Kurs Renminbi Berperilaku Lain Saat Kebijakan Sulit Ditebak

A A

Ilustrasi lembaran uang yuan, dolar AS, dan yen Jepang disusun berjajar [Foto: Luoqing/Pexels]

  • Sebelum 2017, indeks ketidakpastian berada di bawah garis batas hampir sepanjang waktu.
  • Ketika ketidakpastian rendah, renminbi lebih sering dihargai terlalu mahal.
  • Sepanjang 2014 renminbi turun tajam terhadap dolar AS dan menjadi terlalu murah sekitar 13 persen.
  • Ketika indeks ketidakpastian tinggi, renminbi dihargai terlalu murah hampir sepanjang waktu.
  • Yang diamati adalah kurs renminbi terhadap dolar AS, dengan data triwulanan dari 2005 sampai 2023.
Daftar Isi
  1. 1994 sampai 2005: Dari Kurs Tetap Menuju Kurs yang Mengikuti Pasar
  2. 2005 sampai 2017: Masa Tenang Ketika Rumus Lama Masih Berlaku
  3. Maret 2014: Rentang Perdagangan Dilebarkan, Renminbi Terlalu Murah
  4. 2018: Perang Dagang dan Awal Masa Ketidakpastian Tinggi
  5. 2020 sampai 2023: Pandemi, Kenaikan Bunga The Fed, dan Renminbi Murah
  6. 2026: Saran untuk Bank Sentral dan Cakupan Catatan Ini

Tahun 1994 Tiongkok meninggalkan kurs tetap. Sejak itu nilai renminbi dibiarkan mengambang secara terkelola dan dipatok ke dolar Amerika Serikat. Sebelum tahun tersebut, pemerintah menetapkan kurs dengan kontrol yang ketat. Catatan bank sentral Tiongkok, People’s Bank of China, menandai 1994 sebagai awal serangkaian perombakan aturan kurs yang berlanjut sampai 2017.

Rangkaian itu ditelusuri Zhang Mengdi, Lee Chin, dan W.N.W. Azman Saini dalam artikel berjudul Do monetary policy and macroeconomic fundamentals matter under high uncertainty? Evidence from Renminbi exchange rate regimes, yang terbit di Economic Journal of Emerging Markets volume 18 nomor 1 tahun 2026. Ketiganya bekerja di Universiti Putra Malaysia di Serdang, Selangor. Lee Chin, penulis korespondensi, juga tercatat di Tashkent State University of Economics, Uzbekistan.

Pertanyaan mereka tertuju pada satu hal. Apakah suku bunga, jumlah uang beredar, dan cadangan devisa tetap menggerakkan kurs renminbi ketika arah kebijakan ekonomi sulit ditebak? Jawabannya mereka cari pada kurs renminbi terhadap dolar AS, triwulan demi triwulan, dari awal 2005 sampai akhir 2023.

1994 sampai 2005: Dari Kurs Tetap Menuju Kurs yang Mengikuti Pasar

Babak kedua datang pada 21 Juli 2005. Hari itu kurs renminbi mulai ditentukan berdasarkan permintaan dan penawaran di pasar, lalu disesuaikan terhadap sekumpulan mata uang. Para penulis menyebut tahun itu sebagai awal sistem kurs terkelola Tiongkok. Karena itu pula catatan mereka dimulai dari triwulan pertama 2005.

Sejak titik itu angka kurs bergerak dalam rentang yang lebar. Sepanjang 2005 sampai 2023, satu dolar AS pernah dihargai paling tinggi 8,277 renminbi dan paling rendah 6,091 renminbi. Rata-ratanya 6,831 renminbi. Ketika angka kurs itu naik, renminbi melemah. Ketika angkanya turun, renminbi menguat.

