- Percobaan berlangsung di pembibitan swasta di Distrik Al-Dujail, Provinsi Salah al-Din, Irak.
- Bibit jeruk yang disemprot pupuk nano-NPK 1,5 gram per liter mencatat rata-rata 97,56 sentimeter.
- Gabungan pupuk nano-NPK 1,5 gram dan asam humat 2 gram per liter mencatat 109,00 sentimeter.
- Jumlah cabang tidak berbeda nyata antarperlakuan pupuk nano-NPK, tetapi naik oleh asam humat.
- Subbab fosfor daun di bagian hasil hanya memuat angka nitrogen, tanpa satu pun nilai fosfor.
Daftar Isi
- Semprot Daun, Jalan Masuk Pupuk Nano-NPK yang Dipakai Penelitian Ini
- Rancangan Acak Kelompok, Cara Membagi 81 Bibit ke Sembilan Perlakuan
- Tinggi Bibit dan Jumlah Cabang, Dua Ukuran yang Tidak Bergerak Seiring
- Luas Daun dan Klorofil Total, Dua Ukuran Daun yang Sama-sama Naik
- Interaksi N2H2, Sebutan untuk Dua Semprotan yang Dipakai Bersama
- Fosfor Daun, Bagian yang Angkanya Tidak Muncul di Dalam Naskah
Cekricek.id — Pupuk nano-NPK adalah pupuk nitrogen, fosfor, dan kalium dengan butiran seukuran 20 sampai 80 nanometer. Pupuk itu disemprotkan ke daun, bukan ditabur ke tanah. Di sebuah pembibitan di Irak, bibit jeruk yang menerimanya tumbuh lebih tinggi daripada bibit yang hanya disemprot air suling.
Percobaannya dikerjakan Sabreen Mohammed Lateef dan Marwa Noman Hussin dari Departemen Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Tikrit, Tikrit, Irak. Penulis ketiganya, Muntadher Mohammed Al-Mousawi, berasal dari Departemen Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Karbala, Karbala, Irak. Judulnya Response of Local Orange Seedlings Citrus sinensis L. to Foliar Application of Nano-NPK and Humic Acid. Laporan itu dimuat di The Journal of Food and Medicinal Plants Volume 6 Nomor 1 tahun 2026, halaman 1 sampai 14.
Lokasinya disebut terang di naskah, yaitu sebuah pembibitan swasta di Distrik Al-Dujail, Provinsi Salah al-Din, Irak. Percobaan berjalan satu musim tanam penuh, dari 1 Maret 2023 sampai 28 Februari 2024. Bibit jeruk berumur satu tahun dibeli pada 1 Maret 2023 dari pembibitan berizin di Provinsi Baghdad.
Bibitnya dipilih seragam lebih dulu. Ukurannya tinggi 30 sampai 35 sentimeter, diameter batang 4 sampai 5 milimeter, dan jumlah cabang tiga sampai empat. Naskah menyebut penyeragaman itu dimaksudkan menekan perbedaan antarunit percobaan sejak awal. Bibit lalu dipindah ke pot plastik hitam 10 kilogram berdiameter 50 sentimeter dan tinggi 40 sentimeter, berlubang di dasarnya.
Asam humat, bahan kedua yang diuji, adalah senyawa organik besar hasil penguraian bahan organik. Susunannya berupa rantai karbon panjang dengan gugus karboksil, hidroksil, fenolik, dan karbonil. Menurut pendahuluan naskah, susunan itulah yang membuat asam humat mudah mengikat mineral dan memengaruhi fisiologi tanaman.
Alasan pengujiannya berkaitan dengan efisiensi. Naskah menyebut pupuk konvensional kehilangan hara lewat pencucian, penguapan, pengikatan tanah, dan aliran permukaan. Efisiensinya pada kondisi terbaik pun disebut tidak melampaui 30 sampai 40 persen. Menurut Organisasi Statistik Pusat, jumlah pohon jeruk berbuah di Irak tercatat 6.383.881 batang. Hasil rata-ratanya 22,4 kilogram per pohon, dan Salah al-Din menjadi provinsi penghasil jeruk terbesar.
Baca juga Dosis Pupuk Kandang 2 Kg per Tanaman Beri Buah Tomat Terberat
Semprot Daun, Jalan Masuk Pupuk Nano-NPK yang Dipakai Penelitian Ini
Semprot daun, atau aplikasi foliar, berarti pupuk dibubuhkan ke permukaan daun dan diserap di sana. Pupuk nano-NPK yang dipakai berkomposisi 20:20:20, yaitu nitrogen 20 persen, fosfor 20 persen, dan kalium 20 persen. Di dalamnya ada pula unsur mikro berukuran nano berupa besi, seng, mangan, dan tembaga.
