Kecelakaan Anak di Rumah Lebih Kerap Terjadi di Desa Burkina Faso

A A

Ilustrasi tungku masak tradisional dari tanah liat di halaman tanah merah, Burkina Faso [Foto: WILLAV-FR/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0]

  • Dari 1.578 anak yang didata, 99 mengalami kecelakaan di rumah yang perlu diobati, atau 6,27 persen.
  • Di desa tercatat 90 kecelakaan pada 1.218 anak, atau 7,4 persen, sedangkan di kota hanya 2,5 persen.
  • Luka bakar menjadi jenis kecelakaan terbanyak, yakni 34 dari 99 kejadian.
  • Bayi di bawah 12 bulan paling jarang celaka, hanya 2,7 persen.
Daftar Isi
  1. Kota Orodara, sembilan kecelakaan dari 360 anak
  2. Desa-desa Orodara, 90 kecelakaan dari 1.218 anak
  3. Bayi di bawah setahun, yang paling jarang celaka
  4. Anak yang sudah berjalan, yang paling sering celaka
  5. Angka Orodara, lebih rendah daripada negeri tetangga
  6. Angka Orodara, dibentuk oleh cara menghitungnya

Seorang bayi yang belum genap setahun dan seorang anak desa yang sudah pandai berlari tampak tidak berhubungan, tetapi keduanya menjadi dua ujung dari satu hitungan kecelakaan anak di rumah di Burkina Faso. Yang pertama paling jarang celaka. Yang kedua paling sering. Di antara keduanya terbentang dapur, halaman, dan jalan depan rumah di distrik kesehatan Orodara, wilayah di barat negeri itu.

Hitungan itu disusun Abou Coulibaly, Armel Emmanuel Sogo, Anata Bara, Barbara E. Wildhaber, dan Sophie Inglin dalam Prevalence and factors associated with domestic accidents in children in the district of Orodara, Burkina Faso. Artikel itu diterima jurnal BMC Public Health dan terbit pada 2026 sebagai naskah yang belum bernomor volume. Mereka mendatangi 805 rumah tangga di kota Orodara dan 37 desa di sekitarnya, lalu bertanya kepada 802 ibu.

Yang ditanyakan sederhana. Apakah dalam enam bulan terakhir anak mereka, yang berumur 0 sampai 14 tahun, celaka di dalam atau di dekat rumah sampai perlu diobati? Luka bakar, jatuh, luka sayat, keracunan, gigitan hewan atau serangga, semuanya masuk hitungan. Dari 1.578 anak yang didata, 99 mengalami kecelakaan di rumah yang perlu diobati, atau 6,27 persen. Kira-kira satu dari enam belas anak.

Kota Orodara, sembilan kecelakaan dari 360 anak

Pada sisi pertama ada kota Orodara, pusat distrik di Provinsi Kénédougou. Distrik ini membentang 8.307 kilometer persegi dan pada 2022 dihuni 267.645 orang. Sebanyak 116.022 di antaranya, atau 43,3 persen, adalah anak di bawah 14 tahun. Untuk penduduk sebanyak itu tersedia satu pusat medis yang memiliki unit bedah dan 39 pusat kesehatan primer.

Di sektor-sektor kota itu, para pendata mencatat 360 anak. Hanya sembilan di antara mereka yang mengalami kecelakaan di rumah dalam enam bulan terakhir. Itu berarti 2,5 persen, atau satu dari empat puluh anak. Angka sekecil itu membuat kota menjadi sisi yang tenang dalam naskah ini, dan para penulis memakainya sebagai titik banding bagi desa.

Rumah-rumah yang didatangi, baik di kota maupun di desa, dihuni keluarga yang serupa. Sebanyak 73,3 persen ibu mengurus pekerjaan rumah tangga, dan 58,6 persen tidak pernah bersekolah. Tiga dari empat ayah, tepatnya 74,9 persen, bekerja sebagai petani atau pekebun. Tidak satu pun rumah tangga menolak ketika pendata datang mengetuk pintu.

