Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial (LP3ES)

Kamus Sejarah Indonesia -

Ilustrasi: Kamus Sejarah Indonesia. [Creator Cekricek.id]

Apa Itu Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial (LP3ES)?

Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Dan Sosial (LP3ES) adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak pada pemberdayaan masyarakat yang peranannya menguat pada pertengahan 1970-an.

LP3ES resmi berdiri pada 19 Agustus 1971 sebagai LSM non profit. Pendirian LSM ini diprakarsai oleh para ekonom terkemuka dan kalangan intelektual Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia untuk Pembinaan Pengetahuan Ekonomi dan Sosial.

Mereka di antaranya adalah Sumitro Djojohadikusumo, Adam Malik, Selo Soemardjan, Emil Salim, Suhadi Mangkusuwondo, Koentjaraningrat, Ali Wardana, Ali Sadikin, Satrio B. Joedono, Taufik Abdullah, Soedrajat Djiwandono, M Yusuf Ronodiputro, Dorojatun Kuntjoro-Jakti, Joewono, Sudarsono, Daan Jahja, Harlan Bekti, Nono Makarim, dan beberapa nama lainnya.

Nono Makarim Anwar menjabat sebagai direktur pertama LP3ES didampingi oleh DG Wilke.

LP3ES dikenal sebagai salah satu LSM terbesar di Indonesia yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat.

LP3ES juga berhasil menghadirkan jaringan intelektual muslim kelas menengah yang dalam perkembangannya turut memberikan warna bagi sejarah Islam Indonesia.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung
Penari mengenakan busana tradisional Indonesia dalam sebuah pertunjukan
Sepuluh Klaim Budaya dalam Sepuluh Tahun: Bagaimana Indonesia Membalas
Bangunan bergaya kolonial Belanda di kawasan kota tua Jakarta
Dari 17.000 Orang Indo Melarat ke Partai Politik Pertama di Hindia Belanda