Jalan Baru Cepat Rusak? Pakar ITS Sebut Tiga Penyebab Utamanya

A A

Catur Arif Prastyanto memaparkan tiga faktor keawetan jalan dalam forum di Departemen Teknik Sipil ITS. [Foto: ITS]

  • Tanah dasar yang tidak stabil membuat jalan sulit menahan beban kendaraan.
  • Air yang terjebak di perkerasan menuntut sistem drainase yang memadai.
  • Pakar ITS menilai larangan kendaraan ODOL perlu dipertegas demi keawetan jalan.

Cekricek.id — Jalan yang baru dibangun bisa cepat rusak karena tiga persoalan mendasar: tanah dasar yang tidak stabil, air yang terjebak di dalam struktur perkerasan, dan kendaraan bermuatan serta berdimensi lebih atau ODOL. Hal itu diingatkan pakar infrastruktur jalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Dosen Departemen Teknik Sipil ITS, Dr Catur Arif Prastyanto ST MEng, menyampaikannya dalam Green Road Construction Forum yang digelar Asosiasi Pengembang Teknologi Preservasi dan Daur Ulang Jalan Indonesia di Conference Room Departemen Teknik Sipil ITS, Kamis (15/10/2026), sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis ITS.

Faktor pertama adalah badan jalan atau tanah dasar (subgrade) yang menjadi fondasi perkerasan. “Kondisi tanah yang tidak stabil dapat memengaruhi kemampuan jalan dalam menahan beban kendaraan,” papar Catur.

Drainase dan Larangan ODOL

Faktor kedua adalah air yang terjebak di dalam struktur perkerasan. Karena itu, sistem drainase yang memadai diperlukan untuk mengalirkan air dan menjaga kondisi jalan. Faktor ketiga adalah kendaraan ODOL yang melintas dengan beban melebihi kapasitas desain jalan.

Catur menegaskan, keawetan perkerasan dalam jangka panjang bergantung pada tiga kriteria: badan jalan dan tanah dasar yang stabil, sistem drainase yang baik, serta penegakan larangan kendaraan ODOL. Ia juga menilai kebijakan larangan ODOL perlu dipertegas.

Baca juga: Kemenhub Luncurkan ETLE HUB, 198.127 Pelanggaran Truk Terekam Selama Uji Coba

Menurutnya, ketiga aspek itu perlu diperhatikan sejak pembangunan hingga pemeliharaan jalan. “Pemenuhan kriteria tersebut meminimalkan risiko kerusakan dini sehingga kualitas dan daya tahan infrastruktur jalan dapat terjaga dalam jangka panjang,” katanya.

Baca juga: Pustral UGM: Pangsa Kereta Angkut Barang Baru 1 Persen

Forum tersebut membahas pengembangan infrastruktur jalan yang berkualitas dan ramah lingkungan. Kerusakan dini pada jalan, menurut ITS, menurunkan kualitas infrastruktur dan menambah kebutuhan pemeliharaan.

Baca juga: Dinas PUPR Padang Targetkan Perbaikan 77 Titik Jalan Rusak dalam 2 Bulan

Bagikan

Baca Juga

Berbagi Biaya, Sampah Botol Plastik Tak Terangkut Bisa Nol Persen
Bank Diminta Ubah Sikap Petugas Saat Layani Nasabah Disabilitas
Antibiotik Tidak Mengobati Influenza A, Dokter ITS Ingatkan Warga
Baterai BMSense Buatan ITS Laporkan Suhu dan Tegangan Sendiri
Karung Jagung di Gudang Demini Kini Punya Nama dan Tanggal
Aspal Buton Kini Terpisah 95 Persen Lewat Proses Hidrotermal