Baca juga Pemulung Sampah Nepal Paling Rentan Luka dan Sakit Gigi

Desa-desa Orodara, 90 kecelakaan dari 1.218 anak

Di sisi lain, desa menyumbang hampir seluruh kecelakaan yang tercatat. Di desa tercatat 90 kecelakaan pada 1.218 anak, atau 7,4 persen, sedangkan di kota hanya 2,5 persen. Setelah umur anak, umur ibu, dan pendidikan anak ikut diperhitungkan, peluang anak desa mengalami kecelakaan di rumah tetap 2,9 kali peluang anak kota. Selisih itu bertahan, dan para penulis menyebutnya salah satu dari dua faktor utama.

Anak kota dan anak desa di OrodaraAnak kota dan anak desa di OrodaraAnak kota dan anak desa di OrodaraKecelakaan di rumah yang perlu diobati, enam bulan terakhirKotaDesa3601.218Anak yang didata990Kecelakaantercatat2,5%7,4%Anak yang celakaAnak usia 0-14 tahun di distrik kesehatan Orodara, Burkina Faso.
Sumber: Abou Coulibaly, Armel Emmanuel Sogo, Anata Bara, Barbara E. Wildhaber, dan Sophie Inglin, Prevalence and factors associated with domestic accidents in children in the district of Orodara, Burkina Faso, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Mengapa desa lebih rawan, naskah ini tidak mengukurnya langsung. Coulibaly dan rekan-rekannya hanya menawarkan dugaan. Rumah tangga desa, tulis mereka, lebih bergantung pada api terbuka, arang, atau kayu untuk memasak, dan itu menaikkan risiko luka bakar. Rumah di desa juga kerap tidak punya pengaman seperti pagar di sekeliling sumur, sementara sungai dan kolam yang dekat menambah risiko tenggelam.

Dugaan berikutnya menyangkut cara keluarga desa bekerja. Anak sering berada di dekat alat pertanian dan hewan. Mereka bisa tinggal tanpa pengawasan ketika orang tua turun ke ladang atau mengerjakan pekerjaan kasar. Kebiasaan melibatkan anak dalam urusan rumah dan ladang sejak kecil, menurut para penulis, mungkin ikut menaikkan angka kecelakaan di desa.

Jenis kecelakaannya memberi petunjuk ke arah yang sama. Luka bakar menjadi jenis kecelakaan terbanyak, yakni 34 dari 99 kejadian. Kecelakaan yang berkaitan dengan transportasi menyusul dengan 19 kejadian, lalu luka tusuk dan jatuh masing-masing 14 kejadian. Keracunan hanya dua. “Memang, dalam studi kami, luka bakar muncul sebagai jenis kecelakaan rumah tangga yang paling umum,” tulis Abou Coulibaly, peneliti Institut de Recherche en Science de la Santé di Ouagadougou, bersama empat rekannya dalam naskah berbahasa Inggris itu.

Luka bakar paling banyakLuka bakar: Jumlah kecelakaan +34; Transportasi: Jumlah kecelakaan +19; Luka tusuk: Jumlah kecelakaan +14; Jatuh: Jumlah kecelakaan +14; Benda asing: Jumlah kecelakaan +4; Keracunan: Jumlah kecelakaan +2.Luka bakar paling banyakJumlah kejadian menurut jenisnya, dari 99 kecelakaan102030400Luka bakar34Transportasi19Luka tusuk14Jatuh14Benda asing4Keracunan2Gigitan, terjepit, pukulan, dan jenis lain masing-masing tiga kejadian.
Sumber: Abou Coulibaly, Armel Emmanuel Sogo, Anata Bara, Barbara E. Wildhaber, dan Sophie Inglin, Prevalence and factors associated with domestic accidents in children in the district of Orodara, Burkina Faso, BMC Public Health, 2026. Grafik: Cekricek.id

Bayi di bawah setahun, yang paling jarang celaka

Perbandingan kedua tidak memisahkan tempat, melainkan umur. Di ujung yang satu ada 185 bayi yang belum berumur 12 bulan. Bayi di bawah 12 bulan paling jarang celaka, hanya 2,7 persen. Angka itu hampir sama dengan angka anak kota. Bayi menjadi kelompok pembanding dalam seluruh hitungan umur, dan setiap kelompok yang lebih tua ternyata berada di atasnya.