Lima kali Tiongkok mengubah aturan kursnyaLima kali Tiongkok mengubah aturan kursnyaLima kali Tiongkok mengubah aturan kursnyaSistem kurs renminbi menurut bank sentral Tiongkok1994Mengambang terkelola, dipatok ke dolar AS2005Mengikuti pasar, disesuaikan sekeranjang mata uang2015Keranjang mata uang jadi patokan utama2016Model harga dua faktor2017Model harga tiga faktor
Sumber: Zhang Mengdi, Lee Chin, W.N.W. Azman Saini, Do monetary policy and macroeconomic fundamentals matter under high uncertainty? Evidence from Renminbi exchange rate regimes, Economic Journal of Emerging Markets, 18(1), 2026. Grafik: Cekricek.id

Di samping kurs, ada satu angka lain yang dicatat sejak 2005, yaitu indeks ketidakpastian kebijakan ekonomi Tiongkok. Para penulis mengartikan ketidakpastian itu sebagai ketidakmampuan pelaku ekonomi memperkirakan kebijakan yang akan datang, atau risiko dan akibat kebijakan yang diambil pemerintah. Indeksnya disusun dari pemberitaan media dan surat kabar.

Indeks itu berayun jauh. Titik terendahnya 40,8 dan titik tertingginya 499,2, dengan rata-rata 173,425. Dari ayunan itulah para penulis menemukan satu garis batas pada angka 159,745. Di bawah atau tepat pada garis itu, ketidakpastian tergolong rendah. Di atasnya, ketidakpastian tergolong tinggi, dan kurs berperilaku lain.

Baca juga Harga Rumah Diramal sebagai Rentang, Bukan Satu Angka

2005 sampai 2017: Masa Tenang Ketika Rumus Lama Masih Berlaku

Sebelum 2017, indeks ketidakpastian berada di bawah garis batas hampir sepanjang waktu. Pada masa itu renminbi bergerak kurang lebih seperti yang diramalkan teori. Ketidakpastian sendiri sudah terasa pengaruhnya. Setiap kenaikan indeks sebesar 1 persen diikuti kenaikan kurs sekitar 0,1 persen, yang berarti renminbi melemah.

Uang beredar ikut berbicara. Ketika jumlah uang beredar Tiongkok tumbuh lebih cepat daripada di Amerika Serikat, renminbi cenderung melemah. Suku bunga bekerja ke arah sebaliknya. Setiap kenaikan 1 persen pada selisih suku bunga Tiongkok dan AS diikuti turunnya kurs 2,4 persen, artinya renminbi menguat.

Para penulis menduga kenaikan suku bunga menarik modal masuk, lalu modal itu mengangkat nilai mata uang dalam negeri. Cadangan devisa bekerja searah. Makin besar cadangan devisa Tiongkok, makin kuat renminbi, dan pengaruh itu bermakna secara statistik. Temuan ini mereka sandingkan dengan sejumlah riset terdahulu yang sampai pada simpulan serupa.

Tidak semua pengukur bersuara pada masa tenang itu. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi memang mengarah pada penguatan renminbi, tetapi pengaruhnya tidak bermakna secara statistik. Selisih inflasi Tiongkok dan AS juga tidak berpengaruh nyata. Para penulis mengaitkannya dengan harga yang kaku dan dengan pengaruh inflasi terhadap kurs yang biasanya baru muncul setelah jeda panjang.

Perbandingan nilai ekspor terhadap impor bernasib sama. Perbaikannya pada masa itu tidak membawa pengaruh yang bermakna terhadap kurs. Meski begitu, secara umum para penulis menilai sebagian besar pengukur pada masa ketidakpastian rendah masih sejalan dengan dua model kurs yang mereka gabungkan, yakni model moneter dan model kurs keseimbangan.

Maret 2014: Rentang Perdagangan Dilebarkan, Renminbi Terlalu Murah

Masa tenang itu bukan masa tanpa gejolak. Para penulis menghitung seberapa jauh kurs nyata menyimpang dari kurs keseimbangannya. Ketika ketidakpastian rendah, renminbi lebih sering dihargai terlalu mahal. Namun ia juga berganti-ganti antara terlalu mahal dan terlalu murah, dan besar simpangannya melebihi masa ketidakpastian tinggi.

Penjelasan mereka terletak pada campur tangan pemerintah. Setelah serangkaian reformasi kurs, campur tangan itu berkurang dalam suasana yang lebih pasti. Renminbi pun lebih terbuka terhadap tarikan permintaan dan penawaran pasar. Guncangan dari luar, seperti peristiwa ekonomi internasional, memukul kurs lebih keras pada masa ini daripada pada masa ketidakpastian tinggi.

