lebih banyak pasien jantung masuk rumah sakit.
  • Pada hari panas ekstrem, peluang pasien dirawat lebih dari sepekan menjadi 1,85 kali peluang pada hari bersuhu sedang.
  • Laki-laki lanjut usia disebut para peneliti sebagai kelompok paling rentan terhadap panas di Isfahan.
  • Warga di lingkungan paling tertinggal menanggung risiko 48 persen lebih tinggi saat panas beruntun.
Daftar Isi
  1. Ketika Panas Naik, Ranjang Rumah Sakit Ikut Terisi
  2. Bukan Hanya Lebih Banyak, melainkan Juga Lebih Lama
  3. Justru Sebaliknya dari Dugaan tentang Panas Lembap
  4. Siapa yang Paling Banyak Menanggung
  5. Musim Panas yang Dibayangkan Dua Dasawarsa ke Depan
  6. Batas yang Diakui dan Angka yang Tidak Seiring

Panas yang berbahaya bagi jantung, begitu orang biasa membayangkannya, adalah panas yang lembap, panas kota pesisir yang membuat keringat enggan menguap dan tubuh tidak sempat mendingin. Isfahan, kota berpenduduk lebih dari dua juta jiwa di Iran tengah, mematahkan bayangan itu, sebab di sana udara musim panas justru kering, kelembapan kerap turun di bawah 15 persen, dan rumah sakit tetap saja lebih ramai oleh pasien jantung ketika hari-hari memanas.

Gambaran itu datang dari Pouriya Javari, mahasiswa kedokteran di Isfahan University of Medical Sciences, dan Majid Javari, associate professor klimatologi di PayameNoor University, Tehran, dalam artikel berjudul Heat stress and cardiovascular hospitalizations in a semi-arid megacity: a multi-method epidemiological and machine-learning analysis in Isfahan, Iran yang dimuat BMC Public Health volume 26, nomor artikel 1719, tahun 2026. Keduanya menautkan cuaca harian kota itu dengan catatan 2.760 pasien dewasa yang dirawat karena penyakit jantung dan pembuluh darah di rumah sakit umum Isfahan sepanjang 2019 sampai 2024.

Kota yang mereka gambarkan adalah kota yang musim panasnya membentang dari Juni sampai September, dengan suhu siang yang pada Juli dan Agustus bisa melewati 44 derajat Celsius, dan yang pada Juli 2022 mencatat rekor 53,8 derajat. Perluasan kota yang cepat, tulis kedua peneliti, mengganti lahan pertanian dan tetumbuhan dengan permukaan kedap, sehingga malam ikut menghangat dan tubuh kehilangan kesempatan untuk pulih.

Ketika Panas Naik, Ranjang Rumah Sakit Ikut Terisi

Ukuran yang paling banyak dipakai dalam naskah itu adalah indeks panas, yakni taksiran seberapa panas udara terasa di tempat teduh dengan angin lemah, yang dihitung dari gabungan suhu dan kelembapan. Setiap kali indeks itu naik sekitar 4,3 derajat pada suatu hari, jumlah pasien jantung yang masuk rumah sakit pada hari yang sama tercatat 12 persen lebih banyak, dan bila paparan sepekan dihitung bersama, kenaikannya menjadi 16 persen.

Namun yang paling berat bukanlah satu hari yang terik, melainkan hari-hari terik yang datang berturut-turut. Rentetan panas yang berlangsung lima hari atau lebih berkaitan dengan 42 persen lebih banyak pasien masuk, dengan pengaruh yang bertahan lima sampai tujuh hari dan paling terasa pada hari itu juga serta keesokannya. Juli 2022 menjadi contohnya, ketika suhu siang bertahan di 42 derajat atau lebih selama 18 hari berturut-turut dan rumah sakit menerima 186 pasien, jumlah sebulan tertinggi sepanjang masa yang diamati.

