Sistem Keuangan India Masuki Era AI, Menurut Laporan KPMG

A A

Gedung-gedung perkantoran di Bandra Kurla Complex, Mumbai, India. [Foto: N. Vivekananthamoorthy/Wikimedia Commons (CC BY 4.0)]

  • UPI memproses 241,6 miliar transaksi senilai 3,56 triliun dolar AS pada tahun fiskal 2026.
  • Sekitar 538 juta persetujuan berbagi data telah dipenuhi melalui Account Aggregator hingga Juli 2026.
  • Baru 26 persen organisasi berhasil membawa inisiatif AI dari tahap uji coba ke produksi di seluruh perusahaan.
  • Lebih dari 6,5 juta pengaduan penipuan keuangan dilaporkan melalui NCRP India antara 2021 dan 2025.

Cekricek.id — Sistem keuangan India tengah bergeser dari sekadar digitalisasi layanan menuju sistem operasi keuangan yang cerdas, berdaulat, dan dapat diperluas, dengan kecerdasan buatan (AI) sebagai intinya, menurut laporan KPMG di India.

Mengutip laporan Intelligent, sovereign and scalable: Architecting the future-ready financial operating system yang dirilis KPMG di India, Kamis (10/09/2026), salah satu fondasi sistem keuangan India, Unified Payments Interface (UPI), memproses 241,6 miliar transaksi senilai 3,56 triliun dolar AS pada tahun fiskal 2026 (FY26). Hampir 2,9 miliar rekening keuangan juga sudah dapat berbagi data secara aman melalui kerangka Account Aggregator (AA).

Menurut laporan itu, jaringan tersebut menjadi landasan fase berikutnya bagi sistem keuangan India, yakni mengubah identitas, pembayaran, data, dan perdagangan menjadi sistem operasi keuangan yang dapat membaca konteks, mendukung keputusan, menjalankan transaksi, dan mengelola risiko secara real-time. Laporan itu menyebut identitas digital Aadhaar, UPI, Account Aggregator, DigiLocker, ONDC, dan Unified Lending Interface sebagai fondasi arsitektur ekonomi baru India.

“Cerdas, berdaulat, dan dapat diperluas, tiga prioritas yang akan membentuk sistem operasi keuangan India yang siap menghadapi masa depan,” tulis Direktur Utama Punjab National Bank (PNB) Ashok Chandra dalam laporan tersebut. Ia menyebut PNB memakai AI dan pembelajaran mesin untuk deteksi penipuan, layanan nasabah, dan pembelajaran pegawai, termasuk asisten berbasis AI generatif bernama PIHU.

Daftar Isi
  1. UPI Jadi Fondasi Sistem Keuangan India
  2. AI Diproyeksikan Masuk ke Inti Operasi Lembaga Keuangan
  3. Penipuan dan Kedaulatan Teknologi Jadi Sorotan Sistem Keuangan India

UPI Jadi Fondasi Sistem Keuangan India

Volume transaksi UPI melonjak dari 46,0 miliar transaksi pada FY22 menjadi 83,8 miliar pada FY23, 131,2 miliar pada FY24, 185,9 miliar pada FY25, dan 241,6 miliar pada FY26. Hingga 27 Agustus 2026, volume transaksi tahun fiskal berjalan FY27 sudah mencapai 111,0 miliar transaksi.

Volume transaksi UPI naik tiap tahun fiskal hingga 241,6 miliar pada FY26FY22: 46,0; FY23: 83,8; FY24: 131,2; FY25: 185,9; FY26: 241,6; FY27 hingga 27 Agustus 2026: 111,0.Volume transaksi UPI naik tiap tahunfiskal hingga 241,6 miliar pada FY26Jumlah transaksi per tahun fiskal, miliar transaksi050100150200250FY2246,0FY2383,8FY24131,2FY25185,9FY26241,6FY27 hingga 27 Agustus 2026111,0Angka FY27 dihitung hingga 27 Agustus 2026.cekricek.id
Sumber: KPMG di India, Intelligent, sovereign and scalable, September 2026. Grafik: Cekricek.id

Nilai transaksinya naik dari 1.127 miliar dolar AS pada FY22 menjadi 3.556 miliar dolar AS pada FY26. Pada FY27 hingga 27 Agustus 2026, nilainya tercatat 1.478 miliar dolar AS. Laporan itu menyebut UPI telah berkembang dari mekanisme pembayaran digital menjadi lapisan yang menyatu dengan kegiatan ekonomi sehari-hari, termasuk pembayaran bernilai kecil yang sering dan pembayaran di pedagang.

