Atap Sekolah Runtuh di Peshawar Pakistan, Sedikitnya 29 Tewas

A A

Warga dan petugas penyelamat berkerumun di lorong sekolah setelah atap runtuh di Peshawar, Pakistan. [Foto: AFP]

  • Atap Al-Khair Education Centre di Peshawar runtuh dan menewaskan 28 siswa serta seorang guru.
  • Seluruh anak yang tewas maupun terluka berusia 13 tahun atau lebih muda.
  • Pihak berwenang memerintahkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab runtuhnya atap.

Cekricek.id — Atap sekolah runtuh di Peshawar, ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, di barat laut Pakistan pada Kamis (15/10/2026) dan menewaskan sedikitnya 28 siswa dan seorang guru serta melukai lebih dari 50 orang lainnya.

Peristiwa itu terjadi di Al-Khair Education Centre, sebuah sekolah swasta, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Kamis (15/10/2026).

Juru bicara Rumah Sakit Lady Reading, Mohammad Asim, mengonfirmasi jumlah korban dan menyebut sebagian korban luka dalam kondisi kritis. Menurut dia, seluruh anak yang tewas maupun terluka berusia 13 tahun atau lebih muda. Rumah sakit itu menetapkan keadaan darurat selagi tenaga medis merawat para korban.

Beberapa jam setelah atap runtuh, petugas penyelamat menyatakan semua orang yang terjebak di bawah reruntuhan telah dikeluarkan. Wartawan Al Jazeera, Kamal Hyder, melaporkan dari Islamabad bahwa sekolah itu memiliki sekitar 350 siswa terdaftar.

“Jumlah korban kemungkinan bertambah. Puluhan siswa yang terluka berada di rumah sakit. Sebagian dalam kondisi serius,” kata Hyder.

Pihak berwenang menyatakan telah memerintahkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab runtuhnya atap sekolah tersebut.

Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar menyampaikan duka melalui unggahan di X. “Anak-anak kita adalah aset kita yang paling berharga, dan setiap kehilangan seperti ini adalah tragedi bagi seluruh negeri. Belasungkawa dan doa saya yang tulus untuk keluarga yang ditinggalkan,” tulis Dar.

“Perdana menteri dan pemerintah telah memberi perhatian serius terhadap situasi ini. Menjamin keselamatan dan perlindungan anak-anak kita harus tetap menjadi yang utama,” tambahnya.

Bagikan

Baca Juga

Keinginan Punya Anak Tak Selalu Lahir dari Pernikahan Bahagia
Perang Tigray Usai, Warga Paling Lemah Belum Bisa Mencari Nafkah
Sulit Makan, Pengungsi Suriah di Turki Memikul Cemas Lebih Berat
Tenaga Kesehatan Palestina Masih Memandang Miring Pasien Gemuk
Nyeri Haid Remaja Putri Lusaka Bukan Cuma Soal Perut yang Kram
Kredit Berkaitan dengan Sejahtera Saat Perempuan Ada di Parlemen