Merawat Pasien Alzheimer Lebih Berat dan Mahal bagi Perempuan

A A

Ilustrasi tangan lansia memegang bola kecil sambil lengannya dipegang seorang pendamping [Foto: Matthias Zomer/Pexels]

  • Dari 3.318 perawat di tujuh negara, 2.195 orang adalah perempuan, kira-kira dua dari setiap tiga.
  • Setelah penyesuaian, perempuan tetap menanggung 191,8 dolar AS lebih banyak per bulan daripada laki-laki.
  • Skor beban rata-rata perawat perempuan 29,9 dan laki-laki 25,2 pada skala nol sampai 88.
  • Di antara perawat yang bekerja, selisih biaya setelah penyesuaian melebar menjadi 363,8 dolar AS per bulan.
  • Hubungan antara gender perawat dengan biaya dan beban itu tidak bersifat sebab-akibat.
Daftar Isi
  1. Kasih sayang yang punya harga
  2. Siapa yang berdiri di samping pasien
  3. Pekerjaan sebagai titik balik
  4. Ketika penyakit makin berat
  5. Tujuh negara, satu arah, dan dua pengecualian
  6. Batas yang diakui dan angka yang tak seiring

Merawat pasangan atau orang tua yang ingatannya terkikis Alzheimer lazim dipandang sebagai urusan kasih sayang, sesuatu yang tidak dihitung dengan uang dan tidak pula memilih jenis kelamin. Pandangan itu goyah begitu jam-jam yang dihabiskan di samping pasien, beserta jam kerja yang hilang karenanya, diterjemahkan ke dalam dolar di tujuh negara sekaligus, sebab tagihan yang muncul tidak sama besar bagi perempuan dan laki-laki.

Hitungan tersebut dikerjakan Shubhi S. Jain, Ting Fang Alvin Ang, Preeti Sunderaraman, Rhoda Au, dan Jinying Chen, kelimanya dari Boston University di Amerika Serikat, dalam artikel Gender differences in informal caregiving costs and burden in Alzheimer disease: a multinational cross-sectional analysis. Artikel itu terbit di BMC Public Health volume 26 nomor 1938 tahun 2026, dan bertumpu pada 3.318 pasangan pasien dan perawat di Prancis, Jerman, Inggris Raya, Italia, Spanyol, Jepang, serta Amerika Serikat.

Yang mereka sebut perawat informal bukanlah tenaga profesional, melainkan anggota keluarga atau kawan yang tanpa bayaran membantu pasien di rumah: menemani kegiatan sehari-hari, mengatur obat, mengantar ke sana kemari, sekaligus menjadi sandaran emosi. Biaya perawatan informal, dalam naskah itu, adalah nilai uang dari waktu yang dicurahkan untuk merawat dan dari waktu kerja yang hilang, ditaksir dengan upah rata-rata nasional tiap negara.

Kasih sayang yang punya harga

Dari 3.318 perawat yang usianya rata-rata 63,1 tahun itu, 2.195 orang adalah perempuan, kira-kira dua dari setiap tiga, dan sisanya 1.123 laki-laki. Hampir semuanya, 93,3 persen, menanggung biaya perawatan informal, dan pada titik ini perempuan serta laki-laki nyaris tidak berbeda. Perbedaan baru terlihat ketika yang ditanyakan bukan lagi ada atau tidaknya biaya, melainkan berapa besarnya.

Rata-rata biaya bulanan perawat perempuan mencapai 1.804 dolar AS, sedangkan perawat laki-laki 1.480,1 dolar AS, selisih kasar hampir 324 dolar setiap bulan. Setelah ciri-ciri pasien, ciri-ciri perawat, dan negara tempat mereka tinggal ikut diperhitungkan, jarak itu menyempit tetapi tidak lenyap: perempuan tetap menanggung 191,8 dolar AS lebih banyak per bulan, dengan rentang ketidakpastian dari 27,4 sampai 356,1 dolar.