Nilai transaksi UPI mencapai 3.556 miliar dolar AS pada FY26FY22: 1.127; FY23: 1.730; FY24: 2.416; FY25: 3.086; FY26: 3.556; FY27 hingga 27 Agustus 2026: 1.478.Nilai transaksi UPI mencapai 3.556 miliardolar AS pada FY26Nilai transaksi per tahun fiskal, miliar dolar AS01.0002.0003.000FY221.127FY231.730FY242.416FY253.086FY263.556FY27 hingga 27 Agustus 20261.478Konversi rupee ke dolar AS memakai kurs tiap tahun fiskal daribasis data RBI.cekricek.id
Sumber: KPMG di India, Intelligent, sovereign and scalable, September 2026. Grafik: Cekricek.id

“UPI yang memproses 20 miliar transaksi sebulan dan Aadhaar yang melampaui 150 miliar autentikasi bukan sekadar pencapaian; keduanya bukti bahwa sistem, bila dibangun dengan tujuan, dapat menopang kehidupan keuangan sebuah bangsa tanpa goyah,” tulis Direktur Utama CSB Bank Pralay Mondal dalam laporan yang sama.

Baca juga BI luncurkan Kartu Kredit Indonesia dan perluas MDR QRIS nol persen

Di sisi data, sekitar 538 juta persetujuan berbagi data telah dipenuhi melalui Account Aggregator hingga Juli 2026. Sebanyak 179 lembaga keuangan sudah beroperasi sebagai penyedia informasi keuangan dan 989 sebagai pengguna informasi keuangan per Maret 2026. Unified Lending Interface (ULI), lapisan integrasi terstandar yang memungkinkan pemberi pinjaman mengakses data sertifikat tanah, pajak barang dan jasa, serta perbankan lewat API, telah menggandeng 136 pemberi pinjaman hingga Agustus 2026.

Laporan itu menyebut kombinasi AA dan ULI dalam sistem keuangan India memangkas biaya dan waktu penyaluran kredit sekaligus memperluas jangkauannya ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peminjam di perdesaan, serta nasabah tanpa riwayat kredit. Penilaian kredit berbasis AI disebut berpotensi membuka peluang kredit senilai 130 hingga 170 miliar dolar AS dengan memperluas akses UMKM dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman informal.

AI Diproyeksikan Masuk ke Inti Operasi Lembaga Keuangan

Survei KPMG terhadap 760 pemimpin teknologi jasa keuangan yang dikutip dalam laporan itu menunjukkan baru 26 persen organisasi yang berhasil membawa inisiatif AI dari tahap uji coba ke produksi di seluruh perusahaan. Namun, adopsi AI diperkirakan melonjak dalam 12 bulan ke depan, dengan sektor perbankan dan pasar modal naik dari 25 persen menjadi 70 persen.

Adopsi AI di lembaga keuangan diperkirakan melonjak dalam 12 bulanPerbankan dan pasar modal, kini: 25%; Perbankan dan pasar modal, 12 bulan: 70%; Asuransi, kini: 36%; Asuransi, 12 bulan: 66%; Manajemen aset, kini: 23%; Manajemen aset, 12 bulan: 59%; Ekuitas swasta, kini: 19%; Ekuitas swasta, 12 bulan: 54%.Adopsi AI di lembaga keuangan diperkirakanmelonjak dalam 12 bulanPersentase organisasi, kini dan 12 bulan mendatang0204060Perbankan dan pasar modal, kini25%Perbankan dan pasar modal, 12 bulan70%Asuransi, kini36%Asuransi, 12 bulan66%Manajemen aset, kini23%Manajemen aset, 12 bulan59%Ekuitas swasta, kini19%Ekuitas swasta, 12 bulan54%Survei KPMG Global Tech Report 2026 terhadap 760 pemimpinteknologi jasa keuangan.cekricek.id
Sumber: KPMG di India, Intelligent, sovereign and scalable, September 2026. Grafik: Cekricek.id

Secara global, laporan itu memperkirakan pada 2030 keuangan akan berjalan dengan AI sebagai sistem operasinya, dengan lebih dari 80 persen operasi dipengaruhi agen AI. Transformasi itu disebut dapat menurunkan biaya fungsi keuangan 40 hingga 60 persen, memangkas waktu pengambilan keputusan 70 hingga 90 persen, dan meningkatkan akurasi prakiraan 60 hingga 80 persen.

