- Presiden Prabowo menuding MSCI mencoba menakut-nakuti Indonesia lewat ancaman penurunan status pasar saham.
- MSCI menimbang menggolongkan ulang Indonesia sebagai pasar mandiri karena soal struktur kepemilikan saham.
- IHSG ditutup naik 0,94 persen pada Rabu setelah anjlok lebih dari 11 persen pada Jumat lalu.
- Bursa Efek Indonesia akan mengeluarkan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG.
Cekricek.id — Presiden Prabowo Subianto menuding MSCI mencoba menakut-nakuti Indonesia lewat ancaman penurunan status pasar saham, saat memimpin sidang kabinet paripurna di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurut laporan kantor berita AFP yang dimuat Malay Mail, Rabu (21/10/2026), Prabowo menyampaikan sikap itu di hadapan jajaran kabinetnya.
“Kita terus dihadapkan pada macam-macam hal, MSCI, macam-macam, yang mencoba menakut-nakuti kita,” kata Prabowo.
“Saya hanya katakan kepada MSCI: bangsa Indonesia tidak takut kepada siapa pun dan tidak akan bisa diintimidasi,” ujarnya.
Baca juga: MSCI Buka Konsultasi Reklasifikasi Status Pasar Modal Indonesia
Pekan lalu MSCI menyatakan tidak lagi tepat menggolongkan Indonesia sebagai pasar negara berkembang. Penyusun indeks itu menyebut kekhawatiran investor atas struktur kepemilikan saham dan perilaku perdagangan.
MSCI menyoroti ketidakjelasan struktur kepemilikan saham yang terus berlangsung serta perdagangan terkoordinasi yang memengaruhi informasi harga.
MSCI menimbang untuk menggolongkan ulang Indonesia sebagai pasar mandiri atau standalone market. Langkah itu dapat memaksa dana investasi yang mengikuti indeks pasar negara berkembang MSCI menjual kepemilikan saham Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 11 persen pada Jumat lalu. Penurunan itu menjadi yang terdalam dalam satu hari sejak 1998.
Baca juga: IHSG Anjlok 11,57 Persen, Ekonom UGM: Belum Tanda Krisis
Pada Rabu, IHSG ditutup naik 0,94 persen. Awal pekan ini indeks itu sempat jatuh ke level terendah sejak akhir 2020.
Sejak awal tahun, IHSG sudah merosot lebih dari 40 persen dan masuk jajaran indeks dengan kinerja terburuk di dunia.
Pada Senin, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengumumkan langkah untuk meningkatkan transparansi pasar, termasuk membuka lebih banyak informasi tentang pemegang saham kecil.
Bursa juga akan mengeluarkan seluruh saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG agar gambaran pergerakan indeks lebih wajar.
Dalam sidang itu Prabowo juga mengatakan negara menghadapi banyak kesulitan dan gangguan.
“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban,” kata Prabowo.
“Kita tidak kenal arti menyerah. Kalau perlu, kita akan melakukan penghematan besar-besaran. Kita akan lebih hemat lagi nanti,” ujarnya.
Ekonomi Indonesia terpukul lonjakan harga bahan bakar akibat perang di Timur Tengah. Indonesia merupakan pengimpor minyak neto, tetapi pemerintah tetap menahan harga bahan bakar bersubsidi.
Pada hari yang sama, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen setelah tiga kali menaikkannya sepanjang tahun ini.
Baca juga: BI-Rate Tetap 5,75 Persen, Giro Wajib Minimum Bank Dipangkas















