Sumbar Jadi Provinsi Pertama Program Pemulihan Ekraf, 100 Pelaku UMKM Dilatih di Padang

Seorang pejabat berseragam dinas berbicara di depan mikrofon dengan latar kain bermotif emas

Workshop Badan Ekraf Digital Entrepreneurship di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Padang. [Foto: Diskominfo Kota Padang]

Cekricek.id — Sumatera Barat menjadi provinsi pertama yang menerima program pemulihan ekonomi kreatif pascabencana dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Programnya dibuka di Kota Padang lewat Workshop Badan Ekraf Digital Entrepreneurship di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (11/8/2026), dengan seratus pelaku usaha sebagai peserta.

Dikutip dari padang.go.id, Selasa (11/8/2026), workshop tersebut merupakan bagian dari program rekonstruksi berbasis kreativitas, teknologi, dan media setelah bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir 2025. Dari tiga provinsi terdampak yang masuk sasaran, Sumatera Barat dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pertama.

Peminatnya melampaui daya tampung. Panitia menerima 165 pendaftar dan meloloskan seratus peserta lewat kurasi. Mereka datang dari beragam subsektor, mulai dari kuliner, fashion, kriya, desain, sampai arsitektur — lapangan usaha yang paling banyak diisi pelaku skala kecil dan menengah di Sumatera Barat.

“Workshop ini diikuti berbagai subsektor ekonomi kreatif, di antaranya kuliner, fashion, kriya atau kerajinan, desain, dan arsitektur. Semoga workshop ini dapat memberikan manfaat bagi peserta dalam memahami kewirausahaan digital secara komprehensif serta perkembangan tren ekonomi kreatif global,” kata Direktur Aplikasi sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemenekraf, Tri Wahyudi.

Pemulihan yang Menyasar Pelaku Usaha

Sebagian besar pekerjaan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat selama ini berhenti pada bangunan: jalan, drainase, dan bangunan air. Program Kemenekraf ini mengambil sisi lain, yaitu kemampuan pelaku usaha bertahan setelah pasar dan tempat usahanya terganggu.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menempatkannya sebagai pelengkap program daerah yang sudah berjalan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah mengadakan workshop ini. Kami berharap workshop tersebut dapat menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk bangkit dan kembali mengembangkan usahanya setelah bencana yang terjadi pada akhir 2025 lalu,” ujar Maigus Nasir.

Ia menyebut penguatan kapasitas digital sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, UMKM Naik Kelas. Fokus program itu mencakup perluasan pemasaran digital, jangkauan pasar, kemudahan akses pembiayaan, hingga percepatan sertifikasi halal agar produk lokal punya daya saing di luar daerah.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil El Himam, yang memberikan arahan secara daring, meminta peserta tidak memperlakukan pelatihan itu sebagai acara seremonial.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk bekerja, berdiskusi, dan mempraktikkan langsung materi yang disampaikan, khususnya dalam memanfaatkan platform digital,” tuturnya.

Beriringan dengan Pemulihan Fisik

Pelatihan itu berjalan ketika pemulihan fisik di Padang belum tuntas. Pemerintah kota masih menyusun skema penanganan banjir jangka panjang bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, sebagaimana dilaporkan dalam Pemko Padang dan Satgas PRR Susun Penanganan Banjir Jangka Panjang.

Di lapangan, sejumlah paket rehabilitasi pengairan dan drainase juga baru dimulai pada awal Agustus.

Baca juga: Sepekan Setelah Banjir, Padang Kerjakan Drainase Nanggalo dan Bendung Batu Busuk

Pendekatan serupa — menyasar pelaku usaha kecil alih-alih infrastruktur — juga ditempuh daerah lain di Sumatera Barat, seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pariaman lewat 45 Pengrajin Pariaman Terima Paket Usaha Batik dan Rajut, Pemko Janjikan Pendampingan.

Selain Maigus Nasir, kegiatan di Padang dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teddy Antonius, Kepala Dinas Pariwisata Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tommy TRD.

Yang belum terjawab adalah kelanjutannya. Rilis pemerintah kota tidak menyebutkan pendampingan lanjutan bagi seratus peserta setelah workshop berakhir, maupun jadwal pelaksanaan di dua provinsi terdampak lainnya.

Baca Juga

Rombongan sivitas akademika dan warga berfoto di lokasi penanaman bibit pohon di kaki bukit
UNAND Sebar 3.800 Bibit Pohon di Sembilan Lokasi Bekas Banjir Bandang
Sejumlah petugas berseragam meninjau kawasan sungai berbatu yang terdampak banjir dengan alat berat di latar belakang
Pemko Padang dan Satgas PRR Susun Penanganan Banjir Jangka Panjang
Delegasi Kementerian Luar Negeri dan pimpinan Universitas Andalas duduk berhadapan dalam pertemuan di ruang rektorat
UNAND Ajak Sumbar Berpaling ke Samudra Hindia lewat Kerja Sama IORA
Dokumen bertuliskan taxes, uang kertas, dan koin tertata di atas meja kerja kayu
Penerimaan Pajak Sumatera Barat Semester I 2026 Rp2,26 Triliun, Tumbuh 7,73 Persen
Rapat koordinasi perpustakaan se-Sumatera Barat
Tingkat Kegemaran Membaca Sumbar 54,8, Perpusnas Ingatkan Daerah Tak Cepat Puas
Ilustrasi perajin membatik dengan canting
45 Pengrajin Pariaman Terima Paket Usaha Batik dan Rajut, Pemko Janjikan Pendampingan