Beban yang dirasakan, yang diukur dengan Zarit Burden Interview berskala nol sampai 88, bergerak ke arah yang sama. Kuesioner itu menanyakan, antara lain, tekanan saat membagi diri antara merawat dan kewajiban lain, hubungan dengan keluarga dan kawan yang terganggu, serta hilangnya ruang pribadi. Skor rata-rata perawat perempuan 29,9 dan laki-laki 25,2, dan sesudah penyesuaian yang sama perempuan masih lebih tinggi empat poin.

Perawat laki-laki dan perawat perempuanPerawat perempuan lebih muda, lebih banyak yang bekerja, dan mencatat biaya serta skor beban lebih tinggi.Perawat laki-laki dan perawat perempuan3.318 perawat informal pasien Alzheimer di tujuh negaraLaki-lakiPerempuan1.1232.195Jumlah perawat36,8%58,2%Di bawah 65 tahun25,0%40,6%Anak dari pasien27,1%36,0%Punya pekerjaan1.480 USD1.804 USDBiaya per bulan25,229,9Skor bebanBiaya = rata-rata biaya perawatan informal per bulan dalam dolar AS.Skor beban = rata-rata Zarit Burden Interview.
Sumber: Shubhi S. Jain, Ting Fang Alvin Ang, Preeti Sunderaraman, Rhoda Au, dan Jinying Chen, Gender differences in informal caregiving costs and burden in Alzheimer disease: a multinational cross-sectional analysis, BMC Public Health, 26(1938), 2026. Grafik: Cekricek.id

Baca juga Panas dan Dingin Ekstrem Sama-Sama Ancam Pasien Demensia

Siapa yang berdiri di samping pasien

Namun, perempuan dan laki-laki dalam data ini tidak hanya berbeda dalam jumlah, sebab mereka juga datang ke tugas merawat dari kedudukan yang berlainan. Perawat laki-laki kebanyakan adalah pasangan pasien, 64,6 persen, dan 81,2 persen dari mereka tinggal serumah dengan orang yang dirawat. Di antara perawat perempuan, yang berstatus pasangan hanya 45,1 persen, sedangkan yang merupakan anak pasien mencapai 40,6 persen, jauh di atas 25 persen pada laki-laki.

Perbedaan kedudukan itu terbawa ke usia dan pekerjaan. Sebanyak 58,2 persen perawat perempuan berusia di bawah 65 tahun, berbanding 36,8 persen pada laki-laki, dan 36 persen perempuan masih memiliki pekerjaan berbayar, berbanding 27,1 persen. Jain dan rekan mencatat pula bahwa pasien yang dirawat laki-laki hampir seluruhnya perempuan, 89 persen, sementara pasien yang dirawat perempuan terbagi lebih rata, 55,6 persen laki-laki.

Porsi perempuan itu tidak bergantung pada negara tertentu. Di ketujuh negara, perempuan melampaui 60 persen dari seluruh perawat, dengan angka tertinggi di Jepang, 70,7 persen, disusul Amerika Serikat, 68,1 persen. Para penulis menyebut ketimpangan ini meluas dan bertahan lama, tetapi mereka sendiri mengakui belum tahu seberapa jauh pola itu lahir dari harapan sosial yang sama di semua negara dan seberapa jauh dari kebiasaan tiap-tiap negara.

Pekerjaan sebagai titik balik

Di situlah persoalannya: bila perempuan lebih banyak yang bekerja, apakah selisih biaya tadi sekadar cerminan dari pekerjaan yang terganggu? Jain dan rekan memisahkan perawat yang bekerja dari yang tidak, dan hasilnya membelokkan dugaan sederhana itu. Di antara perawat yang bekerja, selisih kasar antara perempuan dan laki-laki hanya 136,4 dolar dan tidak bermakna secara statistik, tetapi setelah penyesuaian justru melebar menjadi 363,8 dolar AS per bulan.

Pada perawat yang tidak bekerja, arahnya terbalik: selisih kasar 337,5 dolar menyusut menjadi 132,8 dolar sesudah penyesuaian dan tidak lagi bermakna. “Pola ini menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja mungkin menanggung biaya peluang yang sangat tinggi (misalnya upah yang hilang, kemajuan karier yang terbatas) terkait dengan merawat penyandang Alzheimer,” tulis Shubhi S. Jain dan rekan-rekannya dalam naskah berbahasa Inggris itu.