Pola yang sama terbaca ketika hari-hari dikelompokkan menurut indeks panasnya. Pada seperempat hari yang paling sejuk, tingkat rawat inap tercatat 162,1 per 100.000 penduduk, lalu naik setingkat demi setingkat sampai 236,2 pada seperempat hari yang paling panas. Musim panas mencatat 252,4 per 100.000, sedangkan musim dingin 159,3, dan hampir enam dari sepuluh pasien, tepatnya 58 persen, masuk antara Juni dan September.

Makin panas terasa, makin banyak yang dirawatPaling sejuk: Rawat inap per 100.000 penduduk +162,1; Kuartil 2: Rawat inap per 100.000 penduduk +184,5; Kuartil 3: Rawat inap per 100.000 penduduk +210,3; Paling panas: Rawat inap per 100.000 penduduk +236,2.Makin panas terasa, makin banyak yang dirawatRawat inap jantung per 100.000 penduduk Isfahan501001502002500Paling sejuk162,1Kuartil 2184,5Kuartil 3210,3Paling panas236,2Hari-hari dibagi empat kelompok menurut indeks panas, dari yangpaling sejuk sampai yang paling panas.
Sumber: Pouriya Javari dan Majid Javari, Heat stress and cardiovascular hospitalizations in a semi-arid megacity: a multi-method epidemiological and machine-learning analysis in Isfahan, Iran, BMC Public Health, 26(1719), 2026. Grafik: Cekricek.id

Bukan Hanya Lebih Banyak, melainkan Juga Lebih Lama

Panas ternyata tidak berhenti di pintu masuk rumah sakit. Separuh pasien dirawat lima hari atau kurang, tetapi pada hari-hari dengan panas ekstrem peluang seorang pasien tertahan lebih dari sepekan menjadi 1,85 kali peluang pada hari bersuhu sedang. Tabel para peneliti memperlihatkan jenjangnya dengan terang, sebab di antara pasien yang masuk saat indeks panas di bawah 25 derajat hanya 8,4 persen yang dirawat lama, sedangkan pada indeks di atas 35 derajat angkanya 17,6 persen.

Setiap tambahan satu hari dalam sebuah gelombang panas, menurut hitungan mereka, menaikkan peluang rawat lama itu 9,3 persen, dan malam yang tetap hangat, ketika selisih suhu siang dan malam menyempit, juga berkaitan dengan masa rawat yang lebih panjang. Kematian di rumah sakit tercatat 4,8 persen, dan peluangnya naik 18 persen untuk setiap kenaikan satu satuan baku pada ukuran panas yang memperhitungkan suhu, kelembapan, angin, dan sinar matahari, walau usia tetap menjadi penentu perorangan yang paling kuat.

Baca juga Panas dan Dingin Ekstrem Sama-Sama Ancam Pasien Demensia

Justru Sebaliknya dari Dugaan tentang Panas Lembap

Di situlah persoalannya, karena angka-angka Isfahan tidak lebih jinak daripada angka kota-kota yang lembap. Penelitian dari Eropa dan Amerika Utara, menurut kedua penulis, biasanya melaporkan kenaikan tiga sampai delapan persen untuk satuan kenaikan suhu yang setara, sedangkan di Isfahan angkanya 12 persen. “Besaran efek ini sebanding dengan, atau lebih besar daripada, yang dilaporkan untuk kota-kota beriklim sedang yang lembap, yang menunjukkan bahwa iklim kering dengan radiasi tinggi menimbulkan beban kardiovaskular yang setara atau bahkan lebih besar,” tulis Pouriya Javari dan Majid Javari dalam naskah yang aslinya berbahasa Inggris.

Kalimat itu membelokkan arah bacaan, dari pertanyaan apakah panas kering berbahaya ke pertanyaan bagaimana ia bekerja. Kedua peneliti menawarkan tiga jalur yang menurut mereka mungkin menjelaskannya, yaitu tubuh yang cepat kehilangan cairan sehingga darah mengental dan lebih mudah menggumpal, pembuluh darah kulit yang melebar sehingga tekanan aliran darah ke jantung menurun, dan pemulihan malam hari yang tumpul ketika suhu terendah tetap di atas 25 derajat.