Penyemprotan dilakukan pagi hari tanpa sinar matahari langsung supaya penguapan berkurang, memakai alat semprot gendong manual 16 liter bernozel. Naskah mencatat tiga kali semprot sepanjang musim tanam. Jadwalnya 1 April 2023 atau sebulan setelah pemindahan, lalu 15 April 2023, dan 29 April 2023. Cairan disemprot sampai permukaan atas dan bawah daun basah merata.
Rancangan Acak Kelompok, Cara Membagi 81 Bibit ke Sembilan Perlakuan
Rancangan acak kelompok lengkap, yang dalam naskah disingkat RCBD, dipakai dengan pola faktorial dua faktor dan tiga ulangan. Setiap unit percobaan berisi tiga bibit. Seluruhnya 81 bibit, hasil dari sembilan perlakuan dikali tiga ulangan dikali tiga bibit.
Faktor pertama adalah pupuk nano-NPK pada tiga taraf, yakni 0, 1, dan 1,5 gram per liter. Faktor kedua adalah asam humat, juga pada tiga taraf, yakni 0, 1,5, dan 2 gram per liter. Perlakuan tanpa semprotan hanya menerima air suling. Naskah memakai lambang N0, N1, dan N2 untuk taraf pupuk, serta H0, H1, dan H2 untuk asam humat.
Media tanamnya campuran tanah lempung lokal dan lumut gambut. Sampel media diperiksa lebih dulu di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tikrit. Tabel 1 mencatat pH 7,3 dan daya hantar listrik 1,8 desisiemens per meter. Kandungan haranya nitrogen 28,9 miligram per kilogram, fosfor 45,5, dan kalium 67,8. Bahan organiknya 2,8 persen.
Bedanya begini. Rata-rata tiap perlakuan tidak dibandingkan begitu saja. Angkanya diuji dengan analisis ragam, lalu dipisahkan memakai uji beda nyata terkecil pada taraf 0,05. Maksudnya, selisih baru disebut nyata bila lolos ambang itu, dan kata nyata di seluruh naskah dipakai dalam pengertian statistik tersebut.
Tinggi Bibit dan Jumlah Cabang, Dua Ukuran yang Tidak Bergerak Seiring
Untuk tinggi bibit, pupuk nano-NPK 1,5 gram per liter mencatat rata-rata tertinggi 97,56 sentimeter. Perlakuan tanpa semprotan berhenti di 82,89 sentimeter. Asam humat 2 gram per liter mencatat 96,30 sentimeter, dibanding 85,45 sentimeter pada perlakuan tanpa asam humat.
Gabungan keduanya mencatat jarak paling jauh. Bibit yang menerima pupuk nano-NPK 1,5 gram per liter sekaligus asam humat 2 gram per liter mencapai 109,00 sentimeter. Bibit yang tidak menerima keduanya berhenti di 79,23 sentimeter. Naskah menyebut tinggi bibit pada kombinasi perlakuan meningkat nyata dibanding kelompok pembanding.
Jumlah cabang bergerak lain. Naskah menyatakan tidak ada perbedaan nyata antarperlakuan pupuk nano-NPK pada sifat ini. Asam humat 2 gram per liter justru mencatat rata-rata tertinggi 12,29 cabang per bibit. Pembandingnya, perlakuan tanpa asam humat, mencatat 8,37 cabang. Interaksi dua arahnya pun disebut tidak berbeda nyata.
Baca juga Kentang Cingkariang, Planlet Tumbuh tapi Akarnya Menyusut
Luas Daun dan Klorofil Total, Dua Ukuran Daun yang Sama-sama Naik
Luas daun diukur dari tiga daun dewasa tiap bibit, dipindai, lalu dihitung dengan perangkat lunak pengolah citra. Pupuk nano-NPK 1,5 gram per liter mencatat daun terluas 33,80 sentimeter persegi per daun, dibanding 21,20 pada pembanding. Asam humat 2 gram per liter mencatat 31,95 sentimeter persegi, dibanding 24,00. Kombinasi keduanya mencatat 38,51 sentimeter persegi per daun.

Klorofil total adalah zat hijau daun, diukur dengan melarutkan daun dalam aseton lalu membaca serapan cahayanya. Angkanya bergerak dalam rentang yang jauh lebih rapat. Pupuk nano-NPK 1,5 gram per liter mencatat 2,682 miligram per gram berat basah, dibanding 2,536 pada pembanding. Asam humat 2 gram per liter mencatat 2,677 miligram per gram, dibanding 2,545.