Beban yang dirasakan tidak mengenal pembedaan serupa, karena perempuan mencatat skor lebih tinggi baik ketika bekerja maupun tidak, dengan selisih 4,3 poin pada yang bekerja dan 3,7 poin pada yang tidak. Dari sini para penulis mengusulkan campur tangan yang terarah, seperti pilihan kerja yang lentur dan program dukungan khusus bagi perawat, agar perempuan yang bekerja dapat menyeimbangkan tuntutan merawat dengan tanggung jawab pekerjaannya.

Baca juga Ibu Anak Tidak Stunting di Bandung Justru Lebih Lelah Mengasuh

Ketika penyakit makin berat

Justru sebaliknya yang terjadi ketika data dipilah menurut keparahan penyakit, sebab di sini uang dan rasa berpisah jalan. Biaya naik seiring memburuknya pasien, dari 735 dolar pada perawat laki-laki pasien tahap ringan hingga 2.190,1 dolar pada perawat perempuan pasien tahap berat, dan perempuan selalu berada di atas laki-laki. Akan tetapi, sesudah penyesuaian, selisih itu tidak bermakna secara statistik di tingkat keparahan mana pun.

Beban yang dirasakan tidak ikut memudar. Skornya menanjak bagi kedua jenis kelamin, dari 20,9 ke 31,4 pada laki-laki dan dari 25,8 ke 36,1 pada perempuan, dan di setiap tahap perempuan tetap lebih tinggi secara bermakna. Jarak terlebar muncul pada tahap sedang, 5,5 poin, lebih besar daripada 3,6 poin pada tahap ringan dan 3,3 poin pada tahap berat.

Mengapa tahap sedang, para penulis tidak mengukurnya, dan mereka hanya menunjuk kemungkinan. Sejumlah studi yang mereka rujuk mendapati perawat perempuan lebih jarang memakai layanan dukungan formal daripada perawat laki-laki, dan hal itu mungkin ikut menjelaskan jarak tersebut. Mereka segera menambahkan bahwa pemakaian layanan juga dipengaruhi pendapatan, pekerjaan, dan ketersediaan layanan setempat, sehingga penjelasannya masih menunggu riset lanjutan.

Skor beban perawat di tujuh negaraSpanyol 28,4 ke 35,7; Italia 26,8 ke 32,7; Inggris Raya 25,8 ke 32,0; Prancis 28,3 ke 31,9; Jepang 26,2 ke 30,7; Jerman 24,1 ke 29,0; Amerika Serikat 20,4 ke 23,9.Skor beban perawat di tujuh negaraRata-rata skor Zarit Burden Interview, rentang 0-88Laki-lakiPerempuan152025303540Spanyol28,435,7Italia26,832,7Inggris Raya25,832,0Prancis28,331,9Jepang26,230,7Jerman24,129,0Amerika Serikat20,423,9Makin tinggi skor, makin berat beban yang dirasakan perawat. Angkarata-rata sebelum penyesuaian.
Sumber: Shubhi S. Jain, Ting Fang Alvin Ang, Preeti Sunderaraman, Rhoda Au, dan Jinying Chen, Gender differences in informal caregiving costs and burden in Alzheimer disease: a multinational cross-sectional analysis, BMC Public Health, 26(1938), 2026. Grafik: Cekricek.id

Tujuh negara, satu arah, dan dua pengecualian

Peta antarnegara memperlihatkan arah yang serupa dengan besaran yang berlainan. Sesudah penyesuaian, perawat perempuan menanggung biaya lebih tinggi secara bermakna di Italia, dengan selisih 815,1 dolar AS per bulan, lalu di Inggris Raya 412,5 dolar, Jepang 404,1 dolar, dan Prancis 394 dolar. Di Spanyol dan Amerika Serikat selisihnya tidak bermakna, sedangkan di Jerman angkanya malah sedikit lebih rendah pada perempuan, 34,1 dolar, juga tanpa makna statistik.

