Cekricek.id — Pemerintah Pakistan menetapkan biaya paket haji resmi untuk musim 2027 pada kisaran 1,2 juta hingga 1,3 juta rupee Pakistan, atau sekitar 4.334 sampai 4.695 dolar Amerika Serikat. Pembayaran angsuran pertama dibuka mulai 17 Agustus 2026.
Pengumuman itu disampaikan Menteri Urusan Agama Pakistan Sardar Muhammad Yousaf. Dikutip dari Arab News, Senin (10/8/2026), skema pemerintah tahun depan menyediakan 107.526 kuota, sementara jumlah calon jemaah yang sudah melakukan prapendaftaran mencapai sekitar 400.000 orang.
Dua Skema dengan Durasi Berbeda
Pemerintah Pakistan membagi paket resminya menjadi dua pilihan yang dibedakan oleh lama tinggal di Arab Saudi. Skema panjang berdurasi 40 hari, sedangkan skema pendek berlangsung 20 sampai 25 hari.
"Berdasarkan skema haji pemerintah, pada 2027 paket haji berdurasi 40 hari ditetapkan sebesar 1.200.000 rupee," kata Sardar Muhammad Yousaf.
Adapun untuk pilihan yang lebih singkat, Yousaf menyebut angka yang justru lebih tinggi. "Skema haji pendek, biaya untuk 20 sampai 25 hari, ditetapkan sebesar 1.300.000 rupee," ujarnya.
Selisih biaya antara kedua skema itu bertolak belakang dengan durasi tinggalnya. Paket yang lebih singkat dibanderol seratus ribu rupee lebih mahal dibanding paket 40 hari, atau setara sekitar 361 dolar AS berdasarkan konversi yang dicantumkan dalam pengumuman tersebut.
Baca juga: 524 Jamaah Haji Agam Resmi Dikukuhkan Jadi Anggota IPHI
Paket yang diumumkan itu merupakan skema haji bersubsidi pemerintah. Skema semacam ini biasanya menjadi pilihan utama calon jemaah karena biayanya ditekan di bawah tarif penyelenggara swasta, sehingga permintaannya jauh melampaui kuota yang tersedia.
Pembayaran Dibuka 17 Agustus
Kementerian Urusan Agama menetapkan tenggat setoran pertama pada pertengahan Agustus ini. Calon jemaah yang lolos seleksi wajib melunasi separuh dari nilai paket pada tahap awal tersebut.
"Pembayaran pertama akan dimulai pada 17 Agustus. Sebanyak 50 persen dari nilai paket harus dilunasi," kata Yousaf.
Penyetoran dilakukan melalui sistem yang sudah didigitalkan. Calon jemaah dapat membayar lewat aplikasi, portal daring resmi, atau langsung mendatangi kantor cabang Habib Bank Limited.
Penggunaan tiga jalur pembayaran sekaligus dimaksudkan agar calon jemaah yang tidak terbiasa dengan layanan daring tetap dapat menyetor lewat loket bank. Skema digital itu menjadi pembeda dari mekanisme pendaftaran haji Pakistan pada tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Transformasi Besar-besaran Arab Saudi: Dari Minyak ke Teknologi dan Olahraga
Kuota Swasta 71.684 Orang
Di luar skema pemerintah, Pakistan juga mengalokasikan 71.684 kuota untuk skema penyelenggara swasta. Kuota itu dikelola melalui 25 penyelenggara yang telah memperoleh izin resmi dari pemerintah.
Bila kuota pemerintah dan swasta digabungkan, total keberangkatan yang tersedia bagi jemaah Pakistan pada 2027 mencapai 179.210 orang. Angka itu masih di bawah setengah jumlah warga yang sudah melakukan prapendaftaran pada skema pemerintah saja.
Dengan jumlah prapendaftar yang jauh melampaui kuota, sebagian besar pendaftar tidak akan terakomodasi pada skema resmi tahun depan. Perbandingan antara 400.000 pendaftar dan 107.526 kuota membuat proses seleksi menjadi penentu utama keberangkatan.
Sardar Muhammad Yousaf tidak memerinci komponen biaya yang membentuk kedua angka paket tersebut, termasuk porsi tiket penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, serta layanan selama puncak ibadah haji.
Kuota tahunan setiap negara pengirim jemaah haji ditetapkan berdasarkan alokasi dari otoritas Arab Saudi. Belum ada keterangan mengenai jadwal pengumuman hasil seleksi calon jemaah skema pemerintah Pakistan.
Baca juga: Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Mekah




