Naskah ini tidak menguraikan panjang mengapa bayi lebih jarang celaka. Penjelasannya tersirat dari apa yang dikatakan tentang kakak-kakak mereka. Bahaya, menurut para penulis, mulai datang ketika anak belajar berjalan dan terdorong menjelajahi sekelilingnya. Bayi yang belum sampai ke tahap itu berada di luar gambaran tersebut.

Jam kejadian ikut dicatat untuk semua umur. Hampir separuh kecelakaan, 49 dari 99, terjadi antara tengah hari dan pukul tujuh malam. Sebanyak 42 kejadian berlangsung sebelum tengah hari. Hanya delapan yang terjadi sesudah pukul tujuh malam. Rumah di Orodara, dengan kata lain, paling berbahaya bagi anak justru ketika hari masih terang.

Baca juga Bekal Ibu, Bukan Kuasa Ibu, yang Menentukan Vaksin Anak Filipina

Anak yang sudah berjalan, yang paling sering celaka

Pada ujung yang lain ada anak-anak yang sudah lepas dari gendongan. Di antara 595 anak berumur satu sampai empat tahun, 7,4 persen mengalami kecelakaan. Pada 544 anak berumur lima sampai sembilan tahun angkanya 7,0 persen. Pada anak sepuluh tahun ke atas angkanya turun menjadi 4,7 persen, masih jauh di atas bayi.

Setelah faktor lain diperhitungkan, jaraknya makin terang. Dibanding bayi, peluang celaka anak satu sampai empat tahun 2,87 kali, dan anak lima sampai sembilan tahun 3,82 kali. Untuk anak sepuluh tahun ke atas angkanya 3,55 kali, tetapi rentang ketidakpastiannya sangat lebar, dari 1,01 sampai 12,47. Jenis kelamin tidak membedakan apa-apa, begitu pula pendidikan dan pekerjaan orang tua serta jumlah penghuni rumah.

Penjelasan para penulis untuk anak kecil bertumpu pada tahap tumbuh kembang. Anak sedang belajar berjalan, ingin tahu, dan belum mampu mengenali bahaya. Mereka menautkannya dengan dapur. Sebuah survei di Ghana yang mereka kutip mendapati 3.856 dari 6.520 rumah tangga memasak dengan arang, dan di 4.544 rumah tangga tungku berada dalam jangkauan anak balita, kurang dari satu meter.

Dari situ lahir satu-satunya saran yang tegas dalam naskah. Para penulis menganjurkan upaya pencegahan yang menyasar anak kecil dan ibu mereka. Mereka juga mencatat bahwa Burkina Faso belum memiliki program khusus untuk mencegah kecelakaan anak di rumah. Buku tahunan statistik kementerian kesehatan negeri itu pada 2020 mencatat 2.732 kasus luka bakar di layanan kesehatan primer, dan 1.717 di antaranya menimpa anak 0 sampai 14 tahun.

Angka Orodara, lebih rendah daripada negeri tetangga

Kedua perbandingan itu berdiri di atas satu angka dasar, 6,27 persen, dan angka itu sendiri mengundang perbandingan ketiga. Survei serupa di Mesir, Ghana, Sudan, dan Uganda melaporkan 10 sampai 25 persen. “Yang mengejutkan, proporsi ini lebih rendah daripada sebagian besar nilai yang dilaporkan dalam literatur,” tulis Coulibaly dan rekan-rekannya, masih dalam terjemahan dari bahasa Inggris. Mereka menyebut data ini yang pertama untuk Burkina Faso.