Contohnya tercatat pada 15 Maret 2014. Hari itu bank sentral Tiongkok mengumumkan pelebaran rentang perdagangan harian renminbi terhadap dolar AS dari 1 persen menjadi 2 persen. Langkah tersebut membuat kurs lebih lentur dan lebih mencerminkan permintaan serta penawaran pasar. Akan tetapi, pasar membacanya sebagai tanda renminbi akan melemah.

Harapan itu menambah tekanan arus modal keluar dan mempercepat pelemahan. Sepanjang 2014 renminbi turun tajam terhadap dolar AS. Nilainya menjadi terlalu murah sekitar 13 persen dari kurs keseimbangannya. Para penulis mencatatnya sebagai kemurahan terbesar selama masa ketidakpastian rendah.

Dua wajah renminbiDua wajah renminbiDua wajah renminbiKurs terhadap dolar AS, 2005 sampai 2023Tak pasti rendahTak pasti tinggis.d. 159,745di atas 159,745IndeksSebelum 2017Setelah 2017MasaSering kemahalanSering kemurahanRenminbiLebih besarLebih kecilSimpanganLebih kuatLebih lemahGuncangan luar
Sumber: Zhang Mengdi, Lee Chin, W.N.W. Azman Saini, Do monetary policy and macroeconomic fundamentals matter under high uncertainty? Evidence from Renminbi exchange rate regimes, Economic Journal of Emerging Markets, 18(1), 2026. Grafik: Cekricek.id

Perombakan aturan belum berhenti. Pada 11 Agustus 2015, sekeranjang mata uang dijadikan patokan utama untuk menilai kurs. Setahun kemudian, 2016, Tiongkok memakai model harga dua faktor yang memuat faktor kontra-siklus dan fluktuasi kurs keranjang mata uang. Pada 2017 model itu menjadi tiga faktor dengan tambahan faktor pro-siklus.

Baca juga Suhu Ekstrem dan PM2.5 Naikkan Kematian di Tiongkok

2018: Perang Dagang dan Awal Masa Ketidakpastian Tinggi

Setelah 2017 keadaan berbalik. Triwulan-triwulan dengan indeks ketidakpastian di atas garis batas sebagian besar berkumpul pada tahun-tahun sesudahnya. Pada 2018 perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok pecah. Renminbi mendapat tekanan untuk melemah, dan bank sentral Tiongkok menjawabnya dengan dua langkah pada bulan yang sama.

Langkah pertama diumumkan 3 Agustus 2018. Rasio cadangan risiko valuta asing untuk penjualan valuta asing berjangka dinaikkan dari 0 persen menjadi 20 persen. Biaya bagi perusahaan dan lembaga keuangan yang membeli valuta asing berjangka pun naik, sehingga spekulasi berlebihan teredam. Langkah kedua menyusul 24 Agustus 2018, ketika faktor kontra-siklus diaktifkan kembali untuk menahan pelemahan renminbi.

Pada masa inilah rumus lama goyah. Menurut para penulis, suku bunga dan cadangan devisa tetap menekan angka kurs seperti pada masa tenang. Di luar keduanya, sebagian besar pengukur kehilangan pengaruh yang bermakna atau berbalik arah. Inflasi dan perbandingan ekspor-impor, misalnya, berubah arah, tetapi pengaruhnya tetap tidak bermakna secara statistik.

Untuk inflasi, para penulis menunjuk pada keberhasilan Tiongkok mengendalikan harapan masyarakat tentang kenaikan harga. Mereka merujuk riset terdahulu tentang kebijakan pengelolaan ekspektasi pada 2009. Kebijakan itu disebut memperkuat kemampuan bank sentral mengendalikan perubahan harapan inflasi, sehingga kepercayaan pasar terhadap renminbi ikut menguat.

Para penulis merangkum perbandingan dua masa itu dalam simpulan mereka. “Hasil ini menunjukkan bahwa begitu ketidakpastian kebijakan ekonomi melampaui suatu ambang, hubungan linear yang diramalkan model moneter klasik dan kerangka BEER tidak lagi berlaku sepenuhnya,” tulis Zhang Mengdi, Lee Chin, dan W.N.W. Azman Saini dalam naskah mereka yang aslinya berbahasa Inggris.

BEER adalah singkatan nama model kurs keseimbangan yang mereka pakai. Ada satu catatan lagi dari perbandingan itu. Bila seluruh triwulan diperlakukan sebagai satu masa yang sama, ketidakpastian kebijakan tampak tidak berpengaruh nyata terhadap kurs. Pengaruhnya baru terlihat setelah masa tenang dan masa tak pasti dipisahkan.