“Sebagian besar sifat pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan kimia bibit jeruk memperoleh manfaat dari penggunaan pupuk nano-NPK,” tulis Sabreen Mohammed Lateef dan rekan dalam abstrak di halaman 1. Kombinasi kedua semprotan mencatat klorofil tertinggi 2,724 miligram per gram. Bibit tanpa keduanya mencatat 2,423 miligram per gram.
Interaksi N2H2, Sebutan untuk Dua Semprotan yang Dipakai Bersama
Maksudnya, N2H2 adalah lambang bagi bibit yang menerima pupuk nano-NPK taraf tertinggi dan asam humat taraf tertinggi sekaligus. Pada kalium daun, perlakuan itu mencatat 1,784 persen. Bibit yang tidak menerima kedua semprotan mencatat 1,279 persen.
Untuk pengaruh masing-masing bahan, pupuk nano-NPK 1,5 gram per liter mencatat kalium daun 1,690 persen, dibanding 1,375 persen pada pembanding. Asam humat 2 gram per liter mencatat 1,633 persen, dibanding 1,405 persen. Pada nitrogen daun, angkanya 3,92 persen dibanding 2,29 persen untuk pupuk, dan 3,56 persen dibanding 2,46 persen untuk asam humat.
“Perlakuan interaksi N2H2 menghasilkan nilai yang lebih unggul untuk sifat-sifat yang diteliti dibandingkan perlakuan lain, yang menunjukkan adanya efek sinergis antara kedua nutrisi tersebut,” tulis ketiga peneliti pada butir ketiga bagian kesimpulan di halaman 11.
Baca juga Pertanian Terapung Daha Selatan, Fosfornya Bertahan Empat Tahun
Fosfor Daun, Bagian yang Angkanya Tidak Muncul di Dalam Naskah
Satu bagian tidak berisi apa yang dijanjikan judulnya. Subbab fosfor daun di bagian hasil dibuka dengan menyebut Gambar 6. Angka yang dipaparkan seluruhnya angka nitrogen yang sudah muncul sebelumnya. Angka-angka itu 3,92 persen, 2,29 persen, 3,56 persen, 2,46 persen, dan 2,87 persen. Tidak ada satu pun nilai fosfor daun di bagian itu, meski kesimpulan naskah tetap menyebut fosfor ikut meningkat.
Ketidakcocokan lain tersebar di beberapa tempat. Abstrak menulis kombinasi terbaik sebagai nano-NPK 150 gram per liter, sedangkan seluruh bagian lain menulis 1,5 gram per liter. Pada nitrogen daun, perlakuan N2H2 disebut tertinggi dengan 2,870 persen. Angka itu lebih kecil daripada rata-rata 3,92 persen dan 3,56 persen yang dilaporkan di paragraf yang sama.
Pada luas daun, nilai terendah ditulis dua kali dengan angka berbeda dalam satu kalimat. Angka itu 0 dan 18,89 sentimeter persegi per daun. Pendahuluan naskah juga memuat satu kalimat yang menyebut pohon jeruk lokal menyumbang besar bagi perekonomian bagian Australia ini. Seluruh percobaan sendiri berlangsung di Irak.
Penomoran gambar di bagian pembahasan bergeser satu langkah. Klorofil dibahas dengan merujuk Gambar 3, nitrogen dengan Gambar 4, fosfor dengan Gambar 5, dan kalium dengan Gambar 6. Di bagian hasil, nomor-nomor itu masing-masing milik luas daun, klorofil, nitrogen, dan fosfor.
Naskah tidak memuat bagian khusus tentang keterbatasan penelitian. Yang terbaca dari metodenya, percobaan berlangsung di satu pembibitan dan satu musim tanam, dengan 81 bibit di dalam pot. Penyemprotan hanya tiga kali, semuanya pada April 2023. Naskah juga tidak melaporkan pertumbuhan akar, keberhasilan penyambungan, maupun hasil buah.
Ada baiknya batas istilah ini ditegaskan. Pupuk nano-NPK pada kajian ini menunjuk satu produk komersial berukuran 20 sampai 80 nanometer. Produk itu disemprot tiga kali ke daun bibit jeruk berumur satu tahun di dalam pot. Yang diukur darinya pun terbatas, yaitu tinggi, jumlah cabang, luas daun, klorofil, nitrogen, dan kalium. Ketahanan bibit, biaya semprot, dan nasibnya setelah pindah ke lahan berada di luar jangkauan angka-angka tadi.















