Sepuluh Polisi dan 17 'Bandit' Tewas dalam Baku Tembak di Kebbi, Nigeria

Ilustrasi jalan pedesaan berdebu di Nigeria

Ilustrasi ini bukan foto lokasi kejadian di Kebbi, Nigeria. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Baku tembak antara polisi dan kelompok bersenjata yang oleh otoritas setempat disebut “bandit” menewaskan sedikitnya 10 personel kepolisian dan 17 anggota kelompok bersenjata di Negara Bagian Kebbi, Nigeria barat laut.

Dikutip dari Al Jazeera yang bersumber dari AFP, Selasa (11/8/2026), bentrokan terjadi Senin (10/8/2026) ketika sekitar 240 tersangka bandit yang mengendarai lebih dari 200 sepeda motor bergerak dari Negara Bagian Zamfara menuju Kebbi. Pasukan kepolisian mencegat rombongan itu, memicu baku tembak sengit.

“Kami Kehilangan 10 Personel yang Gagah Berani”

Juru Bicara Kepolisian Bashir Usman merinci jatuhnya korban di pihak aparat. “Sayangnya, kami kehilangan 10 personel polisi yang gagah berani dalam kontak senjata itu, sementara dua lainnya mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan medis,” kata Bashir Usman, Juru Bicara Kepolisian.

Usman menambahkan dua warga sipil turut menjadi korban jiwa dalam bentrokan tersebut. “Dua warga sipil juga tewas dalam bentrokan itu, sementara 17 ‘bandit’ tewas, meski angka pastinya masih terus dikaji,” ujarnya.

Ratusan Ribu Warga Mengungsi Akibat Kekerasan Berkepanjangan

Wilayah barat laut Nigeria, khususnya Negara Bagian Katsina, Sokoto, dan Zamfara, sudah bertahun-tahun dilanda ketidakamanan akibat kelompok kriminal bersenjata yang oleh warga setempat disebut bandit. Kelompok-kelompok ini umumnya beroperasi lewat pencurian ternak dan penculikan untuk tebusan, memaksa lebih dari 500 ribu orang mengungsi dari kampung halaman mereka di tiga negara bagian tersebut.

Pemerintah federal Nigeria telah berulang kali mengerahkan operasi militer gabungan untuk menumpas kelompok bandit di kawasan barat laut, namun medan yang luas dan minimnya infrastruktur jalan membuat aparat kerap kalah cepat dari mobilitas kelompok bersenjata yang mengandalkan sepeda motor untuk bergerak lintas negara bagian.

Pola Kekerasan yang Meluas di Sahel

Insiden di Kebbi menambah daftar panjang kekerasan bersenjata yang melanda kawasan Sahel dan Afrika Barat, tempat kelompok kriminal dan milisi bersenjata kerap beroperasi lintas batas negara dengan leluasa akibat lemahnya kontrol keamanan di wilayah pedesaan yang luas. Cekricek.id sebelumnya memberitakan milisi ADF yang terafiliasi ISIS menyerang sebuah desa di Kongo dan menewaskan 13 warga, sebuah pola kekerasan serupa yang menunjukkan betapa rentannya kawasan pedesaan Afrika terhadap serangan kelompok bersenjata nonnegara.

Pemerintah Nigeria belum mengumumkan langkah keamanan tambahan pascainsiden Kebbi, sementara otoritas kepolisian setempat menyatakan operasi pengejaran terhadap sisa kelompok bandit yang melarikan diri masih berlangsung. Jumlah pasti kerugian materiil dan status ratusan tersangka lain yang diduga turut serta dalam rombongan tersebut belum dirilis.

Baca Juga

Ilustrasi pintu masuk bekas tambang tua di kawasan berbatu
Longsor Timbunan Tambang di Rustenburg Afrika Selatan Tewaskan 14 Penambang Ilegal
Ilustrasi tangan memasukkan surat suara kertas ke kotak suara transparan
Zambia Gelar Pemilu di Tengah Beban Ekonomi, Hichilema Incar Periode Kedua
Ilustrasi sekoci penyelamat oranye dengan kapal feri penumpang di kejauhan
Feri Terbalik di Danau Kariba Zimbabwe, 15 Tewas dan 27 Hilang
Ilustrasi kapal-kapal tanker berlabuh di perairan, bukan foto kapal Vela Nova
AS Lumpuhkan Kapal Kargo Vela Nova, Iran Tetap Tolak Buka Selat Hormuz
Ilustrasi pesawat angkut militer di landasan pacu bandara
Rusia Bebaskan Eks Marinir AS Robert Gilman Usai Empat Tahun Ditahan
Ilustrasi pemandangan udara lanskap tundra dan lahan basah di kawasan Arktik
Emisi Metana Siberia Berlipat Ganda dalam 13 Tahun, Ancam Seperlima Target Iklim Global 2050