Kurma Citayam Banjir Air Mata Saat Ceritakan Kisah Pilu Keluarga

Menjadi terkenal membuat Kurma Citayam banjir rezeki dan mengubah hidupnya, namun siapa sangka tersimpan kisah sedih dibalik kehidupannya.

Kurma [Instagram]

Menjadi terkenal membuat Kurma Citayam banjir rezeki dan mengubah hidupnya, namun siapa sangka tersimpan kisah sedih dibalik kehidupannya.

Cekricek.idCitayam Fashion Week menjadi fenomena yang membawa nama Kurma ke ladang keberuntungan. Siapa sangka euforia orang-orang terhadap pentolan Citayam seperti Kurma membawa namanya muncul ke permukaan.

Ia kini hadir di berbagai media dan di ajak kolaborasi oleh beberapa youtuber, influenser dan juga selebriti.  Bahkan ia juga diundang untuk tampil di televisi.

Hal tersebut menjadi suatu rezeki yang tak henti-hentinya disyukuri oleh Kurma Citayam dan keluarga di rumah. Ia kini sudah mampu mengubah nasib keluarga menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Beranjak dari hal tersebut, kini Kurma diundang oleh salah satu youtuber sekaligus selebriti yang lumayan terkenal di Indonesia. Ia diajak ngedate di restoran Jepang oleh Boy William.

Sebelumnya, ia didandani begitu cantik sebelum bertemu dengan Boy di Restoran Jepang tersebut. Sesampainya di sana mereka langsung disuguhkan dengan berbagai makanan khas Jepang.

Saat mencoba makan Jepang yang ternyata mentah semua membuat lidah Kurma merasa asing dan tak menyukai makanan tersebut. Bahkan ia memuntahkannya. Boy William tertawa melihat kepolosan dan kejujuran Kurma. Sambil makan, mereka saling berbincang perihal kehidupan Kurma.

Siapa sangka di balik nama Kurma ternyata terselip kisah pilu keluarga yang sampai membuatnya berderai air mata ketika menceritakan kisah tersebut.

Kurma Citayam Tak Kuasa Tahan Tangis Mengingat Ayah

Lampiran Gambar

Kurma Citayam berasal dari Keluarga yang tidak berada dan ia menyebutkan bahwa ibunya hanyalah seorang pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah orang lain.

Saat Boy William bertanya soal ayahnya, Kurma menyebutkan bahwa ayahnya telah bercerai dengan ibunya dan telah menikah lagi dengan wanita lain.

“Papa, papa udah cerai. Nikah lagi sama orang Batak”, ujar Kurma.

Ia menyebutkan bahwa ia tidak tahu di mana keberadaan papanya sekarang karena tidak pernah ketemu lagi semenjak pisah. Ia juga menyebutkan bahwa mereka jarang berhubungan via telefon karena Kurma sudah menghapus nomor ayahnya dari ponselnya.

Dari cerita tersebut, terlihat Kurma sangat menyimpan duka mendalam terhadap kisah yang menimpa keluarganya. Ia menyebutkan ayahnya tidak bertanggung jawab karena meninggalkan mereka begitu saja.

Kurma nampak meneteskan air mata yang tak pernah terlihat oleh media manapun selama ini, kisah pilu Kurma ini terpaksa membuat ia memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam keluarganya setelah ibunya.

“Ga mau tanggung jawab, udah susu gak dibelikan. Jadinya aku yang beli”, ujar Kurma.

Kurma sangat berharap jika ayahnya bisa kembali seperti dulu dan menjalin keluarga yang utuh bersama mereka. Ia sangat kasihan melihat ibunya harus banting tulang sendirian.

Baca juga : Makin Terkenal, Kurma Citayam Banjir Endorsan

Namun siapa sangka ternyata ketika sudah terkenal pun, ayahnya Kurma tak kunjung menghubungi mereka. Kurma sangat menyayangkan sikap ayahnya tersebut yang memang tidak mau lagi menjalin silaturahmi dengan mereka.

Baca Juga

Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Gunung Marapi terlihat dari Bukittinggi dengan atap rumah warga di latar depan dan awan menggantung di lerengnya
Arsip Kolonial dan Tanda Alam, Dua Sumber yang Belum Dipakai untuk Mitigasi Marapi
Peta tutupan lahan yang menandai area perladangan di kawasan Lamteuba, Aceh Besar
Ganja Lamteuba, dari Bumbu Dapur ke Barang Terlarang
Ilustrasi bakul anyaman berisi gabah di atas meja kayu tua dengan timbangan gantung kuningan, bernuansa sepia
Sejarah Gizi Publik di Indonesia: Ketika Dapur Pribumi Menjadi Urusan Negara Kolonial
Mengapa Orang Melayu Medan Tidak Menganggap Melayu Malaysia Sebagai Saudara?
Mengapa Orang Melayu Medan Tidak Menganggap Melayu Malaysia Sebagai Saudara?