Namun mereka sendiri meminta perbandingan dengan kota lain itu dibaca hati-hati, sebab keadaannya tidak sama. Kaitan yang lebih kuat di Isfahan, tulis mereka, bisa saja mencerminkan panas dasar yang memang lebih tinggi, sarana penyesuaian yang terbatas, dan sedikitnya rumah yang berpendingin udara, yang di kalangan rumah tangga paling miskin tidak sampai 40 persen.

Siapa yang Paling Banyak Menanggung

Beban itu tidak terbagi rata, dan garis pembagi pertamanya adalah usia. Tingkat rawat inap warga berusia 65 tahun ke atas mencapai 341,2 per 100.000, lebih dari tiga kali tingkat warga di bawah 45 tahun yang 92,5. Kepekaan terhadap panas mengikuti urutan yang sama, sebab setiap kenaikan satu derajat indeks panas pada hari-hari terpanas berkaitan dengan kenaikan pasien 10,4 persen pada kelompok lanjut usia, 5,6 persen pada usia 45 sampai 64 tahun, dan hanya 2,3 persen pada yang lebih muda.

Garis kedua adalah jenis kelamin. Laki-laki mengisi 58,1 persen ranjang, dan kenaikan risikonya untuk tiap derajat indeks panas tercatat 8,9 persen, berbanding 6,2 persen pada perempuan, sehingga laki-laki lanjut usia disebut para peneliti sebagai kelompok paling rentan. Penyakitnya pun berbeda, karena laki-laki lebih sering dirawat akibat penyakit jantung iskemik, 62,3 persen berbanding 48,7 persen, sedangkan perempuan lebih sering akibat gagal jantung, 22,5 persen berbanding 14,8 persen.

Garis ketiga adalah kemampuan ekonomi lingkungan tempat tinggal. Warga di seperlima lingkungan yang paling tertinggal menanggung risiko 48 persen lebih tinggi saat panas beruntun dibandingkan warga di seperlima lingkungan yang paling mampu. Peta yang disusun kedua peneliti juga memperlihatkan bahwa pengaruh cuaca terhadap penyakit jantung tidak merata di seluruh kota, melainkan menebal di titik-titik tertentu.

Panas dan pasien jantung IsfahanDari 2.760 pasien, kenaikan indeks panas 4,3 derajat berkaitan dengan 12 persen lebih banyak pasien masuk; panas beruntun lima hari atau lebih dengan 42 persen.Panas dan pasien jantung IsfahanRawat inap jantung dan pembuluh darah, 2019-20242.760Pasien dewasaDirawat2019-2024+12%Pasien masukIndeks panas naik4,3 C+42%Hari beruntunPanas lima harilebih1,85xRawat lamaHari panasekstremJalan risetnyaCuaca harian kotaCatatan rumah sakitumumKaitan, bukansebab-akibatRawat lama berarti lebih dari tujuh hari.
Sumber: Pouriya Javari dan Majid Javari, Heat stress and cardiovascular hospitalizations in a semi-arid megacity: a multi-method epidemiological and machine-learning analysis in Isfahan, Iran, BMC Public Health, 26(1719), 2026. Grafik: Cekricek.id

Baca juga Gelombang Panas Dhaka: Merasa Terancam, 7,77 Kali Lebih Sakit

Musim Panas yang Dibayangkan Dua Dasawarsa ke Depan

Dari masa lalu, naskah itu melangkah ke masa depan, dengan catatan bahwa yang disajikan adalah gambaran arah yang masuk akal, bukan ramalan pasti. Suhu tertinggi tahunan diperkirakan naik kira-kira 0,9 derajat tiap sepuluh tahun, dari 44,3 derajat pada 2022 menjadi 46,5 derajat pada 2042. Hari dengan indeks panas 40 derajat atau lebih, yang disebut zona bahaya, diperkirakan bertambah dari 18 hari setahun pada 2022 menjadi sekitar 42 hari pada 2031, dan kira-kira empat dari lima di antaranya jatuh pada Juli dan Agustus.

