- Pemerintah Inggris menimbang pembatasan kacamata pintar di tempat tertentu
- Penjualan perangkat itu kepada pengguna tertentu juga bisa dibatasi
- Anggota parlemen menyebut perempuan direkam diam-diam lalu videonya viral
- NHS England dan Kementerian Pendidikan ikut mengkaji teknologi wearable
Cekricek.id — Pemerintah Inggris tengah menimbang larangan terhadap kacamata pintar di tempat-tempat tertentu, termasuk membatasi penjualannya kepada pengguna tertentu. Langkah ini muncul setelah meningkatnya kekhawatiran soal perekaman diam-diam memakai perangkat tersebut.
Melansir laporan The Guardian, Rabu (4/11/2026), Menteri Urusan Perlindungan Inggris Satvir Kaur menyampaikan hal itu dalam debat di House of Commons. “Manfaat kacamata pintar harus ditimbang dengan bahaya yang dapat ditimbulkannya. Pemerintah sudah mengkaji opsi untuk membatasi kacamata pintar di tempat-tempat tertentu dan membatasi penjualannya kepada pengguna tertentu,” kata Kaur.
Kaur menambahkan, orang yang merekam dengan kacamata pintar sudah berisiko melanggar hukum di sejumlah tempat, seperti pengadilan. “Tempat lain, seperti layanan kesehatan dan pendidikan, sudah memiliki kebijakan perlindungan atau kebijakan profesi. NHS England dan Kementerian Pendidikan saat ini juga sedang mengkaji teknologi yang dapat dikenakan di tempat-tempat tertentu,” ujarnya.
Baca juga Pakar Siber Sarankan Jangan Isi Tanggal Lahir Asli di Toko Daring
Video Perempuan Viral tanpa Izin
Debat itu digelar oleh anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat sekaligus juru bicara partai untuk urusan kebudayaan, Anna Sabine. Ia menyoroti banyaknya perempuan yang menjadi korban perekaman tanpa sepengetahuan mereka. “Perempuan melaporkan bangun setelah malam keluar dan mendapati video diri mereka sudah viral di internet, direkam tanpa sepengetahuan dan persetujuan mereka oleh pria yang memakai kacamata pintar,” kata Sabine.
“Bagi saya, perangkat ini tidak hanya berpotensi menggerus keamanan dan privasi di ruang publik, tetapi juga memunculkan pertanyaan yang sangat penting soal persetujuan,” lanjutnya. Sabine juga menyoroti iklan yang memasarkan kacamata pintar sebagai alat untuk “merekam secara diam-diam”, dan ia tidak ingin parlemen “baru membuat aturan ketika semuanya sudah terlambat.”
Baca juga iPhone Anggota Parlemen Jerman Diduga Disusupi Spyware
Tetap Bermanfaat bagi Tunanetra
Meski begitu, Kaur mengakui kacamata pintar bisa sangat bermanfaat bagi sebagian orang. “Bagi mereka yang memiliki gangguan penglihatan, kacamata pintar telah menjadi pengubah permainan,” ujarnya.
Perdebatan soal kacamata pintar juga sampai ke parlemen Wales. Anggota Senedd dari Reform UK, Jason O’Connell, membela kebiasaannya membaca naskah pidato lewat fitur teleprompter di kacamatanya. “Salah satu hal yang saya kenali sebagai kelemahan saya adalah kepala saya sering menunduk melihat catatan, dan saya ingin meninggalkan kebiasaan itu,” katanya.
Inggris bukan satu-satunya negara yang menimbang pembatasan. Norwegia berencana memberlakukan larangan sementara kacamata pintar di sejumlah tempat umum, sementara Australia mempertimbangkan larangan serupa di kantor-kantor pemerintahan.
Baca juga Australia Akan Larang Chatbot AI yang Bangun Keintiman Emosional















