Cekricek.id — Kepolisian Resor (Polres) Metro Tangerang Kota mengumpulkan kepala sekolah dan guru bagian kesiswaan tingkat SMP dan SMA untuk membahas pencegahan tawuran serta kenakalan remaja yang belakangan menjadi perhatian di kalangan pelajar.
Dikutip dari laman resmi Tribratanews Polda Metro Jaya, tribratanews.metro.polri.go.id, Selasa (11/8/2026), rapat koordinasi digelar di Rupatama Lantai 6 Markas Komando Polres Metro Tangerang Kota. Pertemuan dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi dan dihadiri Wakil Kepala Polres (Wakapolres) AKBP Fiki Novian Ardiansyah beserta sejumlah pejabat utama dan kepala kepolisian sektor (Kapolsek) jajaran.
Komunikasi Sekolah, Orang Tua, dan Polisi Diperkuat
Dalam pertemuan itu, polisi dan pihak sekolah membahas sejumlah langkah pencegahan, mulai dari pemetaan pelajar yang membutuhkan perhatian khusus, penguatan peran guru bimbingan konseling (BK), komunikasi dengan orang tua, hingga deteksi dini terhadap potensi tawuran, geng motor, kekerasan, dan tindak kriminal lainnya.
Eko mengatakan komunikasi antara polisi, sekolah, dan orang tua harus diperkuat agar persoalan yang melibatkan pelajar dapat dicegah sejak awal. “Mudah-mudahan dengan seperti ini komunikasinya jadi enggak ragu-ragu. Saya akan berikan semuanya yang saya bisa kasih, pelayanan kepolisian maksimal, totalitas,” kata Eko.
Ia juga meminta guru tidak memberikan stigma kepada siswa yang pernah bermasalah. “Jangan melabel anak muridnya anak nakal, tapi kita rubah anak murid supaya ekstra kelakuannya,” kata Eko.
Baca juga: Polda Jateng Tetapkan 4 Tersangka Tawuran Geng Semarang-Kendal, 17 Terduga Pelaku Masih Diburu
Wakapolres Soroti Provokasi di Media Sosial
Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki Novian Ardiansyah menyoroti penggunaan media sosial di kalangan pelajar yang kerap menjadi pemicu ajakan tawuran. Ia meminta guru, orang tua, dan polisi bersama-sama mengawasi penggunaan media sosial anak.
“Adanya ajakan untuk tawuran, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk memantau dan mengarahkan anak-anak kita untuk menggunakan medsos dengan bijak. Kita harus saling mengontrol, bukan saling melempar,” kata Fiki.
Ia juga mengingatkan pelajar agar tidak sembarangan mengunggah konten di media sosial karena jejak digital tidak bisa hilang. “Kita perlu tekankan anak didik kita bahwa jejak digital tidak bisa hilang. Kita harus kasih tahu anak didik kita agar bijak dalam bermedsos. Jangan sekali-sekali mengunggah konten yang negatif,” ujarnya.
Baca juga: Polsek Cileungsi Tangkap Pembeli Sabu Modus Tempel, Sempat Berdalih Beli Nasi Goreng
Polres Metro Tangerang Kota menyebut koordinasi dengan pihak sekolah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem deteksi dini untuk mencegah tawuran, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, kekerasan, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya di lingkungan pelajar.
Baca juga: Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 4 Kilogram Ganja di Palmerah, Jakarta Barat





