Jika tidak ada penyesuaian apa pun, rata-rata pasien jantung yang masuk diperkirakan naik dari sekitar tujuh orang sehari pada 2022 menjadi sekitar dua belas orang sehari pada 2031, dan pada Juli tahun itu hampir sembilan belas orang sehari. Kedua peneliti merangkumnya sebagai kenaikan kira-kira 60 persen dari keadaan 2022, atau 1.800 sampai 2.000 pasien tambahan setiap musim panas pada awal 2030-an, jumlah yang menurut mereka melampaui daya tampung rumah sakit sekarang.

Karena itu mereka mengusulkan peringatan dini yang memberi rumah sakit waktu 48 sampai 72 jam untuk bersiap, penambahan tajuk pohon kota sebesar 20 persen dan pelapisan ulang jalan utama dengan bahan pemantul panas, yang menurut mereka mampu menurunkan indeks panas sore dua sampai tiga derajat. Usulan lain menyasar orang-orangnya, yakni penyuluhan lewat pesan telepon seluler, siaran radio, dan jaringan masjid, serta subsidi pendingin udara evaporatif dan pusat pendingin umum yang buka 24 jam.

Baca juga Suhu Ekstrem dan PM2.5 Naikkan Kematian di Tiongkok

Batas yang Diakui dan Angka yang Tidak Seiring

Kedua peneliti tidak menutupi apa yang tidak mereka ketahui. Mereka tidak memiliki data tentang pemakaian pendingin udara, kebiasaan minum, paparan panas di tempat kerja, dan kepatuhan minum obat tiap pasien, panas di dalam rumah tidak terukur, dan catatan rumah sakit tidak mencakup orang sakit yang tidak dirawat. “Rancangan observasional penelitian ini tidak memungkinkan penarikan kesimpulan sebab-akibat, dan temuannya harus dibaca sebagai kaitan, bukan sebagai pengaruh kausal,” tulis mereka.

Beberapa hal dalam naskah tidak seiring dan dapat diperiksa pembaca. Tabel mencatat 332 pasien, atau 12,0 persen, dirawat lebih dari tujuh hari, sedangkan uraian hasil menyebut 42,4 persen. Judul tiga tabel menulis rentang 2013 sampai 2022, padahal data pasien berasal dari 2019 sampai 2024. Simpulan pada satu kalimat menyebut sistem peringatan dapat mengurangi beban rumah sakit sampai 60 persen, angka yang di bagian lain dipakai untuk kenaikan beban, dan ucapan terima kasih menyatakan tanpa pendanaan luar sementara bagian pendanaan mencantumkan dua hibah.

Yang tertinggal sesudah semua angka itu adalah sebuah kota kering yang rumah sakitnya ikut memenuh setiap kali panas bertahan berhari-hari, dan sebuah dugaan lama tentang panas lembap yang tidak lagi cukup untuk menjelaskannya. Bila kaitan itu belum dapat disebut sebab-akibat, dan bila kebiasaan orang di dalam rumah mereka belum pernah terukur, seberapa banyak dari pasien musim panas Isfahan yang sungguh-sungguh dikirim oleh panas itu sendiri?

Bagikan

Baca Juga

Nyeri Punggung Paling Banyak pada Orang Buncit yang Jarang Gerak
Diabetes di Desa Herat Banyak Datang Bersama Darah Tinggi
Radang Usus Crohn Lebih Sering Muncul di Wilayah Padang Rumput
Air Minum Warga Pedalaman Kering Brasil Tercemar Sepanjang Musim
Remaja Norwegia Lebih Percaya Pesan Antivape dari Teman Sebaya
Langkah Kaki Pagi Orang Swedia Hilang Saat Kerja dari Rumah