Cekricek.id — Timbunan bekas tambang platinum di dekat Rustenburg, Provinsi North West, Afrika Selatan, longsor dan menewaskan sedikitnya 14 penambang tanpa izin. Delapan orang lain terluka dalam insiden yang terjadi Senin malam waktu setempat itu.
Dikutip dari Washington Times yang bersumber dari Associated Press, Selasa (11/8/2026), longsor terjadi di lokasi timbunan bekas tambang milik sebuah perusahaan swasta yang sudah tidak beroperasi. Komisaris Polisi Provinsi North West Arthur Peter Adams menjelaskan kejadian itu berlangsung saat sekelompok penambang sedang mencari sisa logam kelompok platinum di timbunan tersebut.
“Insiden itu terjadi ketika para penambang sedang menggali logam kelompok platinum di timbunan bekas tambang milik sebuah perusahaan swasta,” kata Arthur Peter Adams, Komisaris Polisi Provinsi North West.
Delapan Korban Luka Berasal dari Lesotho
Dari delapan orang yang terluka, seluruhnya teridentifikasi sebagai warga negara Lesotho, negara kecil yang terkurung daratan di dalam wilayah Afrika Selatan dan menjadi salah satu sumber utama tenaga kerja penambangan tanpa izin di negara itu. Kewarganegaraan para korban tewas belum dipastikan otoritas setempat.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di lokasi kejadian, dengan kemungkinan masih ada korban lain yang tertimbun di dalam runtuhan timbunan tambang tersebut. Otoritas belum merilis perkiraan waktu penyelesaian operasi pencarian.
Persoalan Lama yang Terus Berulang
Pertambangan tanpa izin sudah menjadi persoalan menahun di Afrika Selatan selama beberapa dekade terakhir, mulai dari pencurian skala kecil oleh perorangan hingga operasi kriminal berskala besar yang terorganisasi. Penambang tanpa dokumen resmi kerap menyusup ke bekas tambang komersial yang sudah ditinggalkan perusahaan untuk mencari sisa deposit mineral yang masih tertinggal, kadang di bawah kendali kelompok kriminal bersenjata.
Kondisi bekas tambang dan timbunan yang sudah lama tidak dirawat membuat struktur tanahnya rawan longsor tanpa peringatan, terutama saat penggalian dilakukan tanpa penopang struktural yang memadai — praktik umum di kalangan penambang tanpa izin yang tidak memiliki akses ke peralatan keselamatan standar industri.
Bagian dari Rentetan Insiden di Afrika
Insiden Rustenburg menambah daftar persoalan yang melanda Afrika Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Cekricek.id sebelumnya memberitakan tujuh dekade pawai perempuan Afrika Selatan yang masih menagih janji kesetaraan yang belum ditepati, sekaligus mencatat bagaimana warisan ketimpangan ekonomi era apartheid masih membentuk kondisi sosial negara itu hingga kini, termasuk mendorong banyak warga miskin nekat menambang di lokasi berbahaya demi sesuap penghasilan.
Pemerintah Afrika Selatan berulang kali berjanji menertibkan praktik pertambangan tanpa izin, tetapi penegakan di lapangan tetap sulit mengingat luasnya area bekas tambang yang tersebar di seluruh negeri serta minimnya alternatif ekonomi bagi warga di sekitarnya. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal identitas lengkap para korban tewas maupun rencana penindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas keamanan lokasi tambang tersebut.

















