Cekricek.id — Jenazah lima pendaki yang hilang di kawasan puncak Yalung Ri, Nepal, sejak sembilan bulan lalu akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi. Penemuan itu diumumkan agen ekspedisi Dreamers Destination Treks and Expedition pada Senin (10/8/2026).
Kelima jasad ditemukan pada ketinggian 5.400 meter di kawasan Rolwaling. Titik tersebut baru dapat dijangkau tim setelah salju musiman yang menimbun lokasi itu mencair. Dikutip dari Anadolu, Senin (10/8/2026), kelima korban terdiri atas tiga warga negara asing dan dua warga Nepal.
Hilang Sejak November Tahun Lalu
Rombongan pendaki itu dinyatakan hilang pada November tahun lalu, setelah longsoran salju menerjang tim mereka di Yalung Ri. Sejak saat itu, pencarian berulang kali terkendala tebalnya timbunan salju yang menutup jalur menuju lokasi terakhir rombongan terlihat.
Dari rombongan yang sama, dua pendaki lebih dahulu ditemukan meninggal dunia. Lima anggota tim lainnya berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup seusai longsoran tersebut. Bila seluruh angka itu dijumlahkan, sedikitnya dua belas orang berada dalam rombongan ketika bencana terjadi.
Dengan ditemukannya lima jenazah terakhir ini, tidak ada lagi anggota rombongan yang berstatus hilang. Proses pencarian yang berlangsung sembilan bulan pun dinyatakan tuntas oleh pihak agen ekspedisi.
Jarak sembilan bulan antara peristiwa dan penemuan jenazah bukan hal luar biasa di pegunungan Nepal. Pencarian di ketinggian bergantung sepenuhnya pada kondisi salju dan cuaca, sehingga operasi kerap baru bisa dilanjutkan ketika musim berganti dan permukaan lereng kembali terbuka.
Baca juga: Green Boots, Jasad Beku 30 Tahun di Everest Dipulangkan
Lima Nama yang Teridentifikasi
Agen ekspedisi menyebutkan identitas kelima korban yang jenazahnya baru ditemukan. Tiga di antaranya adalah warga negara asing, yaitu Marco Di Marcello asal Kanada, Markus Kirchler asal Italia, dan Jakob Schreiber asal Jerman.
Dua korban lainnya merupakan warga Nepal, yakni Padam Tamang dan Mere Karki. Keduanya termasuk dalam rombongan yang sama ketika longsoran salju terjadi di lereng Yalung Ri pada November lalu.
Kawasan Rolwaling tempat kelima jenazah ditemukan terletak di wilayah pegunungan Nepal yang berbatasan dengan Tibet. Kawasan itu lebih jarang dikunjungi dibanding jalur-jalur pendakian utama Nepal, sehingga dukungan logistik ke sana lebih terbatas.
Evakuasi jenazah dari ketinggian 5.400 meter menuntut kerja tim pemandu yang terlatih dan dukungan logistik yang tidak sederhana. Faktor itu pula yang membuat operasi pemulangan jasad dari kawasan pegunungan tinggi Nepal umumnya memakan waktu lama dan biaya besar.
Baca juga: KLHK Dukung Rencana Jalur Pendakian Gunung Kerinci dari Solok Selatan
Autopsi Dituntaskan di Kathmandu
Phurba Tenjing Sherpa, Chief Operating Officer Dreamers' Dream Expedition yang juga terlibat langsung sebagai penyelamat dalam operasi tersebut, menyampaikan tahap berikutnya setelah jenazah dibawa turun dari gunung.
"Jenazah para pendaki asing akan diserahkan kepada keluarga mereka setelah autopsi selesai dilakukan di Kathmandu," kata Phurba Tenjing Sherpa.
Kathmandu menjadi titik akhir hampir seluruh operasi pemulangan jenazah pendaki di Nepal karena fasilitas pemeriksaan forensik terpusat di ibu kota. Pemulangan jenazah warga asing ke negara asalnya diurus setelah pemeriksaan itu rampung, melalui perwakilan diplomatik masing-masing negara.
Baca juga: Gletser di Pegunungan Hindu Kush Himalaya Mencair dengan Kecepatan yang Mengkhawatirkan
Belum ada keterangan mengenai jadwal pemulangan ketiga jenazah warga asing tersebut ke Kanada, Italia, dan Jerman. Pihak agen ekspedisi juga belum menyampaikan rincian penyebab longsoran yang menerjang rombongan pada November lalu.



