Untuk beban, perempuan mencatat skor lebih tinggi secara bermakna di enam negara, dengan selisih sesudah penyesuaian dari tiga poin di Amerika Serikat hingga 7,8 poin di Inggris Raya. Prancis menjadi pengecualian: selisihnya 3,1 poin, tetapi rentang ketidakpastiannya masih melewati angka nol. Skor mentah tertinggi tercatat pada perawat perempuan di Spanyol, 35,7, dan terendah pada perawat laki-laki di Amerika Serikat, 20,4.

Amerika Serikat menyimpan kejanggalan tersendiri, sebab perawat di sana melaporkan beban paling rendah tetapi biaya paling tinggi, 2.664,9 dolar pada perempuan dan 2.276,2 dolar pada laki-laki. Beban yang rendah itu, menurut para penulis, wajar karena semua pasien dari negara tersebut berada pada tahap ringan. Biaya yang tinggi mereka kaitkan dengan upah pasar kerja yang lebih besar dan dengan sistem layanan jangka panjang yang terpecah-pecah, yang menggeser lebih banyak beban ke keluarga.

Jepang dibaca dengan dua cara sekaligus. Beban yang lebih rendah di sana, tulis Jain dan rekan, mungkin mencerminkan budaya yang menjunjung bakti kepada orang tua dan memandang merawat sebagai bagian wajar dari tanggung jawab hidup, tetapi mungkin juga mencerminkan asuransi perawatan jangka panjang yang memindahkan sebagian tugas dari rumah tangga ke layanan formal. Karena itu mereka meminta perbandingan beban antarnegara ditafsirkan dengan hati-hati.

Baca juga Sindrom Sirkadian Prediktor Kuat Gangguan Kognitif Lansia

Batas yang diakui dan angka yang tak seiring

Para penulis sendiri memasang batas pada temuannya. “Pertama, seperti studi potong lintang lainnya, hubungan yang kami temukan antara gender perawat dengan biaya sosial dan beban perawat tidak bersifat sebab-akibat,” tulis mereka dalam bahasa Inggris. Ketujuh negara itu seluruhnya berpenghasilan tinggi, sehingga hasilnya belum tentu berlaku di negara dengan sumber daya terbatas, dan datanya dikumpulkan beberapa tahun silam.

Batas lain menyangkut cara menghitung. Taksiran biaya bergantung pada upah tiap negara, sehingga perbedaan biaya antarnegara dapat mencerminkan perbedaan seberapa berat merawat sekaligus perbedaan cara menilainya dengan uang. Yang dianalisis pun hanya data awal, satu potret pada satu waktu, sehingga bagaimana jarak antara perempuan dan laki-laki berubah seiring memburuknya penyakit belum terjawab.

Beberapa angka dalam naskah itu juga tidak seiring dan dapat diperiksa pembaca. Kasus yang dikeluarkan karena datanya tidak lengkap disebut 124, yang bila ditambahkan ke 3.318 menghasilkan 3.442, tetapi dataset pengganti data hilang ditulis berisi 4.412. Selain itu, data Amerika Serikat dinyatakan dikeluarkan dari analisis menurut keparahan, dan tabel biaya memang mencatat 853 perawat pada tahap ringan, sementara tabel beban mencatat 1.577, persis 853 ditambah 724 peserta Amerika Serikat.

Yang tertinggal dari hitungan Jain dan rekan adalah gambaran kasih sayang yang berharga berbeda menurut siapa yang memberikannya, lebih mahal dan lebih berat bagi perempuan di hampir semua negara yang mereka periksa. Apakah jarak itu lahir dari harapan yang sejak awal dibebankan kepada anak perempuan dan istri, dari pasar kerja yang menghukum mereka lebih keras, atau dari layanan formal yang lebih jarang mereka pakai, dan mengapa Jerman tidak mengikuti arah yang sama?

Bagikan

Baca Juga

Jurang Kaya-Miskin Turki Melebar, Kematian Bayi Tetap Turun
USG Keliling Desa Bhutan Temukan Kista Cacing di Hati Warga
Makin Besar Utang Afrika Selatan, Makin Lemah Mata Uang Rand
Tidur Siang Sebentar Tak Menghapus Risiko Jantung Kurang Tidur
Guru PAUD New York Terkuras, Satu dari Lima Ingin Berhenti
Asap Kayu Bakar di Dapur Dikaitkan dengan Stroke pada Perempuan