“Di Union Bank of India, kami tidak memandang tata kelola sebagai penghambat inovasi, tetapi sebagai pendorong inovasi yang bertanggung jawab,” tulis Direktur Utama Union Bank of India Asheesh Pandey. Menurut Pandey, AI akan beralih dari otomatisasi menuju eksekusi oleh agen, tetapi keputusan terkait kredit, risiko, treasuri, dan anti pencucian uang tetap bergantung pada penilaian dan tanggung jawab manusia.

Baca juga Uang elektronik menaikkan PDRB per kapita, dana BPR tidak

Laporan itu juga mencatat hambatan adopsi teknologi. Survei terhadap lebih dari 155 pemimpin perusahaan teknologi menunjukkan 60 persen responden menyebut sistem lama membatasi perolehan nilai teknologi, dan 61 persen melaporkan rencana teknologi cepat usang karena perubahan yang pesat. Kekhawatiran perlindungan kekayaan intelektual dan data menjadi hambatan kolaborasi terbesar dengan 45 persen.

Penipuan dan Kedaulatan Teknologi Jadi Sorotan Sistem Keuangan India

Lebih dari 6,5 juta pengaduan penipuan keuangan dilaporkan melalui Portal Pelaporan Kejahatan Siber Nasional (NCRP) India antara 2021 dan 2025. Lebih dari 1.000 lembaga kini bertukar informasi risiko penipuan melalui Digital Intelligence Platform milik Departemen Telekomunikasi. Reserve Bank Innovation Hub juga memakai MuleHunter.AI untuk mengidentifikasi rekening penampung hasil kejahatan.

Untuk memperkuat kedaulatan teknologi sistem keuangan India, laporan itu mencatat lebih dari 15.000 kumpulan data tersedia melalui AIKosh, 190 proyek disetujui dalam IndiaAI Mission, dan investasi semikonduktor yang disetujui sekitar 17,2 miliar dolar AS. Platform bahasa BHASHINI mendukung lebih dari 36 bahasa, sedangkan anggaran National Quantum Mission sekitar 732 juta dolar AS untuk FY24 hingga FY31.

Di bidang tokenisasi dalam sistem keuangan India, Reserve Bank of India (RBI) mengembangkan Unified Markets Interface untuk penyelesaian aset tertokenisasi dengan mata uang digital bank sentral grosir, sementara Securities and Exchange Board of India menjalankan uji coba sekuritas tertokenisasi, termasuk obligasi korporasi. Sekitar 98 persen transaksi e-commerce diproses tanpa menyimpan data kartu yang sebenarnya.

Baca juga Dosen UNAIR soal data pribadi nasabah yang bisa dibagi ke pihak ketiga

PNB, menurut Ashok Chandra, telah menerapkan kriptografi pascakuantum untuk aplikasi yang diakses publik dan mendirikan Quantum Financial Innovation Hub di Amravati Quantum Valley, Vijayawada. Laporan itu menyebut komputasi kuantum pada akhirnya dapat menggerus enkripsi yang menopang infrastruktur keuangan saat ini, sehingga lembaga keuangan diminta memprioritaskan penilaian kesiapan kuantum dan pengujian standar enkripsi yang aman terhadap kuantum.

Bagikan

Baca Juga

Permintaan Batu Bara Dunia 2026 Rekor 8,94 Miliar Ton, Kata IEA
Suku Bunga The Fed Diprediksi Naik 50 Basis Poin, Kata KPMG
Reformasi Pajak 92 Yurisdiksi, OECD: Kenaikan Pajak Terbatas
Posisi Investasi Internasional Indonesia, Kewajiban Neto Turun
Dua Garis Kemiskinan, BPS 8,07 Persen dan Bank Dunia 64,1 Persen
Akses Keuangan Formal Sejalan dengan Tabungan, Bukan Pendapatan