- UGM meluncurkan Gerakan Kampus Hijau: Dari UGM untuk Dunia untuk mendorong mobilitas ramah lingkungan di kampus.
- Sivitas diajak berjalan kaki, bersepeda, dan memakai bus listrik yang terintegrasi di aplikasi Simaster VNext.
- UGM menerapkan UGM Gate secara bertahap untuk menata lalu lintas dan parkir kendaraan.
Cekricek.id — Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan Gerakan Kampus Hijau: Dari UGM untuk Dunia. Gerakan ini mendorong sivitas berjalan kaki, bersepeda, memakai bus listrik, dan memakai kendaraan pribadi secara bijak.
Mengutip keterangan tertulis Universitas Gadjah Mada, Selasa (15/09/2026), Gerakan Kampus Hijau lahir dari komitmen kampus. Tujuannya mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, tertib, dan berkelanjutan.
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, PhD., berharap sivitas memanfaatkan pilihan mobilitas yang tersedia sesuai kebutuhan. Perubahan yang ia maksud dimulai dari aktivitas sehari-hari.
“Melalui perubahan-perubahan sederhana dalam aktivitas sehari-hari, kita berharap dapat menciptakan kawasan kampus yang lebih nyaman bagi pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi kampus, maupun pengguna kendaraan bermotor, sekaligus berkontribusi pada upaya pengurangan emisi karbon,” kata Ova.
Baca juga Riset UGM soal kenaikan suhu dan pendapatan UMKM
Jalur Pedestrian, Sepeda, dan Bus Listrik
UGM terus menambah fasilitas penunjang. Sejak 2023, jalur pedestrian diperbaiki secara bertahap. Hasilnya diharapkan lebih aman, teduh, dan mudah diakses.
“UGM juga menyediakan layanan sepeda kampus dan bus listrik yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang mobilitas di dalam kawasan kampus,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., menjelaskan cara aksesnya. Layanan itu terintegrasi dalam aplikasi Simaster VNext. Di sana tersedia informasi transportasi kampus dan layanan sepeda.
Baca juga Pakar UGM soal RUU Reforma Agraria
UGM Gate dalam Gerakan Kampus Hijau
UGM juga menata akses kendaraan lewat UGM Gate. Sistem ini diterapkan bertahap. Sivitas diimbau mendaftarkan kendaraan di Simaster VNext. Kendaraan terdaftar akan dikenali otomatis di titik akses.
“Sistem ini dirancang untuk mendukung pengelolaan lalu lintas dan parkir yang lebih tertib, aman, dan efisien, sekaligus meningkatkan kenyamanan mobilitas di lingkungan kampus,” jelas Arief.
Menurut Arief, tahapan itu memberi waktu bagi sivitas. Mereka bisa mengenal sistem, mendaftarkan kendaraan, dan menyesuaikan diri dengan pola akses baru.
Baca juga Guru Besar UGM dorong hilirisasi kemenyan
Bagi Ova, Gerakan Kampus Hijau adalah bagian dari dukungan pada pembangunan berkelanjutan. Ia menilai perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
“Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak seluruh sivitas untuk bersama-sama membangun budaya mobilitas yang lebih aman, nyaman, sehat, tertib, dan ramah lingkungan,” ujarnya.