Salah satu penjelasan mereka menyangkut rumah itu sendiri. Sengatan listrik, pintu kaca, jatuh dari ranjang, jatuh di tangga, atau jatuh dari bangunan bertingkat adalah sumber kecelakaan yang lazim di rumah yang lebih modern. Sepengetahuan para penulis, semua itu tidak ada di Orodara. Rumah yang lebih sederhana, dalam bacaan mereka, berarti lebih sedikit benda yang bisa mencelakai.

Penjelasan lain menyangkut siapa yang dihitung. Sebagian survei di negara lain hanya mendata anak di bawah lima tahun, kelompok yang memang paling rawan. Sebagian lagi memasukkan anak sampai 18 tahun. Di Orodara batasnya 14 tahun, sesuai batas umur layanan kesehatan anak di Burkina Faso. Beda rentang umur itu, menurut para penulis, sangat mungkin ikut menjelaskan beda angkanya.

Baca juga Kelambu Kamar Tidur dan Lansia Pesisir Surat Thani yang Jatuh

Angka Orodara, dibentuk oleh cara menghitungnya

Di sisi lain, angka rendah itu juga lahir dari pilihan para penulis sendiri. Mereka hanya menghitung kecelakaan yang perlu diobati. Para ibu melaporkan 147 kecelakaan, dan hanya 99 yang memenuhi batasan itu. Survei di Ghana memakai batasan lebih longgar, yaitu cedera yang membuat anak tidak masuk sekolah atau yang dicarikan pengobatan. Para penulis mengakui perbandingan langsung menjadi sulit.

Musim ikut bermain. Tanah licin dan badai pada musim hujan menambah risiko jatuh dan sengatan listrik, sedangkan musim kemarau lebih dekat dengan gigitan ular atau kalajengking. Pendataan berlangsung Agustus sampai Oktober 2022, masa musim hujan beralih ke kemarau, dan pada Agustus anak-anak masih libur sekolah. Para penulis menilai rentang itu sudah memuat banyak faktor lingkungan, tetapi hanya enam bulan yang terpotret.

Keterbatasan diakui terbuka. Seluruh data bergantung pada ingatan ibu, dan para penulis tidak dapat memeriksa apakah kebutuhan pengobatan dilaporkan dengan tepat. Status ekonomi keluarga tidak diukur langsung, hanya diwakili pekerjaan orang tua. Dalam simpulannya mereka menulis bahwa angka yang rendah itu kemungkinan dipengaruhi rancangan studi mereka sendiri.

Beberapa angka juga layak dicocokkan pembaca. Kalimat hasil menyebut anak desa 3,39 kali lebih mungkin celaka, padahal tabel dan abstrak mencantumkan 2,9. Teks menyebut lengan paling sering terluka, 44 persen, sedangkan tabel menaruh angka itu pada tungkai bawah. Kasus luka bakar anak, 1.717 dari 2.732, ditulis 73,54 persen, sementara pembagiannya menghasilkan sekitar 63 persen. Simpulan pun menyebut umur lebih muda sebagai faktor risiko, padahal bayi yang paling jarang celaka.

Bayi dan anak desa yang berlari itu, pada akhirnya, tidak dipertentangkan dalam naskah ini. Tempat tinggal menjelaskan satu selisih, umur menjelaskan selisih yang lain, dan keduanya tetap bermakna ketika dihitung bersama. Para penulis tidak menempatkan salah satunya di atas yang lain. Seorang anak di Orodara bisa berada di satu sisi yang rawan, bisa juga di dua sisi sekaligus, dan hitungan ini mencatat keduanya berdampingan.

Bagikan

Baca Juga

Makin Banyak Ozon Dihirup Ibu Hamil, Makin Sering Diabetes
Makan Jagung Tiap Pekan, Warga Pesisir Kenya Tak Kenal Racunnya
Beban Batin Lelaki Ghana yang Tak Kunjung Punya Anak
Cloudflare Akuisisi Deno, Ryan Dahl Pindah Garap Workers
Serangan Siber Merambah Sistem Gedung dan Pendingin Makanan
Remaja Tibet yang Sering Makan Cepat Saji Lebih Rentan Murung