2020 sampai 2023: Pandemi, Kenaikan Bunga The Fed, dan Renminbi Murah

Tahun 2020 membawa wabah COVID-19 ke seluruh dunia. Para penulis memasukkannya ke dalam deret peristiwa yang mengguncang kurs renminbi terhadap dolar AS, bersama reformasi kurs 2005 dan 2015 serta ketegangan dagang 2018. Setiap peristiwa itu, menurut mereka, menambah ketidakpastian tentang nilai mata uang tersebut.

Dua tahun berikutnya tekanan datang dari Washington. Sepanjang 2022 sampai 2023 bank sentral AS menaikkan sasaran suku bunga acuannya dari kisaran 0,00 sampai 0,25 persen menjadi 5,25 sampai 5,50 persen. Kenaikan kumulatifnya 5,25 poin persentase. Suku bunga di Amerika Serikat pun ikut naik.

Tiongkok bergerak ke arah berlawanan untuk menopang pemulihan ekonomi setelah pandemi. Pada 27 Maret 2023 bank sentralnya menurunkan rasio giro wajib minimum simpanan renminbi lembaga keuangan sebesar 0,25 poin persentase. Penurunan kedua dengan besaran yang sama dilakukan pada 15 September 2023.

Suku bunga pinjaman acuan juga dipangkas. Pada 20 Juni 2023 suku bunga acuan satu tahun turun dari 3,65 persen menjadi 3,55 persen, dan untuk tenor di atas lima tahun dari 4,30 persen menjadi 4,20 persen. Pada 20 Agustus 2023 suku bunga satu tahun turun lagi ke 3,45 persen, sedangkan tenor panjang tetap 4,20 persen.

Renminbi terus berada di bawah tekanan untuk melemah. Di titik ini pola masa tak pasti terlihat jelas. Ketika indeks ketidakpastian tinggi, renminbi dihargai terlalu murah hampir sepanjang waktu. Simpangannya dari kurs keseimbangan lebih kecil daripada masa tenang, tetapi arahnya nyaris selalu sama.

Baca juga Suhu Panas Ikut Mendorong Naiknya Kasus Flu di China

2026: Saran untuk Bank Sentral dan Cakupan Catatan Ini

Naskah yang terbit pada 2026 itu menutup catatannya dengan sejumlah saran. Bank sentral disarankan menimbang tingkat ketidakpastian kebijakan ketika memutuskan campur tangan di pasar valuta asing. Investor, menurut para penulis, bahkan dapat memakai simpangan kurs sebagai penanda ketidakpastian saat memutuskan memegang aset berdenominasi mata uang asing.

Pemerintah dan pembuat kebijakan disarankan menambah keterbukaan kebijakan agar investor lebih mampu memperkirakan gejolak pasar. “Selain itu, perubahan kebijakan yang tidak perlu sebaiknya ditekan sesedikit mungkin untuk menjaga lingkungan ekonomi yang stabil, sebab pasar yang dapat diperkirakan sangat penting untuk menjaga keseimbangan kurs,” tulis ketiganya, juga dalam bahasa Inggris.

Yang diamati adalah kurs renminbi terhadap dolar AS, dengan data triwulanan dari 2005 sampai 2023. Beberapa pengaruh, yaitu pertumbuhan ekonomi pada masa tenang, inflasi, dan perbandingan ekspor-impor, tidak bermakna secara statistik. Para penulis sendiri menyebut pengaruh inflasi dalam jangka pendek tidak bermakna.

Titik terakhir yang tercatat adalah triwulan keempat 2023. Sampai titik itu, renminbi masih berada di bawah tekanan untuk melemah.

Bagikan

Baca Juga

Pasukan India dan China Masih Berhadapan di Arunachal Pradesh
RI-Singapura Bentuk Satgas Kejar Perusahaan Pembakar Hutan
Merek China Putus Kerja Sama dengan Mbappe Gara-gara Lelucon Mao
Overdosis dan Jatuh Jadi Cedera Termahal di Amerika Serikat
Pemegang Asuransi Tambahan di Swiss Lebih Sering Operasi Perut
Biaya Stroke Hungaria Bisa Turun 99 Juta Euro Tanpa Kegemukan